Lompat ke isi utama
MTQ ifabel di Inonesia

MTQ Difabel Tingkat Nasional Pertama di Indonesia

Solider.id, Bandung – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Difabel tingkat Nasional pertama digelar dalam rangka memeriahkan milad ke-24 Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat pada Selasa (11/1)

 

Kegiatan yang berlangsung di mesjid Pusdai Jawa Barat ini diikuti oleh 22 orang peserta, yang dinyatakan lolos ke babak final dari 3 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Aceh, dan Yogyakarta.

 

Menurut Ijang Faisal, ketua panitia MTQ Difabel Nasional, antusiasme masyarakat difabel cukup tinggi dalam kegiatan perdananya. Ia pun berharap, agar di masa mendatang acara seperti ini bisa lebih banyak lagi diikuti oleh masyarakat difabel dari berbagai provinsi lain di tanah air.

“Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu: Tilawah Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, lomba Adzan dan seni Kaligrafi,” terang ia.

 

Untuk MTQ Difabel dimenangkan oleh Ruhiyat, kontingen asal Sumedang Jawa Barat. Sedangkan yang menjadi juara umumnya adalah kontingen dari Ciamis Jawa Barat.

 

Nizar Ali, Sekjen Kementerian Agama RI menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi MTQ Difabel Nasional yang diselenggarakan oleh Pusdai Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari kreatifitas yang merupakan wujud perhatian dan atensi terhadap masyarakat difabel yang belum pernah dilakukan orang lain.

“Seperti yang kita ketahui, yang marak tampil di media adalah bidang olahraga difabel, itu dalam bentuk fisik. Dan ini merupakan wujud dalam bentuk ruhaninya, yang juga sangat penting. Kami fungsinya agama dan pendidikan. Kementerian Agama tentu akan mendukung dan mendorong diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini,” papar ia.

 

Nizar juga menambahkan, Kegiatan yang digelar juga merupakan bentuk perhatian negara terhadap difabel, agar mereka para difabel yang berpotensi memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti masyarakat lain. Prosedur pun sama, MTQ Difabel Nasional melalui proses selekasi tingkat provinsi.

“Saya berharap acara ini bisa lebih maju lagi, lebih sukses lagi,” kata Ruhiyat, peraih juara satu MTQ Difabel.

“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, bisa meningkatkan semangat belajar, potensi dan antusias masyarakat difabel dimana pun,” tutur Iwan Taufik asal Cililin, juara ketiga MTQ Difabel.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor        : Ajiwan Arief

 

 

 

The subscriber's email address.