Lompat ke isi utama
surat keputusan tentang KND

Akhirnya Warga Difabel Segera Memiliki Komisioner Komisi Nasional Disabilitas

Solider.id – Pengumuman hasil seleksi tes kesehatan dan wawancara calon komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2021 – 2026, resmi disampaikan melalui surat Nomor 68/KND/11/2021 yang ditandatangani di Jakarta pada 19 November oleh Harry Hikmat selaku Ketua panitia seleksi.

 

Dari dua puluh satu peserta yang mengikuti seleksi tes kesehatan dan wawancara calon komisioner KND, yang dinyatakan lulus sebanyak empat belas orang. Nama-nama calon tersebut kemudian akan sampaikan kepada Joko Widodo, dan akan ditetapkan tujuh orang komisioner berdasarkan keputusan Presiden RI.

 

Mengutip dari surat keputusan tersebut, pihak panitia seleksi membuka tangan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat terhadap empat belas nama calon yang dinyatakan lulus tahap ini. Masyarakat dapat menyampaikannya melalui pos ke alamat sektretariat panitia seleksi, atau melalui email yang dibagikan panitia paling lambat Rabu, 24 November 2021 hingga pukul 12.00 WIB.

 

Baca Juga: Tes Tahap Dua Telah Usai, Begini Harapan Sejumlah Calon anggota KND

 

Kriteria yang dinilai dari calon komisioner KND

Dari sejak awal diumumkan adanya seleksi terbuka calon anggota komisioner Komisi Nasional Disabilitas atau KND pada 21 desember 2020 silam, animo masyarakat sangat luar biasa. Mereka yang berminat untuk maju menjadi calon kandidat bukan hanya dari kalangan masyarakat difabel saja. Tersedianya kuota untuk  kalangan nondifabel pun, sangat dilirik dan diperebutkan.

 

Awal pembukaan, pihak panitia menerima data peserta total lebih dari seribu dua ratus calon. Seiring tahapan seleksi tes yang harus diikuti setiap peserta dengan kurun waktu sangat panjang, akhirnya menyisakan empat belas nama terpilih.

“Tentang KND ini memang merupakan rangkaian seleksi tes yang begitu panjang. Penilaian kepada para calon komisioner KND adalah profile assessment, yang meliputi tes kepribadiannya, intelegensinya, pembuatan makalah, tes kesehatan dan wawancara. Dari ribuan calon peserta, hasil akhir hanya empat belas nama yang akan diajukan kepada  Presiden untuk dipilih tujuh orang yang akan duduk di KND nanti,” terang Eva Kasim dari Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial RI.

Siapa yang akan duduk di komisioner KND?

Mereka yang berhasil lulus hingga tahap empat belas besar dari nama calon komisioner KND selain memiliki potensi dan kompetensi, tentu para peserta yang memiliki kriteria sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan panitia seleksi.

Ada 12 kriteria calon angotan KND, diantaranya yang menjadi khusus adalah pada poin (4) Mempunyai pengalaman di bidang penyelenggaraan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, paling singkat 5 (lima) tahun. Poin (5) Berwibawa, jujur, adil, dan memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Dan poin (12) Aktif dan memiliki jaringan di pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, Lembaga Kesejahteraan Sosial, media dan perguruan tinggi.

Dari empat belas nama calon komisioner KND yang lulus seleksi tes kesehatan dan wawancara, mereka terdiri dari 6 orang difabel fisik, 1 orang difabel ganda, 2 difabel sensorik netra, 1 orang sensorik rungu wicara, 4 orang nondifabel.

“Empat belas nama calon yang lulus tahap ini sudah diajukan kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Dan nanti Presiden lah, yang akan memilih tujuh orang sebagai komisioner KND periode 2021 – 2026. Menurut rencana, tujuh nama tersebut akan disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional 3 Desember mendatang. Untuk tempat pelantikan masih menunggu informasi lebih lanjut,” papar Eva.

 

Berdasarkan pasal 7 dan pasal 13 Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020, tujuh anggota komisioner KND terdiri dari empat anggota yang mewakili ragam difabel, dan tiga anggota dari nondifabel.

 

Ini artinya, dari empat belas nama yang ada para kandidat tunggal lebih memiliki peluang yang sangat besar untuk duduk sebagai komisioner KND. Namun, para kandidat masih harus sabar menunggu hasil pilihan dari Presiden RI.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

  

The subscriber's email address.