Lompat ke isi utama
bupati maros menerima cenderamata dari Sigab Indonesia

Belajar Desa Inklusi, Bupati Maros Kunjungi Sidorejo Kulon Progo

 Solider.id, Yogyakarta – Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menerima kunjungan Bupati Maros Chaidir Syam, S.IP., M.H dan Bito Wikantosa,S.S, M.Hum selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Republik Indonesia (Kemendes PDTT  RI). Acara kunjungan dihelat di Kantor SIGAB Indonesia pada Senin (8/8). Dengan pembukaan berupa sambutan oleh Direktur SIGAB Indonesia Suharto, S.S., M.A., Ph.D.

 

Adapun tujuan kunjungan ini adalah sebagai proses pertukaran pengetahuan dan pembelajaran dari praktik baik pembentukan desa inklusi. Serta untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pelaksanaan program di wilayah lain yang dapat memperkuat pelaksanaan Program SOLIDER-INKLUSI.

 

Setelah mendatangi SIGAB, sehari kemudian (9/8) rombongan bupati dan kemendes mengunjungi desa inklusi di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo.  Rombongan bupati yang hadir terdiri dari Bupati Maros, Kepala Dinas PMD Kabupaten Maros, Kepala Desa dan Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Maros, BaKTI, INKLUSI. Secara bersamaan hadir pula staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Kemendesa PDTT RI Bito Wikantosa. Rangkaian kunjungan ini dilakukan, menyusul Sidorejo menjadi percontohan desa inklusi.

Saat masuk halaman balai desa Sidorejo, rombongan disambut hangat dengan tarian angguk. Kemudian diikuti dengan pengalungan kain batik khas Kulon progo. Dalam pidatonya, Bupati Maros Chaidir Syam, S.I.P., M.H. menyampaikan bahwa studi mengenai desa inklusi ini perlu ditiru dengan diterapkan di Kabupaten Maros agar juga bisa menjadi kabupaten inklusi. Sebab kondisi dahulu di Maros yang mayoritas desanya masih tergolong miskin, namun sekarang apabila sudah bertransformasi menjadi desa maju dan mandiri maka akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah berupa  anggaran tambahan.

 

Baca Juga: Belajar Inklusi dan Difabilitas, Yayasan Ate Keleng berkunjung ke Sigab

Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Susilo Ari Wibowo, SE, M.M. dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (Dinas PMD Dalduk KB)  mengucapkan rasa terimakasihnya atas kunjungan ini. “Harapannya semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat baik bagi Bupati Maros dan Kulon Progo, Melalui kunjungan ini juga menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dalam memberikan layanan kepada masyarakat terutama untuk masyarakat marginal,” tuturnya.

         

Bito Wikantosa turut menyampaikan bahwa desa Inklusi adalah kondisi kehidupan di desa yang setiap warganya bersedia secara sukarela untuk membuka ruang kehidupan dan penghidupan bagi semua warga desa yang diatur dan diurus secara terbuka, ramah dan meniadakan hambatan untuk bisa berpartisipasi secara setara. Serta saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan dalam pembangunan desa. Terlebih, dengan penerapan tata kelola desa bersifat inklusif, maka akan memepercepat terwujudnya tujuan-tujuan SDGs.

“Pembangunan desa dilaksanakan dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan warga desa yang marginal dan rentan (warga miskin, perempuan, anak, penyandang disabilitas, manula, masyarakat adat, serta kelompok marginal dan rentan lainnya)," tambahnya.

 

Selanjutnya, Sutrisna selaku Lurah Sidorejo menjelaskan bahwa dari warga Sidorejo berjumlah 8065 jiwa dengan 2747 KK (kepala keluarga) terdapat 364 warga difabel yang didata dengan berdasarkan pendataan Washington Group yang mengacu pada hambatan. Sehingga lansia yang sudah mengalami hambatan dalam penglihatan dan pendengaran masuk dalam pendataan difabel. Namun apabila lansia tidak dihitung maka data difebel sejumlah 125 orang.   Presentasi Sutrisno diakhiri dengan pemutaran video pendek Inklusi dari Kulon Progo yang bercerita tentang pemberdayaan bagi difabel. Berikut merupakan tautan video https://youtu.be/aRVf6Sw7rcc.

 

Seiring dengan berlangsungnya kegiatan, peserta juga sembari melihat fasilitas  aksesibilitas yang tersedia di Kalurahan Sidorejo seperti ramp (bidang miring) dan toilet aksesibel untuk difabel. Selain itu, turut ada kegiatan lain berupa bazar oleh Kalurahan Sidorejo yang saat ini memiliki keunggulan sebagai  desa budaya, desa prima, desa wisata, dan desa inklusi. 

 

Diakhir acara Darawati selaku lurah dari perwakilan APDESI (Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) menyampaikan bahwa kedepannya pihaknya akan mengundang difabel agar ikut terlibat dalan kegiatan desa.  Acara lantas diakhiri dengan foto bersama.[]

 

 

Reporter: Kuni 

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.