Lompat ke isi utama
kegiatan program inklusi PPDIS

Momentum Awal Pemenuhan Hak Dasar Difabel di Probolinggo

Solider.id, Probolinggo - Kamis (28/7) Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) melaksanakan kegiatan workshop di pendopo Kecamatan Kademangan dengan tema identifikasi permasalahan dan perumusan perbaikan layanan pemenuhan hak dasar difabel serta kelompok marjinal lainnya. Kegiatan ini sendiri digelar sebagai bentuk rencana tindak lanjut ageda pembentukan Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) yang telah usai terselenggara di 3 wilayah yaitu Kelurahan Kademangan, Kelurahan Pilang, Kelurahan Ketapang.  

 

Kegiatan workshop dihadiri langsung oleh perangkat Kecamatan, perangkat Kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), kader posyandu, kader puskesmas pembantu dan warga difabel sejumlah 9 orang. Sedangkan untuk narasumber yang dihadirkan berasal dari daerah Situbondo. Kedua narasumber itu bernama Luluk (Ketua PPDiS) dan Syainur Rasid (Anggota PPDIS Divisi Pengembangan Dan Riset).

“Saya mengucapkan banyak terima kasih terutama kepada pihak Yayasan PPDiS yang telah mendukung secara penuh Program SOLIDER-INKLUSI ini. Dan mari kita semua menjaga komitmen bersama dalam menjalankan Program SOLIDER-INKLUSI ini di setiap kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Kademangan,“ tutur Ghofur, Camat Kademangan.

 

Baca Juga: SIGAB Indonesia Mulai Selenggarakan Program SOLIDER di Kalurahan Kaliagung

Setiap kelurahan pasti memiliki berbagai permasalahan yang variatif sehingga adanya momen kegiatan ini diharapkan akan membantu kelurahan dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapinya. Entah yang berangkat dari aspek pendidikan, pelayanan administrasi, kesehatan dan perekonomian.

 

Terakhir, Syainur Rasid sebagai narasumber menjelaskan kepada peserta bahwa terciptanya kelurahan yang inklusif tak bisa lepas dari peran berbagai pihak di kelurahan. Salah satu hal yang perlu dipegang teguh adalah komitmen dan sinergi. Tentunya segala identifikasi masalah di tingkat kelurahan menjadi prioritas dalam penanganannya untuk mencapai Probolinggo sebagai kota inklusif.[]

 

Reporter: Choirul Anam

Editor      : Bima Indra 

 

 

The subscriber's email address.