Lompat ke isi utama
logo rayanusa

Karya-karya Kecil Untuk Pergerakan Inklusif

Solider.id - Pandemik sudah masuk ke Indonesia, saat komunitas Muara Karya Nusantara (RAYANUSA) didirikan. Rayanusa dibentuk sebagai komunitas daring (dalam jaringan) di mana setiap anggotanya bekerja, berkarya, dan bergerak di daerah masing-masing. Fokus utama komunitas orang muda ini adalah bagaimana caranya difabel di Indonesia ini berkumpul, saling belajar satu sama lain, dan membuat karya bersama-sama. Dibentuk tidak offline, melainkan online bukan karena pandemik merebak. Memang Rayanusa sengaja dibentuk sebagai komunitas online, agar difabel di mana pun mereka berada bisa tetap berjejaring dan berkarya bersama-sama.

 

Rayanusa didirikan bukan sekadar terbentuk, lalu dijalankan secara sembraut. Kami membentuknya selayaknya komunitas, dengan ADART dan susunan pengurus lengkap. Rayanusa satu kali sudah berganti ketua, dan ketuanya yang sekarang adalah Puri Kurnia Putri (mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia).

 

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang karya seni dan sastra, tentu saja Muara Karya Nusantara mencoba terus aktif meng-upload karya-karya. Karya yang rutin di-upload Rayanusa adalah puisi, sajak, cerpen, cover lagu, hingga drama audio. Kami menyadari betul, ada kreatifitas-kreatifitas tertentu yang dikuasai difabel. Contoh seperti bermain musik, menulis, menyanyi, dan seni peran atau akting. Dengan bergabungnya para anggota di Rayanusa, kami berharap mereka bisa memilih bakat sesuai dengan keinginan dan potensi yang mereka miliki dan inginkan, bukan sesuai dengan apa yang diarahkan oleh para perebut mimpi di luar sana.

 

Baca Juga: Jarum Kayu, Orang Muda Bicara Kerja Layak dan Inklusif

 

Salah satu program kerja Rayanusa adalah mengadakan penerimaan anggota baru setiap empat bulan sekali, dan pada bulan September 2021 ini kembali Rayanusa membuka penerimaan anggota baru. Ada tiga tahap seleksi yang diadakan Rayanusa untuk calon-calon anggota baru. Yang pertama adalah pengisian Google Form dasar, pertanyaan meliputi data diri para peserta. Tahap kedua memasuki ranah yang lebih spesifik, yaitu pengisian Google Form dengan pertanyaan terkait potensi dan apa kira-kira kontribusi calon peserta untuk Rayanusa. Tahap terakhir dilaksanakan sabtu sampai minggu, 11 sampai 13 September 2021. Tahap terakhir ini adalah wawancara.

 

Rayanusa berkomitmen melahirkan karya-karya yang bisa memberi edukasi, bukan hanya sekadar karya. Ini didukung dengan latar belakang para anggota Rayanusa, yang rata-rata adalah mahasiswa. Komunitas karya dengan isu-isu pendidikan sangat jarang ditemui, dan semoga komunitas yang masih berusia dini ini bisa menitih langkahnya dengan baik dan terus menerus.

“Banyak pertimbangan untuk memutuskan apakah mereka diluluskan atau tidak, ya. Bukan hanya potensi dan kontribusi untuk Rayanusa. Tapi juga karakteristiknya, apakah dia memiliki karakter yang belum dimiliki Rayanusa. Cara dia bersosialisasi, dan latar belakang dia. Intinya kita harus benar-benar mencari orang-orang muda yang bisa berkarya sekaligus menjadi agen perubahan. Biar kedepannya Rayanusa bisa lebih banyak lagi berperan dalam upaya menginklusikan Indonesia,” ucap  Putra Abi (pengurus Rayanusa) saat kami mengevaluasi hasil wawancara.

 

Kami memang harus teliti dalam menyeleksi calon anggota yang berhak menjadi anggota Rayanusa angkatan 2021, karena kami memiliki harapan besar kepada Rayanusa. Agar kedepannya dengan bibit-bibit difabel yang unggul, Rayanusa ini tidak hanya menjadi sekadar komunitas berkarya. Tetapi juga bisa menjadi komunitas yang turut berperan dalam membangun Indonesia inklusif, dari karya-karya kecil yang para anggota lahirkan.

 

Pekerjaan memilah-milah anggota yang memang punya kualitas untuk berkarya sekaligus menyebar pengetahuan memang sulit, kami bahkan harus bingung setengah mati untuk memutuskan hendak memilih potensi atau karakteristik yang mana. Kami tidak mau salah pilih anggota baru. Karena bisa berakibat besar terhadap masa depan Rayanusa sebagai komunitas yang kami bentuk dan kami bangun, dengan niat untuk menjadi komunitas berkarya difabel muda yang kolaboratif, kreatif, dan inovatif. Dan dengan diterimanya beberapa anggota baru Rayanusa, kami berharap komunitas ini akan lebih berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Semoga langkah-langkah perjuangan menciptakan karya-karya inklusif ini akan panjang, dan langgeng terus.[]

 

 Penulis: Nabila May Sweetha

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.