Lompat ke isi utama
kick of kegiatan  ideaksi secara daring dan luring

Kick Off Program Ideaksi

Solider.id,Yogyakarta  - Terhitung sejak Maret lalu, berbagai ide inovasi telah diajukan melalui Program Ideaksi. Setelah melewati sejumlah tahapan hingga akhirnya terpilihlah 10 tim inovator lokal yang lolos dan berhak mendapatkan pendanaan stimulan untuk mengimplementasikan inovasinya. Maka dari itu, dalam rangka mengawali fase pembangunan implementasi itu, YEU menggelar Workshop “Awal Pelaksanaan Ide Inovasi Penanggulangan Bencana yang Inklusi” pada Jumat (8/10) lalu, dengan sistem bauran (daring dan luring).

 

Mengawali acara pagi itu dr. Sari Mutia Timur selaku Direktur YEU, memberikan pengantar kepada 10 perwakilan tim inovator bahwa saat ini mereka telah sampai pada fase pembangunan yang akan ditempuh mulai Oktober 2021 hingga Maret 2022 mendatang. Ia mengungkapkan bahwa masing-masing tim akan mendapatkan pendanaan CLIP (Community-LED Innovation Partnership) sebesar Rp 85.000.000.

“Dana itu bisa digunakan oleh tim inovator untuk mengembangkan inovasi dan menunjang kegiatan bersama para kelompok lansia, difabel serta pihak terkait. Diharapkan dalam pengembangannya akan tercipta mekanisme umpan balik dari para ahli guna memastikan kelayakan dari ide inovasi. Serta pada akhirnya bisa sesuai dengan kebutuhan lansia, difabel dan kelompok rentan,” jabarnya.

 

Lebih lanjut, Sari menuturkan jika hal ini penting dilakukan untuk membentuk pemahaman antara YEU dengan para tim inovator terkait pendampingan dan pelaporan agar lebih akuntabel dan inklusi. Sebagai sistem pendampingan, masing-masing tim akan mendapat sesi mentoring berupa pemberikan asistensi dan rekan cerita untuk mengkomunikasikan adanya perubahan semisal terjadi. Terlebih dalam workshop ini akan memetakan sejauh mana strategi implementasi serta menyepakati timeline kegiatan dengan masing-masing tim.

 

Baca Juga:  IDEAKSI: Pelatihan Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan melalui Penggunaan Fabo

 

Disisi lain Ratna Susi, penasihat inklusi tim IDEAKSI YEU, menjelaskan mengenai kode etik dan standar akuntabilitas. Menurut Sari, setidaknya terdapat 10 kode etik dalam hal kemanusiaan yang harus dipahami tim inovator. Mulai dari diutamakannya panggilan kemanusiaan, bantuan diberikan tanpa memandang latar belakang, pelibatan penerima manfaat hingga bantuan harus bisa mengurangi kerentanan di masa datang.

 

Sedangkan akuntabilitas merujuk pada tanggung jawab dan transparansi penuh dalam memberikan praktik pengamanan. Pengamanan yang dimaksud adalah urusan setiap orang dan akuntabilitas memastikan bahwa setiap orang mengambil peran dalam melindungi orang rentan. Apabila dikaitkan pada Program Ideaksi jelas unsur akuntabilitas menjadi penting untuk memastikan keamanan bagi kelompok rentan.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Induksi SPO keuangan dan logistik, mekanisme pelaporan narasi, hingga contoh mekanisme keluhan. Para tim inovator juga diberikan waktu pada saat sesi diskusi untuk membicarakannya di dalam forum yang lebih internal. Sesi tindak lanjut dan evaluasi menjadi sesi pamungkas pada acara workshop tersebut.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.