Lompat ke isi utama
Logo Peparnas 2021

Fakta Sejarah Baru dari Peparnas XVI Papua

Solider.id – Papua resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON ke-XX dan Pekan Paralimpik Nasional atau Peparnas ke-XVI sejak 2014 silam. Sambutan hangat dari warga Papua serta jajaran pemerintahan provinsi di wilayah timur tanah air tersebut melahirkan jargon ‘Torang Bisa.’

 

Secara frasa ‘Torang’ merupakan sebuah singkatan dari ‘Kita Orang’ yang menjadi kata atau ucapan khas Papua untuk memberikan semangat. Torang Bisa memiliki makna Kita Orang Bisa. Artinya, mereka, masyarakat dan pemerintah Papua bisa mengemban dan menjalankan kepercayaan besar sebagai tuan rumah pesta olahraga tingkat nasional.

 

Setelah perhelatan PON berhasil dilaksanakan dengan sukses pada 2 hingga 15 Oktober 2021 kemarin, kini saatnya Papua menjadi lokasi penyelenggara Peparnas dan menjamu kontingen atlet difabel dari 33 provinsi di Indonesia.

 

Baca Juga: Peparnas 2021 di Tengah Pandemi, Begini Skenario Panitia Besar

Kepercayaan sekaligus tantangan

Terbatasnya infrastuktur olahraga merupakan salah satu tantangan dalam menyelenggarakan pekan olahraga tingkat nasional di tanah Papua. Selain belum memiliki stadion berkelas internasional, sarana dan prasarana lain juga belum memadai untuk aksesibilitas bagi masyarakat difabel.

‘Torang Bisa.’ Atas kolaborasi yang profesional antara pemerintah provinsi Papua dengan pemerintah pusat, persiapan infrastuktur olahraga pun bertahap berhasil dibangun bahkan berskala intermasional. Stadion Lukas Enembe misalkan, Presiden Joko Widodo hingga menyebutnya stadion terbaik di Asia Pasifik. Papua juga kini memiliki stadion Area Akuatik yang menjadi kolam renang terbaik di Indonesia Timur. Perbaikan jalan dan bandara juga dilakukan.

 

Pembangunan infrastuktur tersebut dirancang dengan konsep aksesibilitas agar memudahkan masyarakat difabel. Sarana dan prasarana yang baru maupun yang diperbaiki ini, kedepan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet difabel maupun nondifabel di Papua.

 

Menjadi tuan rumah PON dan Peparnas juga dapat membangkitkan ekonomi lokal, selain di sektor pariwisata. Dengan mereka mempublikasikan Papua, bisa menjadi salah satu bentuk promosi marketing tentang Bumi Cendrawasih tersebut.

“Peparnas Papua ini merupakan bagian terpenting dari usaha pemerintah Papua dalam membangun dan mendorong persamaan hak dan kedudukan bagi masyarakat difabel untuk mengembangkan potensi dalam olahraga prestasi,” ungkap Lukas Enembe, S.I.P., M. H. Gubernur Papua.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyukseskan Peparnas Papua ini adalah dukungan untuk para atlet difabel, seperti pendamping dan standarisasi sarana prasarana termasuk penginapan yang aksesibel. Penanganan protokol covid-19, pelaksanaan pertandingan hingga alat pertandingan pun perlu perhatian khusus.

 

Baca Juga: Pelepasan Tim Kontingen Peparnas XVl Papua Asal NPCI Kota Bandung

 

Sejarah baru dari Peparnas XVI di Papua

Aksesibilitas infrastuktur yang dibangun untuk kegiatan PON dan Peparnas Papua sudah memenuhi stadsarisasi. Berabagai cabang olahraga yang biasa dipertandingkan yaitu, Angkat Berat, Atletik, Bulutangkis, Catur, Blind Judo, Panahan, Renang, Tenis Lapangan Kursi Roda, dan Tenis Meja.

 

Sedangkan, Boccia, Menembak, Sepak bola CP, merupakan jenis cabang olahraga baru pada ajang  Peparnas dari dua belas cabang olahraga yang dipertandingkan. Kehadiran cabang olahraga baru tersebut memberikan peluang kepada para atlet difabel untuk meraih prestasi dengan pilihan sesuai bakat dan kemampuannya.

 

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Didik Suhardi, mengatakan pemerintah telah mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan dalam penyelenggaraan Peparnas Papua.

"Mulai dari aspek akomodasi, arena, peralatan pertandingan, keamanan, transportasi, kesehatan, konsumsi, teknologi informasi, publikasi, semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Utamanya akomodasi yang layak disabilitas dan aksesibilitas bagi mereka agar nyaman dalam bertanding," ujar Didik.

Presiden Jokowi hadir langsung saat pembukaan PON di Stadion Lukas Enembe. Namun, untuk Peparnas ini Jokowi berjanji akan hadir saat penutupan di stadion Mandala. Sedangan pembukaan dilakukan oleh Ma’ruf Amin Wakil Presiden, dikarenakan Jokowi sedang melakukan karantina covid-19 setelah tugas kenegaraan ke luar negeri.

Peparnas XVI Papua juga menjadi sejarah tersendiri di tanah air. Untuk kali pertama olahraga tingkat nasional ini dilakukan di daerah Indonesia Timur. Prestasi atlet Papua hingga Selasa (9/11) pukul 20:00 WIT memimpin kedudukan di rangking teratas, menggeser provinsi lain dengan meraih 49 Emas, 29 Perak, 28 Perunggu. Total raihan 106 mendali dengan menyisakan waktu pertandingan empat hari sebelum penutupan.

 

“Torang Hebat.” Demikian jargon baru yang disematkan Joko Widodo saat resmi menutup Pekan Paralimpik Nasional XVI di Stadion Lukas Enembe. Bapak Presiden Republik Indonesia pun penuhi janji hadir langsung di Papua. Kebanggan tersendiri untuk masyarakat di tanah air. Papua berhasil menjadi juara umum dengan hasil prestasi perolehan total sebanyak 306 mendali, yang terdiri dari 127 emas, 86 perak dan 93 perunggu. Disusul Jawa Barat dengan perolehan 110 emas, 92 perak dan 75 perunggu, dan urutan ketiga Jawa Tengah dengan 89 emas, 59 perak dan 76 perunggu.

“Torang Hebat. Sekali lagi saya katakan bukan lagi ‘Torang Bisa’, tapi ‘Torang Hebat.’ Selamat atas capaian prestasi Kontingen Papua yang berhasil menjadi juara umum dan telah sukses menjadi tuan rumah Peparnas ke XVI,” ucap Jokowi sekaligus penutup acara Pekan Paralimpik Nasional di Papua.

Baca Juga: Isu Suap-Menyuap Meruap Jelag Peparnas Papua 2021

 

Sejarah lokasi Peparnas di Indonesia

Peparnas 1 di Surakarta Jawa Tengah (1957) juara umum Jawa Tengah. Peparnas ll di Surakarta Jawa Tengah (1959) juara umum Jawa Tengah. Peparnas lll di Surakarta Jawa Tengah (1964) juara umum Jawa Barat. Peparnas lV di Yogyakarta DIY (1969) juara umum Jawa Barat. Peparnas V di Bandung Jawa Barat (1972) juara umum DKI Jakarta.

 

Peparnas Vl di Ujung Pandang Sulawesi Selatan (1975) juara umum Sulawesi Selatan. Peparnas Vll Surakarta Jawa Tengah (1980) juara umum DKI Jakarta. Peparnas Vlll di Surakarta Jawa tengah (1984) juara umum Jawa Tengah. Peparnas lX di Malang Jawa Timur (1988) juara umum DKI Jakarta. Peparnas X di Yogyakarta DIY (1993) juara umum DKI Jakarta.

 

Peparnas X1 di Bandung Jawa Barat (1998) juara umum Jawa Barat. Peparnas X1l di Palembang Sumatera Selatan (2004) juara umum Jawa Barat. Peparnas X1ll di Samarinda Kalimantan Timur (2008) juara umum Jawa Tengah. Peparnas XlV di Pekanbaru Riau (2012) juara umum Jawa Tengah. Peparnas XV di Bandung Jawa Barat (2016) juara umum Jawa Barat.

 

Peparnas XV1 di Jayapura Papua (2021) juara umum Papua. Sedangkan Peparnas XVll di Banda Aceh dan Medan provinsi Aceh dan sumatera Utara akan diselenggarakan pada 2024 mendatang.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.