Lompat ke isi utama
webinar mengenal fobia

Mengenal Fobia dan Cara Atasinya

Solider.id - Erkad atau Ruang Komunal Anxietas dan Depresi didukung oleh Perhimpunan Jiwa Sehat Jawa Barat menyelenggarakan webinar dengan membahas Fear versus Fobia.

Dalam webinar ini Agnes Sandra, S.Psi., selaku pembicara mengajak masyarakat untuk lebih memahami fobia dan bisa membedakannya dengan rasa takut biasa karena fobia perlu penanganan tenaga profesional.

 

Dalam bahasannya, Agnes menjelaskan bahwa fobia merupakan perasaan yang intens,

“Fobia adalah rasa takut irasional yang secara langsung terkait dengan spesifik peristiwa atau situasi yang tidak sesuai dengan potensi bahaya. Kondisi ini tidak dapat dijelaskan atau beralasan karena sebagian besar di luar kendali dan mengarah pada penghindaran situasi yang ditakuti.” Demikian Agnes mengawali penjelasanya.

 

Sementara rasa takut dianggap secara khusus sebagai respon yang tepat terhadap sesuatu yang konkret atau nyata dan bahayanya dapat diketahui. Dalam hal ini Agnes mencontohkan bila seseorang berjalan di lorong yang gelap dan sendirian ia merasa takut dirampok adalah hal yang wajar.

“Jika rasa takut tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka tetap menjadi ketakutan biasa dan itu bukan merupakan fobia. Fobia diklasifikasikan dalam gangguan kecemasan atau ketakutan irasional, kuat, menetap dan berlebihan yang terjadi secara persisten terhadap objek atau situasi tertentu yang dipersepsikan oleh individu sebagai sesuatu yang menakutkan dan berpotensi menimbulkan ancaman.” Lanjut Agnes kemudian.

 

Baca Juga: Konsep Ideal Upaya Promotif Advokasi Kesehatan Jiwa

 

Dalam paparannya Agnes menjelaskan jenis fobia ada tiga macam. Diantaranya fobia spesifik, fobia sosial yang sekarang disebut sebagai gangguan kecemasan sosial dan agoraphobia. Karakteristik klinis fobia tergantung pada jenis fobia, tingkat keparahan pada individu tertentu yang mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi secara normal. Namun secara umum untuk ketiga jenis fobia adalah ketakutan atau kecemasan ekstrem dalam menanggapi objek atau situasi tertentu. Kondisi ini perlu melibatkan tenaga profesional karena terkait kondisi fisik, perilaku dan melibatkan masalah mental.

 

Pada kondisi fisik seseorang akan mengalami gejala berupa sensasi seperti pusing, keringat dingin, sesak nafas atau mati rasa dan kesemutan. Pengaruh pada perilaku akan membuat kita melakukan satu kegiatan yang dirancang untuk menghindari atau melarikan diri dan mengandalkan perilaku protektif. Terkait masalah mental mencakup pikiran dan prediksi menakutkan yang berkontribusi pada ketakutan dan fobia.

 

Cara menangani fobia dapat dilakukan dengan farmakoterapi dan psikoterapi, yaitu melalui terapi perilaku kognitif yang dapat membantu mengubah cara berpikir dan bertindak terhadap situasi atau objek yang ditakuti.

“Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ketakutan kita, yakni dengan mengelola rasa panik dan cemas kita. Terapi pemaparan atau desensitisasi dilakukan dengan pemaparan situasi atau benda yang ditakuti secara perlahan. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi rasa takut yang dialami secara perlahan.” Papar Agnes yang menyampaikan bahwa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami fobia spesifik bisa dikarenakan akibat traumatis, atau faktor keluarga (fobia terhadap hal yang sama) dan karena faktor lingkungan.

 

Di akhir acara Agnes memberikan beberapa saran berupa cara mengatasi fobia secara mandiri yang bisa dilakukan oleh seseorang yang mengalami fobia. Antara lain dengan mengubah gaya dan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein. Latihan relaksasi bisa dilakukan dengan latihan pernafasan untuk membantu lebih rileks saat berhadapan dengan pemicu fobia. Atau dengan cara visualisasi yakni mengatasi fobia dengan membayangkan hal-hal posotif saat menghadapi situasi dan benda yang memicu fobia. Dan yang terkahir dengan cara bergabung dalam kelompok yang memiliki kesamaan fobia untuk berbagi cara mengatasi fobia yang dialami.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.