Lompat ke isi utama
ilustrasi gambar difabel netra akses perbanakan

Difabel Netra Dipersulit Buka Rekening, Setelah Tulis Surat di Media Pihak Bank Permudah

Solider.id, Surakarta- Sebuah tayangan yang disebarkan lewat WhatsApp Group (WA) yang beranggotakan para pegiat difabilitas pada siang hari 4 Januari 2022 menyentak beberapa teman pegiat. Sebuah surat dilayangkan dan dimuat di mediakonsumen.com oleh seorang difabel netra Much Aji Suseno asal Klaten berisi tentang layanan perbankan yang diterimanya dari Bank BCA Klaten. Pada surat yang dimuat pada 2 Januari tersebut Seno menceritakan secara kronologis bahwa pada 28 Desember 2021 ia datang ke Bank BCA Klaten untuk melakukan pembukaan rekening.

 

Saat ke BCA, ia diantar oleh ibunya. Setelah beberapa saat menunggu, Seno harus berhadapan dengan pimpinan bank untuk menyampaikan tujuan, dan dimintai KTP. Kemudian ia bertanda tangan sambil menunggu penyiapan formulir. Setelah beberapa saat pimpinan berkata pembukaan rekening oleh difabel netra harus didampingi oleh seorang petugas khusus yang menangani namun sang petugas sedang tidak berada di tempat.

 

Keesokan hari Seno kembali ke BCA, Seno mendapat jawaban bahwa si petugas belum pulang dan ruangan masih dikunci. Di hari Kamis, ia dihubungi dan dikatakan bahwa ia belum bisa membuka rekening dan akan dilakukan uji coba terlebih dahulu, Di hari Jumat ia dihubugi lagi supaya datang ke Bank BCA dan didampingi dua orang pertugas, ia diberi pilihan produk tabungan. Pihak bank memilihkan Seno produk Tahapan BCA, padahal ia ingin Tahapan Xpresi dan setelah ditanyakan alasannya adalah atas rekomendasi pusat, arahannya adalah Tahapan BCA. Akhirnya ia membuka Tahapan BCA, namun kartu ATM harus menunggu 7-14 hari kerja dan harus dikoordinasikan dengan kantor pusat. Ia berhitung, bahwa proses pembukaan rekening memakan waktu tiga hari, minus kartu ATM yang harus menunggu. Seno berharap setelah mendapat kartu ATM ia langsung bisa menggunakan BCA-mobile dan tidak dipersulit lagi.

 

Baca Juga: Difabel Netra Membuka Rekening Tabungan, Siapa Takut!

Sontak terjadi keriuhan di WAG, dengan berbagai pendapat. Hal serupa pernah terjadi di Semarang. Sama dengan kasus di Semarang, kasus Seno pun langsung dilaporkan oleh seorang pegiat di Semarang kepada OJK dan Ombudsman Jawa Tengah. Berbagai persoalan yang dihadapi difabel pun muncul dalam komentar-komentar, seperti difabel daksa pengguna kursi roda yang masih sulit untuk mengakses gerai ATM. Jadi kebutuhannya adalah Drive Thru. Seseorang lagi berpendapat bahwa akses difabel netra yang paling sulit jika berhadapan dengan perbankan, sebab pihak perbankan mensyaratkan adanya pendamping/orang yang dipercaya untuk mendampingi.

 

Solider.id siang itu juga di 4 Januari 2022 menghubungi seorang pegiat dari Persatuan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) untuk menanyakan masalah tersebut. Ia menjawab bahwa Ketua PPDK sudah mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan. PPDK juga sudah berkomunikasi dengan Ombudsman Jawa Tengah dan disarankan yang bersangkutan berkirim surat ke OJK ditembuskan kepada Ombudsman sehingga bisa menjadi dasar untuk Ombudsman berkomunikasi dengan OJK.

 

Di tanggal 4Januari 2022 pula pada sore hari, telah ada klarifikasi yang disampaikan oleh salah seorang anggota group bahwa untuk permasalahan Seno dengan BCA Klaten sudah beres. Setelah Seno menulis surat di mediakonsumen.com, pihak BCA Klaten mendatangi rumahnya dan akhirnya memperbolehkan untuk membuka rekening jenis Tahapan Xpresi. Seno diminta datang ke BCA dan disambut dengan baik, tanpa dipersulit. Unggahan di mediakonsumen.com kemudian menyertakan catatan update di tanggal 5 Januari 2022 bahwa terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas penyelesaian masalah oleh pihak Bank BCA.

 

Menanggapi klarifikasi di atas seorang anggota group melontarkan kalimat : “Memang masih memerlukan pressure...”

 

Seorang difabel pegiat lainnya berkomentar : “Alhamdulillah kalau sudah ada respon dan terselesaikan. Meski demikian, hal ini tetap akan menjadi catatan untuk evaluasi dan advokasi akses perbankan yang inklusif ke depan dengan berbagai pihak strategis di nasional.

 

Seorang pegiat yang lain lalu mengirimkan sebagai bekal advokasi kepada perbankan, Petunjuk Teknis Operasional (PTO) untuk Pelayanan Keuangan Kepada Penyandang Disabilitas yang bisa diunduh di website : http://sikapiuangmu.ojk.go.id/

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.