Lompat ke isi utama
SUASANA PERSIDANGAN DH

Aksi Simbolik Membentangkan Poster Dukungan, Warnai Pembacaan Kesimpulan Sidang Gugatan DH ASN Disabilitas

Solider.id, Yogyakarta -Sidang lanjutan gugatan atas pemberhentian diskriminatif kasus DH sebagai aparatur sipil negara (ASN), kembali digelar. Pembacaan kesimpulan gugatan perkara DH, difabel mental yang menggugat Kementrian Keuangan dan Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN) akibat pemberhentian diskriminatif, menjadi agenda sidang hari itu. Sidang lanjutan yang  digelar pada Selasa (10/5/2022) itu, turut diramaikan dengan aksi simbolik dan penyerahan surat dukungan solidaritas kelompok difabel kepada PTTUN.

 

Perjuangan DH mendapatkan kembali pekerjaannya, akhirnya sampai pada agenda Pembacaan Kesimpulan Gugatan. Sidang kali ini merupakan agenda terakhir sebelum keputusan majelis hakim PTTUN dalam perkara tersebut. LBH Jakarta selaku kuasa hukum DH, menyimpulkan fakta-fakta yang terjadi selama persidangan, berikut analisis fakta dan hukum untuk memperkuat dalil yang disampaikan dalam gugatan.

 

Dalam kesimpulannya, LBH Jakarta menyatakan bahwa, SK Pemberhentian yang diterbitkan oleh KEMENKEU ‘cacat’ prosedur. Hal itu dikarenakan pemberhentian yang dilakukan tanpa dibentuk terlebih dahulu tim pemeriksa. Selain itu pemberhentian yang dilakukan terhadap DH melanggar UU Penyandang Disabilitas, spesifik pada pasal tidak terpenuhinya hak atas akomodasi yang layak bagi DH sebagai difabel.

 

Baca Juga: Hadirkan Saksi Ahli pada Sidang Lanjutan Gugatan Kasus Pemecatan ASN Difabel oleh Kemenkeu

 

Lebih lanjut penolakan banding administratif yang dilakukan oleh BPASN adalah bentuk tindakan diskriminasi berikutnya terhadap DH. Karena, tidak mempertimbangkan kondisi DH sebagai difabel. Dalam release yang diterima solider.id pada (10/5), dalam kesimpulan gugatannya, LBH Jakarta menegaskan pemecatan tersebut telah melanggar UU Penyandang Disabilitas.

 

Aksi simbolik membentangkan poster-poster yang berisi dukungan dan tuntutan kepada majelis hakim dilakukan kelompok difabel di  ruang persidangan. Selain itu, kelompok difabel simpatisan pendukun DH juga menyampaikan surat dukungan solidaritas kepada PTTUN setelah selesai agenda pembacaan kesimpulan gugatan.

 

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 2 Juni 2022 dengan agenda pembacaan putusan, Berkenaan dengan hal tersebut LBH Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat memantau persidangan dan mendukung gugatan yang diajukan DH sebagai upaya peneguhan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya hak disabilitas mental di lingkungan ASN[].

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.