Lompat ke isi utama

Ayo Sekolah, Inilah 10 Hal yang harus Anda Lakukan jelang Masuk Sekolah Inklusi

Solider.id – Menempuh pendidikan setinggi mungkin adalah hak setiap orang. Mengakses pendidikan formal juga menjadi hak bagi difabel. Jika beberapa puluh tahun silam, sistem pendidikan khusus dan segregasi telah digadang-gadang ampuh menjadi sarana yang sangat ramah bagi siswa difabel untuk mengekses pendidikan formal, kini difabel lebih bebas memilih untuk dapat bersekolah di sekolah khusus atau bersekolah di institusi pendidikan inklusi. Melalui institusi pendidikan inklusi, difabel lebih punya banyak peluang untuk berkembang. Siswa difabel juga dapat lebih setara dan dapat menikmati berbagai fasilitas, cara, dan kesempatan secara setara dengan kawan nondifabel yang lain. Bagi kawan difabel yang ingin masuk ke sekolah inklusi, ada baiknya jika anda mempersiapkan berbagai hal agar proses belajar lebih optimal. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan jika ingin menempuh pendidikan di sekolah inklusi. Simak beberapa hal berikut:

 

Poin pertama yang mesti dimiliki bagi anda yang akan masuk sekolah inklusi, adalah keyakinan. Yakin dari hati, dari pikiran, dan kemauan, dalam hal ini keyakinan terlebih dahulu dimantapkan bahwasanya memang benar anda mau menempuh Pendidikan di sekolah inklusi, yakin bahwa anda bisa, dan sudah mempertimbangkannya, maka jangan hadirkan keraguan yang dapat menghambat proses jalannya anda untuk masuk ke sekolah inklusi. Bagi anda yang mau masuk perguruan tinggi. ditegaskan kembali , keyakinan yang pertama mesti ada dalam diri. Mengapa, karena apa bila dari anda sudah merasa yakin dengan keputusan yang diambil, maka itu akan memperkuat lankah anda dalam menempuh Pendidikan di sekolah inklusi ataupun perguruan tinggi.

 

Kedua niat dan tujuan yang kuat, saat anda hendak terjun ke sekolah inklusi selain keyakinan yang mesti dimiliki, anda juga mesti memiliki niat, tekad  dan tujuan yang pasti. Dalam hal ini anda yang mau melanjutkan pendidikanya di sekolah inklusi. Mesti memiliki niat dan tujuan yang pasti,  ya berpikirllah dari sekarang apa tujuan anda menempuh Pendidikan di sekolah inklusi, dan apa niat anda melanjutkan belajar di sekolah tersebut. Niat dan tujuan awal sangat membantu, dengan adanya niat yang kuat, dan tujuan yang pasti, hal ini akan membantu anda saat nanti menghadapi kendala dalam hal belajar, mmaupun bersosialisasi, hingga anda dapat lebih bersabar dan mampu mengatasi kendala tersebut, dengan mengingat niat dan tujuan awal anda memilih besekolah di sekolah inklusi.

 

Ketiga jangan asik  dengan dunia sendiri, saat nanti anda baru masuk ke sekolah atau Pendidikan inklusi, jangan asik dengan dunia anda, karena awalnya merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang baru dikenal, cobalah menyapa teman-teman yang ada di sekitar kita, bisa lewat suara ataupun lewat isyarat, sesuai dengan kemampuan komunikasi yang anda miliki, manfaatkan waktu istirahat untuk lebih mengenal teman-teman, jangan waktu istirrahat anda dihabiskan dengan bermain sosial media, cobalah bersosial dengan mereka.  Memsng teman-teman yang nondifabel juga tidak lepas bermain hp saat sedang ngumpul namun meski demikian mereka masih bisa untuk diajak komunikasi, bahkan bila mereka tertarik dengan kita, mereka juga akan menghentikan aktivitasnya untuk bermain hp bila memang itu bukan menyangkut hal yang penting, dan lebih terfokus dengan anda tentunya. Jadi untuk anda nanti saat sudah mulai memasuki Pendidikan inklusi jangan asik dengan dunia sendiri yaa.

 

keempat  amati lingkungan sekitar

Mengamati linkungan sekitar sangat diperlukan. Hal ini untuk mengetahui cara apa yang mesti dilakukan agar anda dapat menyesuaikan diri dan dapat diterima kehadiranya, hingga bisa berbaur dengan teman-teman yang nondifabel.

 

Kelima jangan tergantung pada satu orang. Dan jangan hanya dekat dengan satu orang, dalam hal ini anda boleh memiliki teman dekat, namun dianjurkan juga untuk memiliki teman banyak, dan diharapkan dapat berbaur dengan mereka. Hal ini pula untuk mengatasi saat teman dekat kita tidak masuk sekolah kita tidak merasa sendiri, karena kita juga masih memiliki teman-teman yang lain, yang kita kenal tentunya. jadi jangan ragu untuk bersosialisasi, dan pintarlah dalam mencari seseorang yang dapat membuat nyaman, namun jangan lupakan juga orang sekitar.

 

keenam percaya diri, anda sekalian mesti menumbuhkan kepercayaan diri, bahwa memang itulah anda, dengan kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri anda, asah bakat anda, dan jangan biarkan keterbatasan anda menghambat anda untuk bersosial.

 

Ketujuh menerima resiko, saat anda sudah berniat untuk terjun dalam Pendidikan inklusi, itu artinya juga anda mesti menyadari dengan resiko yang akan anda hadapi nantinya, seperti yang mungkin akan anda rasakan, bahwa anda sekalian merasa kesulitan dalam beberapa mata pelajaran yang akan anda hadapi., Langkah anda dalam bersosial, dan itu hanya contoh kecil, masih ada resiko-resiko lainya yang akan anda hadapi nantinya. Maka persiapkan dari sekarang, seperti poin-poin diatas yang sudah dituliskan, tetapkan keyakinan, tujuan, dan tumbuhkan percaya diri, hal itu sebagai kunci.

 

Kedelapan memiliki etika yang baik, dalam interaksi maupun komunikasi, saat bersosialisasi, yang dimagsud dalam hal ini, anda mesti pandai dalam menempatkan  diri, kapan anda mesti berbicara, kapan anda harus diam, seperti apa anda berperilaku, jangan menunjukkan perilaku yang anda sendiri menyadari bawasannya hal itu kurang baik untuk dilakukan. Karena hal tersebut sudah tentu menjadi perhatian dilingkungan yang akan kita jalani nanti.

 

Kesembilan jangan mudah tersinggung, saat nanti anda sudah terjun di dunia Pendidikan inklusi, control perasaaan anda, jangan mudah terbawa perasaan atau bahasa kerennya baper, dengan sikap dan perkataan yang orang tunjukkan atau utarakan,, jika hal tersebut ditunjukan pada anda jadikan hal itu  bahan introspeksi bagi anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun bila hal tersebut menurut anda hanya untuk mengkritik anda saja, namun tidak membangun, maka biarkanlah, lanjutkan Langkah anda dan jadikan itu sebagai bahan gurauan anda dalam menanggapinya. Hal ini untuk meminimalisir perasaan anda untuk tidak mudah tersinggung.

 

Kesepuluh jangan putus asa atau mudah menyerah dalam keadaan seperti yang telah disinggung tidak menutup kemungkinan tangtangan dan rintangan yang pada saat sudah berjalan akan lebih berat dirasakan oleh anda yang difabel, terutama dalam bersosialisasi, mengerjakan tugas, dan matapelajaran tertentu, yang menggunakan salah satu panca indra, yang dalam hal ini anda memiliki keterbatasan, semisal bagi yang disabilitas netra dalam mata pelajaran senibudaya ya itu yang tidak bisa dilakukan menggambar, dan disabilitas rungu wicara yang mungkin akan kesulitan pada saat presentasi. dan abk yang memiliki hambatan intelektual pasti juga akan merasa kesulitan dengan pelajaran-pelajaran yang membutuhkan intelektual tinggi. Namun meski demikian anda harus kuat menjalaninya. Pada point ini penulis tidak bermaksud untuk menyinggung keterbatasan disabilitas, namun dalam hal ini penulis ingin menyakinkan lagi apabila memang beberapa poin ini nanti terjadi anda tidak boleh putus asa, dan mudah menyerah, jangan focus pada kedifabelan yang anda miliki dan jangan pula focus pada hal yang anda kurang bisa, namun fukuslah pada bagaimana cara anda agar dapat mengerjakannya, karena pasti ada cara meski memang nanti pengerjaanya dengan cara yang berbeda. Tetap semangat kawan  sekali lagi jangan putus asa dan mudah menyerah.[]

 

Penulis; Nonsista

Editor    : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.