Lompat ke isi utama
Ardi Nugroho, seorang pemijat netra di Jogja yang terdampak pandemi

Suara Kelompok Difabel Terhimpit Pandemi

Solider.id - Jaringan kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari berbagai organisasi kelompok marjinal menggelar konferensi pers dengan judul “Suara Kelompok Marjinal Terhimpit Pandemi”. Konferensi pers yang diselenggarakan tanggal 18 Juli 2021 ini dihadiri oleh organisasi kelompok marjinal seperti jaringan masyarakat miskin kota, jaringan pekerja rumah tangga, perwakilan organisasi difabel, dan lain sebagainya. Dalam kegiatan ini, wakil dari kelompok difabel adalah Dewi Tjakrawinata dari Yayasan Peduli Sindroma Down Indonesia (Yapesdi).

 

Dewi menyampaikan bahwa kelompok difabel memiliki kerentanan di berbagai bidang. Pertama, dibidang ketenagakerjaan, banyak kelompok difabel yang bekerja disektor informal. Sehingga, mereka tidak terdaftar dalam jamsostek ketenagakerjaan. Alhasil, mereka tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Menurut Dewi, mekanisme penyaluran bantuan sosial dari pemerintah juga tidak sepenuhnya dapat menjangkau kelompok difabel. sebabnya, mekanisme penyaluran bantuan sosial didasarkan pada alamat KTP individu. Padahal, ada kelompok difabel yang tinggal dilokasi yang berbeda dengan alamat yang tertulis di KTP-nya.

 

Kemudian, dibidang pendidikan, kelompok difabel juga memiliki hambatan. Karena sebagian difabel mempunyai hambatan untuk belajar secara online. Akhirnya, beberapa guru mempunyai inisiatif untuk berkunjung ke rumah murid difabel.

 

Baca Juga: Dampak Perekonomian Pasca Pandemi Masih Dirasakan, Berbagai Potensi untuk Bangkit Dilakukan

 

Selanjutnya, bagi kelompok difabel yang terpapar covid-19, situasi menjadi semakin sulit. Hal itu Karena, ada difabel yang membutuhkan pendamping, padahal di rumah sakit orang yang terpapar covid harus di isolasi sendirian. Kalaupun didampingi pendamping, maka sang pendamping juga berisiko terpapar covid.

 

Dewi bercerita, bahwa ada pendamping difabel yang akhirnya meninggal karena mendampingi difabel yang terpapar covid. Ia melanjutkan situasi itu terjadi di Klaten.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.