Lompat ke isi utama
perayaan hut difagana ke empat

Empat Tahun Difagana DIY, Wujudkan Inklusivitas Penanggulangan Bencana

Solider.id, Gunungkidul - Berarak beriringan, tiga buah truk dan satu bus pariwisata membawa anggota Difagana (Difabel Siaga Bencana) DIY dari posko Tagana Gunungkidul yang terletak di Jalan Agus Salim, Kepek, Gunungkidul,  menuju lokasi wisata Pantai Baron, Gunungkidul.

 

Diikuti oleh sekitar 55 orang anggota Difagana dari kabupaten Bantul, Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul dan kota Yogya, Difagana DIY merayakan Hari Jadi yang ke empat dengan mengadakan bakti sosial. Mengisi kegiatan dengan sebuah peringatan untuk peduli lingkungan, kegiatan dilangsungkan selama dua hari sejak 26 hingga 27 November 2021. Mengusung tema “Geropyok Sampah”, sebagai inti kegiatan anggota Difagana melakukan bersih-bersih sampah yang masih banyak ditemukan dan berserak di lokasi wisata Pantai baron.

 

Menurut Saryono, Wakil Ketua Difagana DIY, Geropyok Sampah lahir dari rasa keprihatinan kawan-kawan difabel anggota Difagana akan kurangnya kesadaran masyarakat tentang sampah, yang makin hari makin bertumpuk dan  ada dimana-mana.

“Namun pada dasarnya acara ini juga sebagai sarana edukasi karena kami ingin menyampaikan pada masyarakat, bahwa difabel juga berhak menikmati wisata. Oleh karena itu melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan pada para pengelola wisata dan pada pemerintah, bahwa apa yang menjadi hak teman-teman difabel atau kelompok rentan di lokasi wisata bisa terpenuhi mengingat hal tersebut juga menjadi hak kami.” Demikian Saryono memberi penjelasan sambil mengatakan bahwa ke depan Geropyok Sampah akan  menjadi agenda rutin tahunan.

 

Baca Juga: Inklusi dalam Penanggulangan Bencana

 

Saryono juga berharap agar melalui kegiatan yang telah mereka lakukan, keberadaan teman-teman difabel baik yang sudah bergabung dalam organisasi maupun yang belum bergabung dalam organisasi akan lebih diperhatikan.

 

Dalam kegiatan Geropyok Sampah, nampak hadir bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Sosial DI. Yogyakarta, Kepala Dinas Kabupaten/Kota di wilayah DIY, Kepala Dinas Perindagsos Kabupaten Gunungkidul dan Kepala Seksi Penanganan Bencana Alam dan Sosial DIY dan Kabupaten Kota, Ketua Tagana dan Ketua Posko Tagana DIY dan Kabupaten/Kota, Relawan dan perwakilan dari Palang Merah Indonesia kabupaten Gunungkidul, BPBD, Basarnas DIY, serta beberapa aparat TNI.

 

Memberikan apresiasi yang tinggi dalam kegiatan Geropyok Sampah kali ini, Kepala Dinas Sosial DIY, Subakir, menyatakan kebanggaannya.

“Ikut serta menjaga alam, untuk mengawali pagi ini teman-teman Difagana sudah melakukan geropyok sampah. Ini sebagai bukti teman-teman Difagana peduli pada lingkungan. Dan melalui beberapa kegiatan positifnya, bila pada awalnya nama Difagana belum dikenal, sekarang sudah mulai bergaung di masyarakat. Yang dulunya tidak ada, sekarang mulai nampak keberadaannya. Sehingga dengan semua giat yang dilakukan, sudah banyak yang tahu bagaimana sepak terjang Difagana. Tidak jarang teman-teman Difagana diminta menjadi narasumber dalam  kegiatan kebencanaan di berbagai Universitas, seperti di UNY dan UPN Veteran. Semoga ini menjadi pertanda bahwa pembentukan Difagana menjadi awal yang lebih baik untuk terus berkiprah dalam bidang kemanusiaan serta dalam menjaga alam.” Demikian Subakir menekankan perlunya memberi kesempatan dan motivasi, sehingga dengan nama yang sudah mulai dikenal di masyarakat, Difagana bisa lebih baik dan pas untuk melakukan assesment terhadap apa yang menjadi kebutuhan  difabel lain.

 

Empat tahun diakui Deddy Kaliri, Ketua Difagana DIY, sebagai sebuah perjalanan yang tidak mudah, dan menjadi momentum yang luar biasa bagi Difagana untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat, bahwa difabel bisa melakukan kegiatan dalam hal kebencanaan. Sehingga dalam perjalanannya Difagana telah banyak terlibat dalam hal kebencanaan. Menyebut beberapa misi kemanusiaan yang pernah dilakukan Difagana di Palu dan Lombok, saat ini Deddy mengatakan bahwa Difagana tengah fokus melakukan pendampingan vaksinasi pada masyarakat difabel di semua kabupaten/Kota.

 

Sebagai wujud kepedulian, sumbangsih tanda kecintaan, dalam kesempatan ini secara simbolik Deddy menyerahkan enam buah bak sampah kepada Kepala Dinas Sosial kabupaten Gunungkidul untuk digunakan di lokasi wisata Pantai Baron.

 

Mengakhiri Peringatan Hari Jadi ke Empat Difagana DIY, dalam refleksi empat tahun perjalanannya, sebagai Ketua Difagana DIY, Deddy hanya berharap agar dalam perjalanan ke depan, semua masukan dan saran yang sudah disampaikan bisa menjadi usaha perbaikan bagi anggota dan pengurus untuk kemajuan dan makin solidnya Difagana di masa mendatang.

“Difabel bisa menjadi motivasi bagi sekitar dan bisa berdaya lewat apa yang telah kami lakukan.” Mengakhiri kegiatan, Deddy melambaikan tangan tanda perpisahan. Sampai jumpa Hari Jadi Difagana untuk Kesiapsiagaan bencana yang lebih inklusi tahun depan.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.