Lompat ke isi utama
vaksinasi difabel di Yogyakarta

Vaksinasi untuk Difabel dan Lansia: Sinergi Bersama Untuk Mengatasi Covid-19

Solider.id,Yogyakarta - Kelompok rentan seperti difabel, ibu hamil, dan lansia mulai menerima vaksinasi di berbagai daerah belakangan ini. Upaya ini terus didorong dan didukung oleh berbagai pihak untuk meminimalkan risiko terinfeksi Covid-19, sekaligus untuk mengejar target jumlah warga yang divaksin guna memberikan perlindungan kesehatan serta mencapai herd immunity.

 

Dalam rangka membantu percepatan vaksinasi di Indonesia, TNI AU, YAKKUM, YEU, PRY, STIKES Bethesda dan CBM bekerja sama untuk menyelenggarakan program vaksinasi untuk difabel dan pendampingnya yang akan dilangsungkan pada 10 September 2021 di Lapangan Terbang Gading, Playen, Gunungkidul. Peserta yang akan mengikuti vaksinasi ini adalah difabel, lansia, serta pendamping yang sebelumnya telah mendaftar melalui kontak registrasi, maupun difabel dan lansia yang telah didata oleh penyelenggara.

 

Sudah menjadi sebuah keharusan dalam vaksinasi bagi difabel dan lansia untuk menyediakan kebutuhan khusus dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pihak penyelenggara wajib memastikan adanya akomodasi dan fasilitas yang sesuai guna memastikan keterjangkauan dan aksesibilitas vaksin agar dapat diterima dengan mudah.

 

Berdasarkan informasi dari Brigita Ra Sekar selaku Staf Informasi dan Komunikasi YEU, menjelaskan bahwa sejauh ini akses transportasi ke tempat vaksinasi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh difabel dan lansia.

“Maka dalam vaksinasi kali ini, kami terlebih dahulu mencoba mengumpulkan data calon peserta yang akan divaksin serta mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang kira-kira diperlukan, termasuk juru bahasa isyarat dan fasilitas transportasi untuk menjemput dan mengantar difabel dan lansia menuju tempat vaksin,“ jabarnya.

 

Baca Juga: Evaluasi Vaksinasi bagi Difabel, Sejumlah Kendala dan Akses Perlu Diperbaiki

 

Vaksinasi dengan metode Drive Through turut diterapkan sebagai upaya untuk mempermudah proses vaksinasi sehingga difabel dan lansia tidak perlu bersusah payah untuk turun dari kendaraan dan meminimalisir kontak antara difabel dan lansia dengan banyak orang.

 

Peserta vaksin nantinya akan melewati 5 pos yang terdiri dari pos registrasi ulang dan pengumpulan dokumen, pos screening, pos vaksinasi, pos observasi, dan pos lapor pasca observasi. Alur vaksinasi juga telah diintegrasikan dengan prosedur yang akan mempermudah pemberian vaksin.

 

Sebagai contoh, petugas medis akan menghampiri kendaraan peserta vaksinasi baik itu motor, mobil, ataupun bus. Metode “door-to-door” menjadi alternatif yang juga disiapkan apabila ada difabel dan lansia yang kesulitan untuk menuju ke tempat vaksinasi.

 

Kebutuhan berikutnya adalah informasi yang benar dan memadai terkait vaksin. Sebagai prosedur pelaksanaan vaksinasi, pos observasi dan petugas informasi disiapkan setelah peserta mendapatkan vaksin untuk memonitor kondisi dan memberikan informasi terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Penerjemah bahasa isyarat juga disiapkan pada pos ini.

 

Selain aksesibilitas untuk difabel dan lansia, banyak dari masyarakat terutama difabel dan lansia yang belum memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) tidak bisa menerima vaksin. Oleh sebab itu, vaksinasi kali ini hadir untuk memberikan akses bagi mereka yang belum memiliki NIK.

 

Vaksinasi yang memperhatikan aksesibilitas bagi difabel, pendampingnya maupun lansia perlu terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan. Ketersediaan informasi tersegregasi seperti data kelompok masyarakat rentan yang belum mendapatkan vaksin harus diperbaharui secara berkala.

 

Prosedur pendaftaran dan pembuatan NIK untuk difabel dan lansia yang memperhatikan kebutuhan khusus kelompok rentan sangat dibutuhkan sehingga semua warga negara mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang setara dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.