Lompat ke isi utama
POSTER WEBINAR SERI JELANG HDI

Webinar Series Jelang Hari Disabilitas Internasional

Solider.id, Bandung – Jelang Hari Disabilitas Internasional (HDI) 3 Desember 2021, Kementerian Sosial Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pusat, bersama Ketua Panitia HDI Pusat 2021 menggelar acara webinar series ke 1 pada Kamis pagi (18/11).

 

Acara tersebut diikuti oleh lebih dari lima ratus peserta yang terdiri dari Dinas Sosial dari berbagai daerah, perwakilan organisasi penyandang disabilitas (OPD), Tenaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (TKSPD), serta perwakilan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai daerah di tanah air.

 

Indonesia Inklusi, Tangguh dan Tumbuh, dipilih menjadi tema besar dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021. Menurut yang direncanakan panitia penyelenggara, HDI akan digelar dalam dua versi yaitu luring dan daring.  

“Untuk tempat pelaksanaan kita masih menunggu informasi lebih lanjut, apakah akan di daerah atau lokasi tertentu lagi seperti biasanya, atau di istana presiden. Sebab, dalam HDI tahun ini juga akan diumumkan serta pelantikan tujuh nama yang akan duduk di Komisi Nasional Disabilitas (KND),” terang Eva Kasim, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas.

 

Baca Juga: Usung Cita-Cita Jatim Inklusi, Pegiat Difabel Setempat Siapkan Kegiatan HDI

 

Eva juga sedikit memaparkan kegiatan yang akan berlangsung saat HDI nanti, diantaranya: kegiatan berdialog dengan Komisi 8 dan Komisi 3 DPR RI, yang akan membicarakan tentang transformasi difabel dibawah kepemimpinan menteri sosial sekarang. Dan dari Kementerian Agama tentang bagaimana difabel Tuli belajar membaca Al-quran,

 

Selain itu juga akan ada kegiatan vaksin, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi difabel yang belum punya, kegiatan melukis bersama ibu menteri dalam kanvas yang besar, akan ada lelang karya dari masyarakat difabel, juga akan ada pembagian bantuan di balai-balai wilayah setempat.

“Diharapkan semua peserta dapat mengikuti HDI, baik luring maupun daring. Untuk di daerah juga diharapkan bisa memperingatinya dan memasang umbul-umbul, spanduk tentang hak-hak difabel sebagai sarana edukasi dan advokasi publik, agar menumbuhkan perbaikan situasi kehidupan masyarakat difabel yang lebih baik di linkingkungannya,” tambah ia.

 

Syamsuddin Sar, Ketua HDI Pusat juga mengatakan tema yang diambil diharapkan dapat diwujudkan bersama. Tema HDI Indonesia inklusi, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh ini karena Indonesia sedang tumbuh dan mulai memperhatikan kebutuhan difabel, untuk mendorong kemajuan difabel dalam program-program pemerintah yang akhirnya dapat menuju Indonesia yang inklusi.

“Variasi pertumbuhan HDI yang kita ketahui adalah sudah ada regulasi, sudah ada aturan, tugas kita untuk mengawal semua regulasi yang sudah ada tersebut,” tegasnya.

 

Senada dengan Gufroni Sakaril, Ketua PPDI Pusat yang terus mengarahkan organisasinya untuk mewujudkan inklusi di tanah air. Ia juga mendorong kepada wilayah-wilayah di tanah air yang belum memiliki Peraturan Daerah atau Perda Disabilitas untuk segera merumuskan dan mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Perda tersebut.

“Masih banyak  daerah yang belum punya Perda, ini masih perlu advokasi. Payung hukum diperlukan untuk mengimplementasikannya. Tantanggan tersebut ada di implementasi setelah adanya payung hukum tadi, terang Gufroni.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.