Lompat ke isi utama

Loket Antrian Belum Aksesibel Bagi Penyandang Disabilitas

(Boyolali, Solider) – Antri merupakan sebuah budaya baik, namun bagaimana jika loket antrian masih sulit untuk diakses? Hal itulah yang saat ini masih dialami oleh rekan-rekan kita penyandang disabilitas.

Mayoritas loket antrian di fasilitas publik dibuat tinggi, lebih dari satu meter. Kondisi ini menyebabkan pengguna kursi roda dan little people (bertubuh pendek) mengalami kesulitan untuk menjangkau loket antrian.

Dari pantauan kontributor solider Kamis (28/3) tercatat setidaknya ada tiga loket antrian yang belum aksesibel. Di ketiga fasilitas publik yaitu kantor pajak, loket administrasi rumah sakit dan loket teller bank yang terdapat di wilayah Kabupaten Boyolali masih belum memiliki perspektif disabilitas.

Hal ini tentu saja mempersulit pelayanan bagi para penyandang disabilitas, padahal seperti warga negara yang lain penyandang disabilitas perlu mendapat kenyamanan dalam mengakses layanan publik.

Secara keseluruhan hal ini bukan hanya terjadi di wilayah kabupaten Boyolali saja, secara umum ini juga terjadi di sejumlah loket antrian yang ada di wilayah Indonesia. Kondisi yang sama juga masih dijumpai di sejumlah loket antrian seperti tiket kendaraan umum, resepsionis hotel, resepsionis kantor, kasir pertokoan dan lain-lain.

Akibatnya komunikasi antara petugas dengan pengantri yang penyandang disabilitas terkendala. Meski terkendala belum ada petugas yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan asistensi kepada penyandang disabilitas. Yang ada hanyalah kesadaran personal dari petugas yang ada di lokasi. “Biasanya sih saya membungkuk atau keluar untuk membantu mereka,” papar Dhina teller bank. Dia menuturkan kadang ada satpam ataupun sesama pengantri yang memberikan bantuan pada mereka.

Kondisi ini kerap membuat penyandang disabilitas dirugikan. Ada saja ulah pengantri nakal yang mencoba merebut antrian. Dengan cara mengulurkan tangan melewati kepala, pengantri di belakang penyandang disabilitas terkadang dengan seenak perut mencoba menyerobot antrian. Tanpa ada pengawasan dan peringatan penyerobot antrian ini bisa dengan bebas menjalankan aksinya (Ida)

 

The subscriber's email address.