Lompat ke isi utama
pemetaan perguruan tinggi inklusi bagi difabel

Memetakan Perguruan Tinggi Inklusi Melalui Formulir Pendaftaran

Solider.id – Melakukan riset data primer terkat inklusivitas Perguruan Tinggi (PT) di Kota Yogyakarta. Riset dilakukan dengan menganalisis instrumen pada dokumen formulir digital pendaftaran mahasiswa baru (PMB). Salah satu instrumen riset yang dianalisa yakni pertanyaan terkait kebutuhan khusus calon mahasiswa. Hasil riset menunjukkan ada 37 PT di Kota Yogyakarta, semua adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dari 37 PTS, 24 PTS dapat ditemukan formulir PMB. Dari 24 PTS, terdapat 2 PTS yang membuka kesempatan pada seluruh jurusan bagi calon mahasiswa difabel. Lalu, 2 PTS lainnya memberlakukan afirmasi atau memberi kesempatan pada fakultas tertentu saja. Sedangkan, 20 PTS lainnya tidak mencantumkan instrumen asesmen kebutuhan khusus.

 

Konstitusi menjamin hak pendidikan setiap warga negara sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia. Kebutuhan dan hak difabel dalam pendidikan, perlu difasilitasi secara terbuka. Sebab, pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor penentu dalam memperoleh pekerjaan, karir, dan mencapai kualitas hidup mandiri.

 

Upaya meniadakan hambatan bagi calon mahasiswa difabel bisa dimulai dengan melakukan asesmen. Hasil asesmen memberikan catatan terkait kebutuhan khusus, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan menyediakan aksesibilitas yang sesuai. Makin dini perguruan tinggi melakukan asesmen melalui instrumen formulir pendaftaran terhadap calon mahasiswa, makin mudah pula kampus memberikan pemenuhan kebutuhan mereka.

 

Namun, faktanya justru berkebalikan. Tidak semua PT (Perguruan Tinggi) mengimplementasikan pasal-pasal pendidikan inklusif. Hal itu dibuktikan Solider.id dengan melakukan pemetaan terhadap instrumen (formulir) PMB terhadap 37 PTS di Kota Yogyakarta, Oktober 2021.

 

Dalam preliminary report (1999), Katarina Tomasevski kepada Commission on Human Rights United Nations, pelapor khusus hak atas pendidikan, mengemukakan empat ciri (features) yang esensial yang perlu diperhatikan baik untuk pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi.

 

Dalam butir 6 General Comment E/C.12/1999/10, 8 Desember 1999, empat ciri-ciri tersebut ialah, pertama, availability (ketersediaan), mengacu pada tiga macam kewajiban pemerintah yaitu: pendidikan sebagai hak sipil dan politik mensyaratkan pemerintah untuk mengizinkan pendirian sekolah-sekolah yang menghargai kebebasan terhadap pendidikan dan dalam pendidikan. Lalu, pendidikan sebagai hak sosial dan ekonomi mensyaratkan pemerintah untuk menjamin pendidikan wajib dan tanpa biaya bagi anak usia sekolah. Terakhir, pendidikan sebagai hak budaya mensyaratkan dihargainya keragaman, khususnya hak-hak bagi kelompok minoritas dan penduduk asli. 

 

Kedua, accessibility (keterjangkauan), berarti pemerintah harus menghapuskan praktik-praktik diskriminasi fisik (kedisabilitasan), gender dan rasial, serta menjamin pelaksanaan hak asasi manusia secara merata, dan pemerintah tidak sekadar puas dengan hanya pelarangan diskriminasi secara formal. Ketiga, acceptability (penerimaan), mempersyaratkan penjaminan minimal mengenai mutu pendidikan, misalnya persyaratan kesehatan dan keselamatan atau profesionalisme pengajar. 

 

Keempat, adaptability (kesesuaian), mempersyaratkan penyelenggara pendidikan untuk tanggap terhadap kebutuhan setiap anak. Selain itu, dalam Pasal 97 dan 98 UU Disabilitas disebut pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin infrastruktur yang mudah diakses oleh Penyandang Disabilitas. Affirmative Action, or Both?, vol. Rev. 1045 (57 Wash. & Lee L, 2000). 

 

 Selama ini menemukan perguruan tinggi inklusif, sebagaimana keempat ciri di atas, menjadi persoalan tersendiri bagi calon mahasiswa difabel. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian untuk mengetahui keterbukaan, keterjangkauan, kesesuaian, kesempatan atau peluang PTS di Kota Yogyakarta terhadap calon mahasiswa difabel.

 

Pemetaan ini bertujuan memberi gambaran kepada difabel lulusan SMA/SMK memilih perguruan tinggi inklusif sesuai dengan kebutuhan atau kondisi disabilitas yang menyertai maupun kedekatan dengan tempat tinggal.

 

Pertama-tama, pemetaan dimulai dengan membuka website Kopertis Wilayah V Yogyakarta, sebuah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi berbasis di Yogyakarta. Lembaga ini memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan berbagai layanan dan informasi pendidikan tinggi, dalam hal ini perguruan tinggi swasta. Secara kebetulan semua PT yang ada di Kota Yogyakarta, seluruhnya adalah swasta.

 

Adapun, langkah-langkah yang dilakukan yaitu membuka peramban (browser) Google Chrome. Lalu, ketik kata kunci “ll dikti wilayah 5” tanpa tanda kutip.

Pada hasil pencarian, temukan dan  klik tautan https://lldikti5.kemdikbud.go.id. Berikut adalah tampilan website Kopertis Wilayah V Yogyakarta.

 

https://lh5.googleusercontent.com/x_Iprx6jDHJ2aZrqhFYtYwALDtt2u6gqn5AVDC3ORdDJ4aM7gBsx1lS5l2sfPij5Wf_rFY4o4za3ZyHrh7qH8SkQY2xI_wJWyHV1pahm0mQrMPx4q-5xxRkk0fk2rqUwC58Njylx=s0

 

Setelah masuk di website Kopertis Wilayah V, klik menu Informasi Publik, lalu klik warta. Tampilannya akan terlihat seperti berikut ini:

 

https://lh5.googleusercontent.com/ehLeQSdJ72kod21SBtXcnKV7nI6ratI8skQ58JUdihk7K87UKW0sRQ3rDeGsnAUwzt-gFOwdaoL8q0vMychfESRtpBy0NYBHWviMeDkYcLgURLQgneSkhO-NSlATzQb4Y3lyUUEK=s0

 

Kemudian menuju bagian bawah dari halaman situs dan pilih PTS. Lalu pilih dan klik edisi terbaru Juni 2021. 

 

https://lh4.googleusercontent.com/UqzuGZlJbcKNrQoDIkn_3bEAZt49c86N__9XD7NL_7ArMp9fs7GONYLf6qZU0DlGApYy_tsaJzwmeJENm3BWOztRVmMQxqaMAKEBiXZdW-9Z2qOdFK80nZOmTS1FDa2aAIdG2Z7P=s0

 

Kemudian. menuju halaman terakhir (halaman 36). Langkah ini digunakan untuk mendapatkan data Perguruan Tinggi Swasta di Kota Yogyakarta. Berikut tampilannya:

 

https://lh4.googleusercontent.com/Yc7eumyxLjqjBoL7s27uC1oUOrIV-FThzGH9MJ4rSHnwpapgdpaybh3stnUi5eYyurOMb3brYeVFYyojW3OTRk_AYsdfINJ4e9mqaeX_M8NO6pfYbkBl9-CWoK3Rj67-LJBf6eYx=s0

 

Setelah mendapatkan daftar PTS di Kota Yogyakarta, Solider.id mengumpulkan instrumen formulir PMB tiap-tiap kampus tersebut. Caranya, dengan melihat maupun mengunduh formulir pendaftaran PMB di laman resmi masing-masing PTS.

 

Langkah ini dilakukan dengan menggunakan Google Chrome. Caranya, ketik kata kunci: “formulir PMB[spasi]nama kampus[spasi]filetype:pdf” tanpa tanda kutip. Contoh: formulir pmb ukdw filetype:pdf, lalu enter, untuk melihat formulir PMB Universitas Kristen Duta Wacana.

 

Formula “filetype:pdf” berfungsi menyaring hasil pencarian hanya berupa file berekstensi pdf. Ekstensi ini bisa diganti sesuai kebutuhan misalnya dengan doc, docx, xls, csv, ai, dan lainnya. Gambar tangkapan layar hasil pencariannya sebagai berikut: 

 

https://lh4.googleusercontent.com/xlNipPIk34HB9loH14qcC5sj0nhuPdPZU8LuVGZgCmzYdpwzBWXP0lFSoU6SPKPREocXeo31GJO8aJUblm9jj7x5iFNroA9cBxjL663uDTNDeg0jtFTqVxpvXfKTiTKTOfF9Ec5e=s0

 

Lalu, klik atau pilih link pmb: https://pmb.ukdw.ac.id/dokumen/Formulir%20PMB%20UKDW%202020.pdf. Hasilnya terlihat seperti pada gambar berikut:

https://lh4.googleusercontent.com/yd3lGlKdtOchR5Rqrkd627THfa73GiXERaa-teF56pI3KVCvOp9n0ng1QEYnIkmIgJhKU4YkauRcux9UVK4bwzR3K9N68XuBTkRbkyJj5LMIK60j_G9sF__z3c5WHAsSrIDEM6sN=s0

 

Berikutnya, mengunduh formulir pendaftaran PMB Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Masih dengan memakai Google Chrome ketikkan formulir pmb ust filetype:pdf lalu tekan enter.

 

Pada hasil pencarian Google, pilih atau klik tautan berikut ini http://www.pmb.ust.ac.id/prosespilihandaftcar.php. Hasilnya terlihat seperti pada gambar berikut ini.

https://lh5.googleusercontent.com/tjFPIgKtT_dSpqKjYlOl05ykHGpg9S4DyWBWTmOGSqBJkQneeEV1mPe2GgijzuLFIa_H0RVsPNak-UbnzRthl0l8iGHqR-As1VC-Ziae7N7437NKDEJNoxxisIeDXv6wuYPZzpT7=s0

Tak hanya itu, dengan mengganti nama PTS pada kata kunci pencarian Google, langkah ini bisa dipakai untuk mendapatkan instrumen formulir PMB Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Lakukan cara ini untuk mengunduh semua formulir PMB PTS Kota Yogyakarta.

 

Berikut ini adalah tampilan tangkapan layar saat Solider.id membuka formulir pendaftaran PMB Universitas Ahmad Dahlan. Dari Google Chrome, ketikkan formulir pmb uad filetype:pdf, klik https://pmb.uad.ac.id/jalur-jogjaversitas/    

Hasilnya sebagai berikut:

https://lh6.googleusercontent.com/lHW6XBkq3Dr7OwJkDsV5Dbq1olBd3xzM8BDkEDc_B4nElGrrSzU2JIA6ZAdw30XL8aoQfyq9Kanz2DcSup4ZtXEs2J0gWvj1DFg6UjQCKs8LWkGF5LBEV5lBYHTX7OOIlJddDESZ=s0

Hasil pemetaan dicatat dalam sebuah tabel. Langkah selanjutnya membuat tabel check list, menggunakan Google Spreadsheet. Untuk membuka Spreadsheet, perlu beberapa cara: pertama, login ke gmail, kemudian klik google apps  atau aplikasi google (tanda titik berderet, di kanan atas layar), berikutnya pilih dan klik drive

 

Perhatikan tangkapan layar berikut:

https://lh6.googleusercontent.com/jb-aQL5U1WSjpEHazMBXznvzNkc8-C82hkkSd0Z2wWQq5GZd_4K0E02MRE7gLM9oCGzXFOC2GhwvLHJyNRUiGd_GdYQYO-oMzlzevibnSdpg94TaEXaKlrK_PE-nL-FmrFdsJwev=s0

Lalu, pilih dan klik tanda + untuk membuat spreadsheet baru. berikut gambar tangkapan layarnya:

https://lh6.googleusercontent.com/6c4rvvTo1Yg9FubdOQH2QePp0W3M9g-7yhxiecODzKKczEchW6jwfMFrsYt6zcacVnik7wIxkCaFUDEnsCbNdDmZ_Vi59K6tkuKzmgYri6vmycJieLBtI3XJPVNVJ1K01mILsD1g=s0

Kemudian kita akan berada pada sheet atau lembaran kosong, belum ada nama sheet-nya. Tertulis Untitled spreadsheet atau lembar kerja belum dinamai.  Berikut tangkapan layarnya:

https://lh4.googleusercontent.com/tswNAEnrIhGUFLZLbZ8lYWswsZ3wYdLP4NPJdcAw6mMtsqafVFRPF5gvb9vLHOL3heA5TqJC04ZDziDBkC5CYLo1K0dMfQKrRD2NrUdknE-E0fYw4wxEY-rGwn6UGRvXXUgXpwW6=s0

Sebelum membuat tabel, sebaiknya beri nama work sheet terlebih dahulu. Caranya: arahkan tanda panah (kursor) ke Untitled spreadsheet lalu ketikkan nama work sheet. Solider.id memberi nama Survei Perguruan Tinggi Inklusif di Kota Yogyakarta.

 

Kemudian mulai membuat tabel checklist bergaris. Baris adalah deret vertikal (atas - bawah), sedang kolom adalah deret horizontal (mendatar).  Caranya membuat tabel check list bergaris  adalah: Klik tanda titik 3, lalu klik icon batas (kotak 4 berderet), selanjutnya blok lembar kerja yang akan diberi garis batas, berikutnya klik icon semua garis batas. Hasilnya sebagaimana tangkapan layar di bawah ini:

https://lh5.googleusercontent.com/3Z1haLBnxpoEgOCtjDgVg2DsEBnCQlM8A4fMnPnXCpGSBFqszbBfWRIqO7JzKNn8Pdi0qbxXwBU_gBpaXCViOqbdh2zu9C1W8mukuhVVvJJZNwP44TZ5GPEY9AJ3V-gwaSD2UbZZ=s0

Langkah berikutnya, ketikkan nama-nama perguruan tinggi, dan mulai melakukan pemetaan. Tidak lupa menyalin dan menempelkan tautan (link) tiap-tiap PT yang disurvei.

 

Daftar nama PTS di Kota Yogyakarta diletakkan pada row, kemudian unsur asesmen kebutuhan khusus pada kolom. Selanjutnya membuat checklist. Yaitu dengan mengetikkan angka “1” dan “0”. Angka “1”, menunjukkan ada instrumen atau pertanyaan terkait asesmen kebutuhan khusus. Sedangkan “0”, menunjukkan tidak ada instrumen pertanyaan asesmen pada formulir PMB. 

 

Data hasil pemetaan disajikan melalui gambar tangkapan layar, di bawah ini:

https://lh6.googleusercontent.com/DiNIEEUsFF38o0fXHj_2_RdurIs3EhejFxBq_Kl75_kLvQvT_W5xPDT4QP-RUU0FaqvMSOA-NlT5MsOZojw0pywu2-mH70bWZlaiPC1r6o2pxaXNMF8gFfba5X-hJJGEfuTYJvB3=s0

Survei dilakukan selama dua hari. Dalam dua hari berhasil mendapatkan data 37 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Yogyakarta. 24 PTS menyediakan formulir PMB sedang 13 lainnya, tidak bisa ditemukan. Berikut ini datanya: 2 PTS terbuka dan memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa difabel dengan berbagai ragam difabilitas ialah Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Sedang 2 universitas yang membelakukan sistem afirmasi tidak boleh buta warna pada beberapa jurusan ialah: Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan  Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi (STSRD) Indonesia. Serta 20 universitas lain di Kota Yogyakarta tidak mencantumkan instrument kebutuhan khusus calon mahasiswa.

 

Data pemetaan ini dapat menjadi informasi penting untuk dikembangkan menjadi peluang kolaborasi menganalisa lebih dalam, memperluas jangkauan wilayah, kriteria inklusi dan lainnya.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.