Lompat ke isi utama
ilustrasi difabel netra

Difabel Netra Mudah Tersinggung - Fakta Atau Mitos?

Solider.id - Seperti biasa, saya akan menegaskan terlebih dahulu bahwa memberi stigma ataupun cap negatif pada seseorang itu tidak baik. Pada kasus ini juga. Banyak orang berpikir difabel netra mudah tersinggung, hanya karena mereka mengenal satu dua orang difabel netra yang bersifat demikian. Padahal difabel adalah manusia seperti layaknya manusia yang lain. Mereka memiliki macam-macam sifat, macam-macam pemikiran, macam-macam pilihan hidup dan sebagainya. Yang terpenting, mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda. Sementara kita tahu bersama lingkungan mengambil peran penting dalam pembentukan karakteristik pribadi seseorang.

 

Rasa mudah tersinggung adalah dampak dari insecure (merasa tidak aman karena malu, bersalah, kekurangan atau tidak mampu) yang berlebihan. Menurut psikolog klinis Linda Blair, kita sadar bahwa kita sedang alami insecure jika reaksi pertama pada setiap perubahan adalah takut dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang kita. Dan sebenarnya insecure ini bukan kelainan, insecure adalah hal yang wajar dan sebaiknya dimiliki setiap orang. Insecure membantu seseorang untuk mengontrol tindakannya, kelakuannya, dan membantu mereka untuk hidup sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Karena perasaan insecure sangat identik dengan kontrol diri, rasa enggan melakukan kekeliruan dan semacamnya.

 

Yang salah adalah ketika rasa insecure itu terlalu berlebihan. Karena akan berakibat ke mana-mana. Akan membuat orang tidak percaya diri, mudah tersinggung, merasa tidak dihargai, dan menjadi gampang sekali marah. Rasa insecure ini bisa dikurangi dengan cara bergaul dengan orang-orang yang punya support positif untuk kita. Mencari lingkungan yang menurut kita menerima kita dan bisa men-support kita adalah jalan keluar sementara. Jika kita sudah lepas dari rasa insecure, dan sudah mulai percaya diri. Kita sudah bisa kembali bergaul di lingkungan manapun tanpa rasa insecure yang berlebihan.

 

Baca Juga: Pentingnya Membangun Soft Skill Bagi Difabel Netra

 

Kalian pernah bertemu difabel netra yang mudah tersinggung? Mudah sedih? Mudah merasa tersisihkan, mudah merasa tidak dihargai, mudah marah? Lantas kalian berpikir difabel netra sama dengan mudah tersinggung? Mari kita bahas lebih lanjut.

 

Mudah tersinggung lahir akibat rasa insecure, rasa tidak percaya diri, dan rasa tidak lebih baik dari orang lain yang berasal dari seseorang. Nah, dan penyebab ketersinggungan ini banyak sekali dialami oleh difabel netra. Sebagai difabel netra mereka mudah saja menganggap hidupnya tidak berharga, menganggap keluarganya tidak menginginkan anak buta, menganggap dia tidak lebih baik dari orang-orang yang melihat. Perasaan-perasaan ini umumnya dirasakan oleh difabel baik yang baru menyadari kedifabelannya, ataupun oleh mereka yang mengalami insiden yang mengharuskan mereka menjadi difabel netra.

 

Kembali lagi ke lingkungan. Lingkungan selalu berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri seseorang, membuatnya mudah bergaul, dan memercayai bahwa dia diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Support dari keluarga kepada anak mereka yang difabel, ataupun dukungan dari teman-teman akan membuat difabel tumbuh menjadi orang yang tidak mudah tersinggung.

 

Difabel bukan orang yang benar-benar mirip satu sama lain. Yang sama mata mereka yang tidak bisa melihat, contohnya. Tapi di hal yang lain. Kemampuan, kepercayaan diri, keaktifan, penerimaan terhadap diri sendiri dan lain-lain itu bisa sangat jauh berbeda.

 

Coba perhatikan difabel netra yang memiliki support keluarga yang baik, harmonis, yang menerima bukan hanya materi tetapi juga kasih sayang dari keluarganya. Mereka akan lebih cenderung menjadi difabel yang positif thinking, percaya diri, tidak mudah tersinggung. Bandingkan dengan difabel netra yang keluarganya tidak utuh, dia tidak mendapat kasih sayang, orang tuanya merasa kecewa karena kedifabelan yang dia sandang, dan kehidupannya penuh dengan pukulan. Bagaimana pun difabel netra yang ini akan menjadi orang tidak percaya diri, insecure, dan ujung-ujungnya mudah tersinggung. Ini mirip dengan toxic kepada diri sendiri. Orang-orang yang sering menerima toxic dari lingkungannya, memiliki kecenderungan untuk lebih toxic ke dirinya sendiri.

 

Dari sekarang, mulailah berhenti men-judge seseorang hanya karena dia difabel. Karena difabel adalah makhluk sosial juga, memiliki karakteristik sendiri-sendiri.[]

 

Penulis : Nabila May

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.