Lompat ke isi utama
lambang palu dan timbangan

Begini Kebutuhan Teman Tuli Saat Berhadapan dengan Hukum

Solider.id, Surakarta - Ada beberapa hal yang menarik ketika sesi diskusi dan tanya jawab antara Aparat Penegak Hukum (APH) dan komunitas difabel dalam gelaran FGD yang diselenggarakan oleh MHH Aisyiyah dan Sigab dengan dukungan Disability Right Fund (DRF) Kamis (16/6). Beberapa APH telah memiliki kesadaran dan afirmasi dalam memenuhi akomodasi yang layak ketika difabel berhadapan dengan hukum.

 

Seperti yang diutarakan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Surakarta bahwa pihaknya  telah menyiapkan sarana dan prasarana terkait layanan difabilitas. Untuk menjaga identitas korban, pihak kejaksaan juga melakukan sidang secara teleconference, apalagi di masa pandemi. Korban dihadirkan kecuali dengan alasan khusus dan di dalam ruang khusus dengan persidangan yang berbeda. Sesuai aturan dari Dirjen Badilum, kejaksaan pun menggandeng SLB dan Dinas Kesehatan dalam upaya memenuhi akomodasi yang layak bagi difabel.

 

Namun demikian ada upaya dari komunitas yakni Gerkatin yang disampaikan oleh ketuanya, Galih Saputra, bahwa sebaiknya komunitas Tuli dilibatkan dalam kerja sama pemenuhan hak keadilan hukum bagi difabel. Galih mempertanyakan tentang akses apakah yang bisa dihadirkan oleh pihak SLB, apakah bagi korban Tuli, bahasa isyarat SIBI akses juga untuknya? Sebab sepengetahuan Galih, kalau penerjemahan yang dilakukan oleh SLB kurang nyaman. Galih memperkenalkan lembaga PLJ dan Pusbisindo dan PLJ sudah diakui resmi oleh negara. Maka menurutnya alangkah baiknya jika pihak kejaksaan mengakomodir kebutuhan korban Tuli dengan mengajak komunitas untuk berjejaring sehingga bisa diarahkan penerjemahan yang tepat.

 

Sedang di Pengadilan Agama Surakarta, pihaknya menyatakan sedang menuju pengadilan yang inklusif. Saat ini di PA sedang menyediakan duta difabilitas dan duta layanan yang berperan aktif menjemput teman difabel ketika menjadi saksi. PA juga menyediakan antrean loket prioritas dan mengembangkan teman Tuli saat bersidang dengan membuat aplikasi chatting agar bisa membantu secara efektif. Pengadilan Agama Surakarta beberapa saat lalu melakukan MoU bersama organisasi difabel yang berkantor di Yogyakarta dalam upaya memenuhi hak keadilan hukum dan akomodasi yang layak bagi difabel yang berhadapan dengan hukum.[]

 

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

 

The subscriber's email address.