Lompat ke isi utama

Pandemi Membawa Rezeki, Arga Bisma Luncurkan Karya

Arga Bisma dan Karyanya

 

Solider.id – Perlahan dan pasti buah dari rasa sabar itu akan dapat dinikmati. Masa pandemi yang belum usai, bagi sebagian orang justru dimanfaatkan untuk mengukir prestasi. Adalah Arga Bisma Ginanjar (24) difabel Cerebral Palsy pengguna kursi roda asal Cianjur, berhasil menuntaskan satu karya tulis yang dikemas dalam bentuk novel.

 

Novel perdana berjudul ‘Real Story Cerebral Palsy,’ (Arashi 2021) yang sudah bertahap ditulis sejak 2014 silam pun, akhirnya terselesaikan dan bisa terbit di tengah kondisi pandemi. Menggugurkan segala keterbatasan serta hambatan yang dimiliki, remaja baru lulus dari SMALB YPAC-D Kota Bandung ini telah membuktikan niat menjadi seorang penulis.

“Hambatan yang dirasakan dalam berkarya, hanya sedikit kesulitan dalam skill saja. Seperti mencari kalimat yang sesuai EYD,” kata Arga.

 

Secara teknis pengerjaan, ia mampu menggunakan leptop dan handphone sebagaimana mestinya. Dalam hal skill menulis, Arga mempelajarinya secara otodidak berawal dari hobi membuat catatan dari hal-hal yang dialami. Dukungan keluarga dalam memberikan semangat, menjadi pondasi terbesar dalam upaya pencapaiannya selama berkarya.

 

Baca Juga: Bagaimana Ayu Utami dan Pramoedya Ananta Toer Gambarkan Difabel dalam karyanya?

 

Berawal dari mimpi menjadi karya yang terselesaikan di masa pandemi

Seperti masyarakat pada umumnya, kondisi pandemi telah mengikat kebebasan bersosialisasi dan bermobilitas. Pun demikian dengan Arga, sejak kelulusannya dari bangku sekolah ia kembali berkumpul ditengah keluarga. Bukan untuk bermanja, Arga memilih untuk tetap produktif menuntaskan tulisan novelnya.

 

Dua buku kumpulan puisi menjadi langkah awal meniti karya di dunia kepenulisan. ‘Rindu Kunci Mimpi (2019) dan Rindu Kunci Mimpi 2 (2020)’ pernah mendapatkan apresiasi kata pengantar dari seorang anggota dewan di tingkat pusat.

 

Remaja yang akrab disapa Daden ini juga memiliki mimpi lain, yaitu menjadi konten kreator. DadenArga TV, channel youtube yang terus aktif diisi dengan tampilkan karya-karya pribadi bersama para penggemarnya.

“Video dengan judul Real Story Cerebral Palsy juga sudah dapat disaksikan di channel youtube DadenArga TV,” terang ia.

 

Novel ‘Real Story Cerebral Palsy’ merupakan kisah nyata kehidupan penulisnya yang memiliki ambisi untuk terus mengejar masa depan dengan menempuh pendidikan. Ketidaktersediaan sekolah yang dapat menerima siswa difabel di daerah kelahirannya, membuat ia berpindah ke kota lain dengan dampingan pengasuh dan tinggal di tempat kost.

 

Di kota rantau, selain sekolah ia juga terus melakukan terapi terutama terapi untuk kelenturan tangan. Sebab, dari banyaknya menuangkan kisah dan kejadian di bangku sekolah itulah, hobi menulis pun mulai ditemukan. Melalui karya, sosok remaja Cerebral Palsy ini ingin lebih dikenali masyarakat luas. Bukan karena kedifabelan yang dimilikinya maupun sekedar ajimumpung karena terlahir dari keluarga pejabat pemerintahan.

“Selain youtube juga membuat website, agar lebih mudah dikenali orang. Kontennya diisi dengan hasil karya yang sudah ada,” punkasnya.

 

Arga juga berbagi pesan kepada para difabel lain agar tetap semangat dan mau memanfaatkan semaksimal mungkin dari akses teknologi internet, guna menunjang dalam menciptakan karya dan mempublikasikannya. Di masa pandemi masih ada sebagian orang kreatif yang mampu melahirkan sebuah karya.[]

 

Reporteer: Srikandi Syamsi

Editor       : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.