Lompat ke isi utama
pertemuan difabel di desa sabdodai

Sabdodadi Menuju Kelurahan Inklusi

Solider.id, Bantul - Kalurahan Sabdodadi yang terletak di Kabupaten Bantul, merupakan kalurahan dengan luas wilayah kecil. Terdiri dari lima padukuhan yang  kondisinya  belum akses dan ramah untuk difabel. Sebelum ada Program SOLIDER-INKLUSI yang diinisasi oleh SIGAB Indonesia, kantor kalurahan belum ada ramp (bidang miring) yang menandakan kondisinya masih bertangga. Sehingga ketika kursi roda masuk ke aula pertemuan maka harus diangkat.

 

Hingga pada awal Mei kemarin, SIGAB Indonesia hadir dengan Program SOLIDER-INKLUSI (Strengthening Social Inclusion For Disability Equity And Rights) atau Memperkuat Inklusi Sosial Untuk Kesetaraan Dan Hak-Hak Difabel.

 

Dalam program tersebut, mendorong kalurahan yang inklusi melalui pelibatan difabel. Dengan dibantu oleh seorang fasilitator kalurahan (faskal) yang bertugas menjadi jembatan antara SIGAB Indonesia dengan difabel guna memperjuangkan hak dan menyuarakan kebutuhan teman-teman difabel. Salah satunya dengan membangun ramp dan toilet akses. Lebih dari itu juga untuk mengubah paradigma orang dalam memandang difabel. Serta penerimaan dan kesetaraan bahwa difabel memiliki hak yang sama tanpa adanya pandangan belas kasih.

SK pewmbentuka KK Sabdodai Bantul

Tim Program SOLIDER-INKLUSI turut hadir dalam melakukan audiensi guna membangun kedekatan yang lebih intens dengan pihak pemerintah baik Lurah, Carik, Kamituwo maupun staf kalurahan yang lain.

 

Kendati demikian, saat tim Program SOLIDER-INKLUSI dan Faskal datang pertama kali, pemerintah belum sepenuhnya menyambut baik. Namun seteleh tim menjelaskan maksud dan tujuan Program SOLIDER - INKLUSI, maka Lurah dan staff menjadi paham mengenai tujuannya. Prosespun berjalan dengan diadakanya sosialisasi tentang perspektif difabilitas serta pembentukan Kelompok Difabel Kalurahan (KDK).

 

Saat pembentukan KDK, Siti Fatimah selaku Lurah menyampaikan “Kami siap  mendukung kegiatan KDK  ini dan kami siap memberikan anggaran untuk kegiatan,” tuturnya.

 

Sikap mengayomi, merangkul, melindungi dan  menerima difabel terwujud melalui adanya Surat Keputusan (SK) yang terbit pada Juli 2022 lalu. KDK  Langsung dibuatkan  SK. Artinya membuat kedudukan KDK menjadi legal di lingkungan pemerintah kalurahan. Serta diberikan  anggaran untuk difabel pada anggaran tahun 2023 sebesar Rp 8.500.000. Dana ini tentu ditujukan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan KDK.

 

M Ghozali salah satu difabel kalurahan Sabdodadi, merasa sangat senang dengan adanya perubahan yang signifikan ini. Ia tak lupa memberikan respon positif kepada pihak kalurahan yang telah bersedia membuatkan ramp serta toilet akses. “Semoga untuk Kedepannya, dengan program desa inklusi ini masih akan ada banyak perubahan lagi  yang terjadi,“ pinta M Ghozali.[]

 

Penulis: Yanti

Editor : Bima Indra    

 

The subscriber's email address.