Lompat ke isi utama

Bersama FDTB Kemarau Tak Perlu Galau

Solider.id, Gunungkidul - Dengan kondisi struktur geografis tanahnya yang berupa karst atau batu gamping membuat Gunungkidul sangat berpotensi mengalami kekeringan. Hadir membawa kesejukan bagi masyarakat sekitar, Forum Disabilitas Tangguh Bencana atau FDTB Gunungkidul mengadakan bakti sosial dengan berbagi air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.

Berdiri sejak 2018 lalu, FDTB merupakan anak binaan dari Pusat Pemberdayaan Disabilitas “Mitra Sejahtera”, Gunungkidul.  Memiliki anggota sejumlah 30 orang yang datang dengan beragam difabilitas, FDTB melakukan aksi-aksi sosial berupa edukasi tentang kedifabilitasan, penanggulangan resiko kebencanaan, melakukan gerakan penghijauan pada beberapa titik sumber air dan simulasi kebencanaan.

 

Saat ini, memasuki tahun ketiga FDTB kembali berbagi contoh kebaikan. Drooping air bersih pada beberapa wilayah yang terdampak kemarau panjang, dengan sasaran utama ditujukan ke Dusun Mengger, Desa Mengger, Kecamatan Nglipar telah selesai dilaksanakan pada 3 Oktober 2021 lalu.

“Meskipun terhambat covid 19, namun tidak menutup jalan bagi kita untuk berbagi kebahagiaan melalui satu kegiatan. Karenanya untuk memerangi covid 19 kemarin FDTB sudah berbagi dan menyalurkan Alat pelindung Diri (APD), berbagi masker dan hand sanitizer untuk masyarakat sekitar dan melakukan drooping air bersih untuk beberapa wilayah yang membutuhkan.” Ujar Hardiyo, ketua FDTB yang  menyampaikan bahwa selama ini dalam berkegiatan FDTB telah merangkul Saya Perempuan Anti Korupsi atau SPAK, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DIY, Rotari dan Staffsus Kepresidenan untuk mendukung lancarnya kegiatan.

 

Baca Juga: SIHAWA, Beternak Lele jadi Upaya Berdaya

 

Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini Hardiyo juga mengharap agar semua anggota FDTB yang merupakan perwakilan dari masing-masing kapanewon di Gunungkidul bisa berkomitmen dalam berorganisasi.

“Suarakan ide. Tidak perlu muluk-muluk yang penting bisa kita lakukan. Jangan sampai ada lagi anggapan bahwa selama ini difabel hanya bisa menjadi tukang meminta-minta. Mari kita tunjukkan bahwa sebagai difabel kita juga bisa melakukan satu kegiatan yang memberi kemanfaatan. Memberi dan berbagi pada sesama juga bisa kita lakukan seperti manusia lainnya.” Demikian Hardiyo menambahkan di sela kegiatan pembagian air bersih yang masih akan terus dilanjutkan, melihat masih ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan.

 

Salah satu anggota FDTB dari kapanewon Wonosari, Tri Joko Santoso mengungkapkan perasaannya terkait kegiatan drooping air yang pernah ia ikuti dan lakukan.

“Bagus. Bagus banget. Karena saya sendiri pernah terlibat dalam kegiatan ini. Kalau dulu masih melakukan untuk Yayasan kami, maka sekarang bersama FDTB saya sangat mendukung kegiatan drooping air bersih. Saya berharap kegiatan ini bisa terus ada dan dilanjutkan karena sangat memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Jadi kalau bisa kegiatan semacam ini jangan sampai berhenti.” Ujar Joko yang dalam keseharian juga mengelola Yayasan El Hakim, yayasan yang menampung anak-anak difabel dan anak putus sekolah untuk mendapatkan keterampilan tambahan.

“Lakukan kebaikan. Bahkan kalau harus dengan merogoh kantong sendiripun itu harus kita lakukan. Tidak perlu menunggu sponsor atau donatur. Jangan sampai kondisi kita yang mengalami keterbatasan menjadi hambatan. Karena justru dengan kondisi keterbatasan, kita harus meningkat dan lebih baik lagi dalam melakukan kebaikan.” Ujar Joko menutup pesan dengan penuh keyakinan.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

 

 

The subscriber's email address.