Lompat ke isi utama
foto didon kajeng ketika masih hidup

Kenang Didon Kajeng “Rayakan Gelap Penuh Warna”

Solider.id - Ada sebuah pepatah yang berkata harimau mati meninggalkan belangnya, gajah mati meninggalkan gadingnya sedangkan manusia dikenang melalui karya-karyanya. Seperti itulah sosok Didon Kajeng yang telah banyak menginspirasi para seniman khususnya seniman Bali dimana tempat Didon lahir dan dibesarkan hingga purna tugasnya di dunia.

 

Untuk mengenang setahun berpulangnya Didon Kajeng, Yayasan Telaga Teratai Indonesia yang didirikan oleh Didon Kajeng bersama beberapa teman difabel  netra. Yayasan tersebut bermula dari sebuah komunitas yang terbentuk sejak 6 tahun yang lalu yang bernama Kostra (Komunitas Teratai). Yayasan tersebut saat ini diketuai oleh I Made Jerry Juliawan, telah mengadakan acara pembukaan pameran lukisan dan rangkaian kegiatan seni lainnya yang bertajuk “Mewarna Gelap”. Pembukaan acara diadakan pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 19.00 WITA dan  berlangsung hingga 27 Agustus 2022, di Dalam Rumah Art Station, Jalan Gatot Subroto IV No. 5, Denpasar – Bali.

 

Semasa hidupnya Didon Kajeng selalu dengan gigih menyuarakan bahwa seorang difabel, khususnya netra tak terhalang untuk tetap mampu berprestasi dan mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya. Hal itu ia tunjukkan dengan  tetap aktif dalam kegiatan teater, menulis, melukis dan merupakan seorang floral designer yang mengutamakan penggunaan bunga dan buah local sebagai sarana untuk berkreasi.  Meski sejak 8 tahun yang lalu Didon harus menghadapi kondisinya yang baru mengalami ketunanetraan, ia tetap berkarya dengan berbagai upaya. Hambatan penglihatan telah mampu ia patahkan dan tetap eksis sebagai seniman produktif di Bali. Diakhir hidupnya pun Didon telah sempat menerbitkan sebuah buku yang berisikan rangkaian bunga karyanya yang berjudul “Bali Bloom”.

 

Baca Juga: Mengenang Didon Kajeng, Seniman Difabel Netra Asal Bali

Adapun Yayasan Telaga Teratai Indonesia yang dikenal dengan sebutan Teratai Faundation merupakan yayasan yang mewadahi teman-teman difabel netra untuk dapat berkreasi. Kegiatan yang mereka laksanakan  di yayasan tersebut diantaranya merangkai bunga, menulis, berteater bermusik dan melukis, dengan dibimbing langsung oleh para praktisi di masing-masing bidang tersebut.

 

Acara “Mewarna Gelap” ini diadakan sebagai momen setahun berpulangnya Didon Kajeng juga untuk memperkenalkan karya lukis teman-teman  Teratai Faundation pada kalangan masyarakat umum. Kegiatan ini  menjadi ajang berkumpul  teman-teman difabel bersama masyarakat nondifabel, serta sebagai wadah mengapresiasi hasil karya yang dipamerkan. Sehingga bersama-sama bisa merayakan gelap dengan penuh warna.

 

Tema mewarna gelap sendiri terinspirasi dari sebuah pandangan masyarakat awam tentang keberadaan difabel netra yang dianggap tidak mampu berbuat apa-apa dan mendapat stigma bahwa seorang difabel netra hanya bisa bekerja sebagai pemijat saja. “pikiran dan/atau pandangan masyarakat yang begitu sempit itulah yang digambarkan dengan gelap bukan dari kondisi penglihatan teman-teman difabel netra“ kata I Made Jerry Juliawan saat memberikan sambutan pada acara pembukaan pameran lukisan.

 

Rangkaian acara ini   berlangsung selama 28 hari dari tanggal 10 sampai 27 Agustus 2022. Hari  pertama  yaitu pembukaan dan Pameran Lukisan yang memamerkan lukisan karya Didon Kajeng dan dua anggota Yayasan Telaga Teratai Indonesia yaitu I Wayan Mudrayana dan I Putu Yogantara. Mudra dan Yoga sama-sama mengalami ketunanetraan sejak usia remaja. Karya lukis Mudra cenderung pada bentuk-bentuk seperti barong ataupun tokoh rangda, yang sangat terkait dengan kemampuan memahat yang pernah dilakoni. Sedangkan Yoga cenderung melukis wajah-wajah dalam berbagai ekspresi. Adapun Didon, mengusung karya yang terkait erat dengan profesinya sebagai floral designer selama masa hidupnya sebelum berpulang, yaitu bunga dan buah.

Setelah itu juga akan ada Acara Papier Mache Workshop, yaitu kegiatan untuk membuat berbagai bentuk karya seni dengan menggunakan bahan dasar bubur kertas, untuk selanjutnya akan diwarnai atau dilukis bersama. Acara akan diadakan pada tanggal 20 Agustus 2022 yang terbuka untuk umum dan akan dipandu oleh Adi Kurniawan dan Diarya Raditya, alumni ISI Denpasar dan saat ini masing-masing aktif berkarya di bidang seni desain serta seni patung. *.*

 

Reporter: Harisandy

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.