Lompat ke isi utama
Ini foto kegiatan layanan vaksinasi yang telah selesai diikuti oleh sahabat difabel anggota Pusat Pemberdayaan Disabilitas "Mitra Sejahtera" Gunungkidu

Vaksin Tahap Dua Selesai, Cemaspun Usai

Solider.id, Gunungkidul - Dua pengguna kursi roda berjajar rapi. Beberapa teman Tuli duduk saling bersisian di tepi kursi. Sahabat difabel fisik masih harus sabar menunggu karena masih harus mengantre.

 

Bertempat di Klinik Mitra 2 Karangmojo, Yakub bersama 20 orang sahabat difabel anggota Pusat Pemberdayaan Disabilitas (PPD) “Mitra Sejahtera”, Gunungkidul, melaksanakan vaksinasi covid 19 tahap 2. Kegiatan tersdbut berlangsung 13 September 2020.

 

Dengan jarak antrean yang tak begitu panjang, lokasi vaksinasi yang terbilang jauh tak membuat  difabel tidak semangat. Mengaku selain tempatnya yang bersih dan nyaman, Puji Astuti, salah satu peserta vaksinasi dari wilayah Kedungpoh Lor, Kapanewon Nglipar, mengatakan layanan yang diberikan sangat maksimal dan menyenangkan.

“Karena klinik ini bersih dan wangi. Petugasnya juga ramah pada kami. Tidak peduli seberapa jauh layanan vaksinasi, yang penting ini menjadi upaya kita untuk lebih sehat saja dan supaya lebih terlindung dari paparan covid 19.” Tutur Puji yang ikut kegiatan vaksinasi demi mendampingi suaminya yang menggunakan kursi roda.

 

Baca Juga:38 difabel kota Kupang Ikuti Vaksinasi Gelombang Dua

 

Tak punya banyak pilihan saat pemilihan lokasi vaksinasi dilakukan di Klinik MItra 2 Karangmojo, Puji Lestari perwakilan dari PPD Mitra Sejahtera mengatakan karena saat itu hanya di Klinik MItra 2 Karangmojo yang sanggup memberikan pelayanan vaksinasi bagi teman-teman difabel.

“Jadi kami memutuskan untuk melakukan vaksinasi di Klinik Mitra 2 Karangmojo sebagai upaya percepatan vaksinasi bagi sahabat difabel.” Terangnya kemudian.

 

Memilih ikut vaksinasi yang diadakan oleh komunitasnya, bagi Yakub Widada bukan karena di wilayahnya tak ada layanan vaksinasi.

“Waktu itu di kelurahan saya sudah ada vaksinasi, tetapi baru diprioritaskan untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun.” Lanjut Yakub yang masih berusia 34 tahun ini sambil berharap, dengan mengikuti kegiatan vaksinasi yang diadakan oleh organisasinya ia bisa ikut memutus mata rantai penularan covid 19.

“Saya sendiri sebelum ada program vaksinasi sempat khawatir dengan virus ini. Galau lah istilahnya. Tapi dulu kan belum ada vaksin ya, jadi tidak terlalu memikirkan karena lama-lama kita harus bisa menerima dan menyesuaikan dengan pola hidup baru di era new normal.” Kembali Yakub menyatakan perasaannya saat awal mula pandemi melanda.

 

“Sebenarnya masih khawatir juga walaupun sudah ikut vaksin. Kan virus ini masih bisa menular pada siapapun. Hanya kita sendiri yang harus taat dan mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu upaya terbaik kita agar terlindungi dari paparannya.” kata Yakub yang seolah ingin kembali mengingatkan.

 

Bagi Yakub dan teman-temannya hanya satu harapan yang ingin disampaikan. Kondisi imunitas masyarakat telah stabil dengan vaksinasi yang sudah selesai. Pandemi covid 19 bisa segera usai.

 

“Segera ikut vaksin ya, Teman-teman. Karena vaksin tidak semenakutkan yang kalian bayangkan.” Melambaikan tangan dan mengacungkan jempol kanan, Yakub mengajak kawan difabel lain untuk ikut memutus mata rantai penularan covid 19 di Gunungkidul.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

 

 

The subscriber's email address.