Lompat ke isi utama
postre kegiatan webinar

Peran Ibu Bagi Pemulihan Difabel Mental

Solider.id - Ibu adalah orangtua yang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak, lewat kelembutan kasih sayangnya, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal dan dapat memaksimalkan potensi yang anak miliki.

 

Bagi anak difaberl, peran ibu sangat penting untuk memaksimalkan kemampuan anak, tak jarang, ibu juga sangat berperan dalam menentukan tingkat hambatan bagi si anak kedepan. Makin besar peran ibu dalam tumbuh kembang dan pemulihan bagi anak difabel, maka hambatan yang dialami anak difabel bisa jadi berbeda. Seorang anak difabel yang mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua, terutama ibu, dan mendapat support sistem lain, maka ia bisa jadi akan memiliki hambatan yang minim disbanding anak yang tidak mendapat kasih sayang dari orang tua.

 

Memperingati Hari Disabilitas Internasional dan berkaitan dengan haru Ibu tahun 2021, Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mengadakan webinar. Mengangkat tema “Peran Ibu Dalam Keluarga untuk Mempercepat Pemulihan Bagi Difabel Mental”.

 

Baca Juga: Webinar Penerimaan Orang Tua dengan Anak Difabel

Ketua PJS, Nurhayati Ratna Dewi menyampaikan bahwa difabel psikososial atau difabel mental merupakan gangguan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku.

 

Menghadirkan Nilamsari, SH, M.SI, sebagai pembicara, ia adalah seorang Pekerja Sosial Madya Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang juga ibu dari anak dengan bipolar.

 

Mencoba berbagi pengalamannya sejak lima tahun mendampingi anak dengan difabilitas psikososial, NIlam menyampaikan pada peserta webinar agar tidak bingung untuk mengatasi atau menolong  difabel mental. Karenanya dengan berbagi ilmu, Nilamsari tak keberatan menyampaikan beberapa cara agar bisa membantu pemulihan anak atau saudara dengan difabilitas psikososial.

 

Dalam pemaparannya, Nilamsari menjelaskan difabel mental adalah individu yang mengalami gangguan jiwa, sehingga menyebabkan distress atau menurunnya kualitas kehidupan. Dengan disfungsi psikologis yang bukan akibat penyimpangan sosial tetapi mengalami gangguan pikiran, gangguan perilaku, dan gangguan berinteraksi baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

 

Berharap agar para ibu mulai memperhatikan beberapa tanda yang diperlihatkan oleh seorang anak dengan difabel mental, NIlam menjelaskan beberapa hal yang biasanya muncul sebagai gejala.

“Dari seseorang yang awalnya kreatif menjadi tidak kreatif. Sering merasa cemas berlebihan dan merasa tidak aman. Mudah marah, tersinggung, dan mudah sedih atau putus asa. Kehilangan minat bahkan tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan. Sering merasa bersalah dan tidak dihargai. Menarik diri dari pergaulan sosial dan berpikiran negatif.” Ujar Nilam yang menyebutkan beberapa ragam difabel mental, diantaranya skizofrenia, bipolar, autis, gangguan kepribadian, hiperaktif, dan depresi.

“Karenanya seorang dengan difabel mental perlu mendapat dukungan dari keluarga, terutama Ibu. Namun banyak difabel yang tidak mendapat dukungan dari keluarga karena kurangnya pengetahuan dukungan apa saja yang diperlukan oleh seorang dengan difabel mental.  Karenanya dibutuhkan pengarahan dan sosialisasi terkait peran dan dukungan keluarga dalam pemulihan difabel mental terutama peran Ibu.” Demikian NIlam berujar bahwa untuk membantu proses pemulihan difabel mental kita harus mendengar keluh kesah dan curahan hati mereka tanpa harus menghakimi sikap dan tindakan mereka.

“Seorang Ibu harus berempati, mengajak diskusi dan mencoba untuk memberi solusi. Seorang Ibu juga merawat dan memotivasi anak selama melakukan pengobatan, dengan mendampingi mereka dalam memperbaiki hubungan keluarga. Ia harus mengapresiasi dan harus menunjukkan emosi yang positif.” Panjang lebar Nilam menjelaskan bahwa semua peran Ibu ada dan tercantum dalam tujuh fungsi utama peran keluarga yang harus diterapkan pada masing-masing rumah tangga, seperti fungsi peran keagamaan, dimana Ibu harus memberi teladan dan teladan dalam beribadah dan berperilaku bagi anak. Fungsi peran sebagai pembina lingkungan yang mengajarkan anak untuk menjaga keharmonisan keluarga. Fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi cinta kash dan fungsi perlindungan.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.