Lompat ke isi utama
Laeli Yuntari, berkursi roda sedang melatih main tenis lapang kepada sesama pengguna kursi roda

Menggali Potensi Diri Disabilitas Melalui Olahraga

Bandung, Solider.or.id – Bandung Wheelchair Tennis Club gelar latihan pertama kali pada Senin (8-4) di Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat. “Ini latihan pertama kali bagi  klub  Bandung Wheelchair Tennis Club di lapangan tenis  ini”, ungkap Laeli Yuntari (46), ketua BWTC sekaligus pelatih pemain pemula, sambil menghampiri contributor solider.or.id. Sedangkan temannya yang tadi dilatih meneruskan permainannya dengan kawannya yang lain.  Suasana lapangan  tenis Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, yang terletak  di jalan  Kawaluyaan Indah No.4 Soekarno-Hatta Bandung pagi itu tampak adem, didukung dengan disain lapangan yang  semi indoor dengan atap kanopi yang menghalangi sinar matahari.

 Beberapa orang penyandang disabilitas nampak sedang asyik berlatih main tenis lapang menggunakan kursi roda.  Seorang  perempuan berkursi roda sedang melempar-lemparkan bola ke arah temannya yang siap memukul dengan raket.  Ada juga yang memunguti bola-bola tenis yang berserakan. 

Laeli Yuntari mulai menggeluti olah raga tenis lapang kursi roda  sejak tahun 2005, sewaktu dia masih tinggal di Yayasan Wisma Cheshire Jakarta.  Pada saat itu dia berada di yayasan tersebut untuk mengikuti beberapa kursus keterampilan. Setelah selesai mengikuti Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS) 2012 di Riau, dengan ikut memperkuat kontingen Jawa Barat, Laeli kembali pulang ke Bandung.

Di Bandung Laeli tidak hanya bergaul dengan teman  sesama atlit kontingen Jabar saja, tetapi dengan disabilitas lainnya, Bahkan sekarang dia juga turut bergabung di Bandung Independent Living Center (BILiC), sebuah organisasi advokasi disabilitas di kota Bandung. Laeli melihat banyak potensi yang bisa diarahkan di Kota Bandung ini. Salah satunya di Bidang olahraga. Itulah sebabnya dia ingin mengajak teman sesama disabilitas di Kota Bandung dan sekitarnya,  yang  mengalami  gangguan kaki  untuk  tetap bugar dengan berolah raga.  “Selain untuk kesehatan diri, olah raga tenis lapangan kursi roda juga menjadi salah satu olah raga prestasi bagi penyandang disabilitas lho, baik di tingkat Nasional maupun internasional”, katanya.   Berangkat dari ide tersebutlah kemudian dia membentuk BWTC pada minggu lalu yang ia ketuai sekaligus sebagai pelatih pemula. Selain mengajak hidup sehat dengan berolah raga, misi BWTC adalah  “menggali potensi diri para penyandang disabilitas yang mengalami gannguan kaki melalui olahraga tenis lapangan menggunakan kursi roda, sehinnga bisa mengangkat harkat martabat penyandang disabilitas.. Adapun Visi club ini adalah  “mencetak atlit-atlit  tenis lapangan kursi roda untuk meraih prestasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri” papar Laeli kepada kontributor Solider.

Hal ini sudah terbukti dengan sederetan prestasi yang telah diraih oleh Laeli Yuntari.  Pada tahun 2005 menjadi juara 2 tunggal putri  PORCADA DKI Jakarta. Mendapat kesempatan emas berkiprah di luar negeri dengan meraih  Juara 3 tunggal putri pemula  dan juara 2 ganda putri pemula di ajang Taipei Open di Taiwan. Pada Tahun 2010 menyabet gelar Juara 1 ganda putri dalam BII Wheelchair Tennis Tournament, di Jakarta. Juara 2 tunggal putri pada Kejuaraan Tenis Provinsi DKI Jakarta tahun 2011,  

Di Tahun 2012 beberapa gelar kejuaran juga diraihnya, seperti : Juara 3 tunggal putri Kejuaraan tenis Provinsi DKI Jakarta, Juara 1 ganda putri KAPUSREHAB Cup ke-IV Jakarta. Sedangkan dalam ajang  Pekan Paralympic  Nasional (PEPARNAS) di  Riau, beberapa  prestasi yang diraih Laeli antara lain : Juara 3 tunggal  puteri, Juara 1 ganda perorangan putri, Juara 1 beregu putri dan juara 3 ganda campuran.

Hal yang menjadi perhatiannya adalah belum banyaknya atlit-atlit tenis lapang kursiroda dari kota Bandung, Kebanyakan dari DKI dan daerah lainnya. Dengan dibentuknya BWTC ini, Laeli berharap dapat memunculkan bibit-bibit pemain baru untuk cabang tenis lapang kursi roda di Bandung khususnya, dan Jawa Barat umumnya, untuk memperkuat kontingen Jabar di ajang PEPARNAS 2016 yang rencananya  akan diadakan di Jawa Barat.

Dengan berbekal surat rekomendasi NPC Jawa Barat,  Laeli mencoba melobi ke kantor – kantor Pemerintahan yang memiliki lapangan tenisnya untuk bisa dipakai latihan secara gratis oleh BWTC.  “Alhamdulillah begitu tiba di  kantor Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, bertemu dengan Kepala dinasnya, usaha saya  mendapat sambutan baik, diberi jadwal  untuk menggunakan lapangan tenis ini “, kata Laeli. “Setiap hari Senin dan Rabu, saya gunakan untuk melatih teman-teman pemula dan saya yang melatihnya. Sedangkan setiap hari Kamis, saya sendiri yang latihan bersama Benny pelatih dari PELTI Jawa Barat”, tambahnya.

“Malahan Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat Ir. Eddy IM. Nasution, Dipl, ST, MT bersedia menjadi pelindung di klub tenis lapang kursi roda ini”, kata Laeli menutup perbincangan dan mengajak kontributor untuk bermain tenis lapang kursi roda bersama rekan-rekannya, Asep Darmawan, Asep Ajo, Januar dan Irwan.

The subscriber's email address.