Lompat ke isi utama
34 tahun PPDI dalam bentuk ilustrasi

Napak Tilas PPDI Jabar

Solider.id - Maret identik dengan bulan yang penuh sejarah. Selain peristiwa Supersemar, juga identik dengan tonggak kehadiran salah satu lembaga legendaris bagi difabel di Indonesia. Terbentuknya organisasi stuktural ini, merupakan kali pertama yang keberadaannya diakui langsung dibawah naungan pemerintah sebagai wadah perkumpulan para difabel dari seluruh tanah air.

 

Merujuk pada sejarah 11 Maret 1987 silam, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia atau yang disingkat PPDI mulai dibentuk dan berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. PPDI bersifat non partisan dan sangat terbuka untuk seluruh organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas dan organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas tingkat nasional.

 

Seiring perkembangannya hingga kini, PPDI memiliki 36 DPD atau Dewan Pengurus Daerah, 100 DPC atau Dewan Pengurus Cabang, 150 PPK atau Pengurus Kecamatan, serta 15 OPD atau Organisasi Penyandang Disabilitas. Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia inilah yang kemudian menjadi payung bagi mereka, yang berfungsi sebagai wadah perjuangan, koordinasi, konsultasi, advokasi dan sosialisasi tentang isu difabel di tingkat nasional dan internasional.

 

Perkembangan PPDI di Jawa Barat

Menginjak hari jadinya yang ke 34 pada 11 Maret tahun ini, perkembangan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia atau PPDI, baik di tingkat pusat maupun daerah hingga turunannya, terus bergerak dan memiliki andil yang sangat besar terhadap perubahan dan kemunculan segala bentuk regulasi kebijakan yang dikeluarkan oleh para pemangku kebijakan dari pusat hingga kota/kabupaten.

 

Seperti yang disampaikan oleh ketua PPDI Jawa Barat, Norman Yulian, S.E, di kantornya beberapa waktu lalu, keberadaan PPDI di tanah air semakin menyebar, semakin matang, terus mengayomi, bahkan semakin eksis atau semakin dikenali keberadaan serta fungsinya.

 

Mengenai hari jadinya PPDI yang bersamaan tanggal dan bulan dengan hari lahirnya Supersemar, menjadi pengetahuan yang baru untuk masyarakat luas. Momentum hari jadi yang luput dari perayaan besar menjadi ciri tersendiri untuk PPDI dalam pergerakannya, yang lebih memilih agar dikenali melalui sisi lain sesuai dengan tujuan dan fungsi dibedirikannya.

 

“Melalui momentum hari jadi tahun ini yang ke 34, semoga PPDI di Jawa Barat, di Indonesia terus menjadi wadah atau organisasi kepunyaannya masyarakat difabel,” kata Norman.

 

Lebih jauh ia memaparkan kondisi keberadaan PPDI di Jawa Barat yang terus berkembang dan menjalankan fungsinya secara maksimal. Hingga saat ini sudah terbentuk sebanyak dua puluh tiga PPDI di tingkat kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat, dari dua puluh tujuh wilayah. Artinya, pergerakan organisasi ini merata dan sekaligus menggambarkan tentang keberadaan masyarakat difabel di wilayah-wilayah yang sudah terbentuk PPDI.

 

“Tinggal empat wilayah yang sedang kami rancang untuk segera dibentuknya PPDI. Kabupaten Tasik, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, kami targetkan tahun ini ada organisasi PPDI nya disana,” tambahnya.

 

Norman memberikan gambaran lain, yang mungkin akan lebih mudah dicerna dan dipahami tentang keberadaan PPDI di berbagai level dari berbagai wilayah. Ia menyebutnya, keberadaan ketua PPDI di tingkat pusat sebagai Presidennya masyarakat difabel, di tingkat provinsi sebagai Gubernurnya, sedang di tingkat kota/kabupaten sebagai Walikota atau Bupatinya, dan seterusnya hingga lever terbawah.

 

Dari pola gambaran tersebut dapat dipahami lebih mudah secara peran, fungsi dan keberadaan dari PPDI itu sendiri. Setiap ketua di wilayah masing-masing dapat berperan dan menjalankan organisasi sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau AD/ART-nya. Mereka juga diharapkan memiliki inovasi atau terobosan-terobosan, agar organisasi tersebut selain menjadi wadah bagi warga difabel, juga bisa mendorong supaya daerah tersebut menjadi ramah difabel, dan yang terpenting adalah pembentukan peraturan daerah atau perda.

 

“Banyak bagiannya di PPDI, semua harus berjalan sehingga organisasi itu bisa memberikan hasil selain terus berkembang. Tentu sesuai keinginan dari anggaran dasar tadi. Harapan lain tidak hanya terbentuk di kabupaten/kota tapi, sampai ketingkat kecamatan. Dan di Jawa Barat ini, sudah terbentuk beberapa kota/kabupaten yang ada PPDI tingkat kecamatan. Garut, Depok, Banjar, Karawang, dan wilayah lain segera menyusul. Jawa Barat menjadi PPDI pertama di Indonesia yang sudah terbentuk hingga tingkat kecamatan,” papar Norman.

 

Keberadaan PPDI hingga level kecamatan ini sangat berperan dalam membantu mempermudah pelaksanaan pendataan jumlah warga difabel.    

 

Visi, misi serta tujuan PPDI secara universal

Dilansir dari sumber ppdi.or.id, secara universal visi PPDI adalah terwujudnya partisipasi penuh dan kesamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam segala aspek Kehidupan dan Penghidupan.

Sedangkan misi yang dimilikinya adalah: (1) Melakukan koordinasi dan konsultasi tentang semua hal yang berkaitan dengan isu disabilitas. (2) Melakukan advokasi terhadap perjuangan hak dan peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. (3) Menyeimbangkan kewajiban dan hak penyandang disabilitas sebagai warga negara Indonesia. (4) Mengupayakan keterpaduan langkah, potensi penyandang disabilitas dalam rangka peningkatan kualitas, efektifitas, efesiensi dan relevansi atas kemitraan yang saling menguntungkan dan bermartabat. (5) Memberdayakan penyandang disabilitas agar turut berperan serta sebagai pelaku pembangunan yang mandiri, produktif dan berintegrasi. (6) Melakukan kampanye kepedulian dan kesadaran publik sebagai media sosialisasi dan informasi tentang penyandang disabilitas kepada masyarakat.

Tujuan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia ini antara lain; untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas agar memperoleh kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan serta dapat berpartisipasi penuh dalam pembengunan nasional.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.