Lompat ke isi utama

Cara Mengatasi Burn Out Pada Care Giver

Solider.id - Pada kasus tertentu, difabel membutuhkan pendamping untuk mendukung kehidupan sehari-hari mereka. Pendampingan yang tepat, tak jarang akan sangat mendukung kehidupan difabel. Bahkan berbagai hambatan yang mereka miliki dapat terminimalkan. Tak hanya dari segi aksesibilitas, namun dukungan dari pendamping tak jarang meringankan kondisi secara medis difabel yang bersangkutan.  Oleh karena itu, kehadiran Caregiver sangat penting bagi difabel, peran caregiver bisa jadi sangat vital dan sangat penting bagi difabel tertentu. Sehingga tak jarang, Caregiver harus memberikan perhatiannya secara penuh pada difabel yang bersangkutan. Kondisi semacam ini, tak jarang pula membuat caregiver meerasa bosan dan kadang merasa tak sanggup dengan beban yang harus mereka tanggung.

 

Dalam materinya, Agus Fitria mengusung isu tentang permasalahan Mengatasi Burn Out pada Care giver.

Burn Out merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami stress berat karena dipicu oleh satu aktivitas atau kondisi tertentu, sehingga membuat penderita kehilangan semangat, bahkan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial. Burn out tidak boleh dibiarkan hingga berlarut dan perlu diatasi, karena akan mempengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang.

 

Care giver, adalah mereka yang intens memberikan perawatan dan mendukung   difabel dengan mendampingi kehidupan mereka.

 

Kondisi burn out pada care giver bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, diantaranya karena mengalami kebingungan peran. Hal ini dapat terjadi saat seseorang yang merawat orang lain mengalami kesulitan untuk memisahkan peran sebagai pengasuh.

“Bisa terjadi pada orangtua yang sudah lupa pada anaknya. Bisa juga terjadi karena ekspektasi yang tinggi dengan berharap layanan yang diberikan bisa memberi efek positif dan kebahagiaan bagi orang yang dirawat.” Demikian disampaikan oleh Fitria saat mengawali paparannya. Namun menurut Fitria, burn out juga bisa disebabkan karena kurangnya kendali dan tuntutan yang tinggi yang tidak masuk akal.

“Oleh karena itu seorang care giver harus mengenali beberapa gejala yang mereka alami untuk mengindikasi adanya kondisi burn out. Seperti menarik diri dari teman dan lingkungan. Kehialangan minat pada aktivitas yang dimiliki. Merasa sedih dan putus asa bahkan merasa tidak berdaya. Merasa lelah baik secara fisik atau emosional, mudah marah dan perasaan ingin menyakiti diri sendiri.” Untuk itu Fitria memberikan beberapa trik agar para care giver bisa mengatasi masalah yang mereka rasakan dengan cara membicarakan perasaan mereka pada orang yang tepat atau dapat dipercaya.

“Buat prioritas pekerjaan sehingga hemat energi. Tetapkan tujuan yang realistis dengan mencoba menerima bahwa kita perlu bantuan dalam merawat orang lain. Bersikap realistis tentang penyakit dari orang yang kita rawat dengan membekali diri melalui pengetahuan tentang penyakit atau kondisi orang yang kita damping.” Menutup materinya Fitria tak lupa menyampaikan perlunya meluangkan waktu bagi diri sendiri meskipun hanya satu atau dua jam  dengan menjaga kesehatan diri melalui pola makan yang sehat, berolahraga rutin dan cukup istirahat.[]

 

Reporter: Yanti

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.