Lompat ke isi utama
peserta dan panitia TOT Alqur'an braille

ITMI Berkomitmen Kembangkan Pembelajaran Al-Quran Braille di Tanah Air

Solider.id – Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) terus berupaya untuk meningkatkan dan mengembangan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an Braille kepada masyarakat difabel Netra di Indonesia. Komitmen tersebut secara berkala diaplikasikan dengan menggelar kegiatan Training of Trainer atau TOT AL-Qur’an Braille diberbagai daerah.

 

Hingga awal tahun 2022 ini, ITMI sebagai salah satu organisasi difabel Netra Muslim terbesar di tanah air telah menggelar TOT membaca dan menulis Al-Qur’an Braille di tiga daerah yaitu: Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

“Target ITMI, kegiatan training of trainer seperti ini dapat dilaksanakan minimal tiga hingga empat kali dalam satu tahunnya di wilayah yang berbeda. Tujuannya selain untuk meningkatkan dan mengembangkan budaya baca tulis Al-Qur’an Braille, juga untuk mencetak kader sumber daya manusia agar mampu menjadi sosok pengajar di daerah tersebut. Dengan demikian, akan tercipta penerus dan pendidik secara berkesinambungan serta berkelanjutan untuk terus mengamalkan baca tulis Al-Qur’an Braille,” papar H. Yudi Yusfar, Ketua Umum Pengurus Pusat ITMI.

 

Disampaikan Yudi, diperkirakan dari sepuluh ribu anggota ITMI yang tersebar di berbagai wilayah tanah air, hanya sekitar kurang dari 5% yang termasuk dalam kategori sudah dapat membaca Al-Qur’an Braille dengan lancar dan mahir. Sisanya, 20% mereka yang sudah bisa membaca, 25% mereka bisa membaca manun belum lancar, sementara 50% mereka yang belum bisa membaca Al-Quran Braille sama sekali.

“Jika ditinjau secara lebih luas, yaitu untuk seluruh masyarakat Difabel Netra yang beragama Islam di Indonesia, maka jumlah yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an Braille lebih dari 50%. Untuk itulah di perlukannya komitmen atau kesediaan moral bagi peserta TOT ini agar senantiasa mengajarkan dan mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an Braille di daerahnya masing-masing yang dilakukan secara terus-menerus, sistematis dan massif,” demikian harapan Yudi Yusfar.

 

TOT ke tiga yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 18 hingga 20 Maret 2022 kemarin yang didukung penuh oleh Baitulmaal Mualamat (BMM), menorehkan sejarah baru dengan hadirnya buku pedoman membaca dan menulis Al-Qur’an Braille edisi penyempurnaan yang digagas ITMI dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia sejak tahun 2021 silam.

“Buku panduan ini nantinya akan digunakan secara nasional untuk mereka yang mencetak Al-Qur’an Braille. Dengan begitu diharapkan tidak akan terjadi perbedaan versi lagi dalam pengayaan Al-Qur’an Braille, baik dalam segi kata, bahasa, simbol, tanda, dan sebagainya. Mendatang diharapkan ada keseragaman dalam mencetak Al-Qur’an Braille,” tutur Ahmad Jaeni, MA penyusun buku pedoman Braille LPMQ.

 

 Ia juga meminta kepada semua penerima buku panduan untuk ikut serta secara aktif mengevaluasi kekurangan yang masih ada dalam pedoman tersebut, guna perbaikan lebih lanjut sebelum di launching. TOT ITMI tersebut juga dihadiri langsung oleh H. Deni Hudaeny A. A, Lc,. MA, Kepala bidang Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.[]

 

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor       : Ajiwan Arief `

 

The subscriber's email address.