Lompat ke isi utama
diskusi konekin

Konekin Ngobrolin Kespro Bersama @Tabu.id

Solider.id, Surakarta- Ada yang istimewa di Sabtu (17/7), yakni obrolan santai Konekin yang diwakili oleh Ariek Dimas bersama Tabu.id dan Yasmine sebagai JBI membahas tentang kesehatan reproduksi (kespro). Menurut Aisyah Novanarima dari @Tabu.id, baiknya kespro dipelajari dari anak umur 0-2 tahun. Pengetahuan ini diajarkan baik bagi anak difabel maupun nondifabel. Ini artinya di usia belum masuk kelompok bermain. Di usia ini pun anak juga sudah diajarkan jenis kelamin, bahwa ibu itu perempuan, ayah laki-laki. Kakak A perempuan, kakak B laki-laki, atau ada orang lain yang bekerja untuk keluarga itu misal si mbak itu perempuan, tante perempuan, om laki-laki. Kebanyakan keluarga di Indonesia adalah cheese gender, yakni gender yang dibawanya pada saat lahir.

 

Kemudian antara usia KB dan TK, anak sudah mulai diajarkan tetang bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh siapa pun, misalnya sekitar dada, kemaluan, dan bokong. Untuk anak KB dan TK, sudah bisa diberi pesan/nasihat kalau ada yang memegang daerah dada, dia mesti bilang ke orang tuanya. Lalu mulai masuk SD anak sudah bisa diajarkan tentang kehamilan, tentu dengan bahasa sederhana, bahwa pada sosok laki-laki ada sperma, di rahim ibu ada sel telur.

 

Forum ilmu antara anak difabel dan nondifabel sama, hanya beda cara berkomunikasi dan penyampaiannya saja, yang hanya dipahami oleh anak berkebutuhan khusus. Jika sudah remaja, meski kondisi difabilitas tersebut harus dibantu saat mandi. Orangtua perlu memberitahu bahwa di daerah yang sudah disebut di atas maka dia yang harus membersihkan sendiri.

 

Ada sebuah pertanyaan, ketika anak difabel usia 21 tahun orangtua ingin tahu bagaimana anaknya naksir orang lain, orangtua tidak usah keburu kepo, tunggu hingga anak bicara dengan orangtua. orangtua perlu membuka diri ketika anaknya memberitahu, misalnya anaknya punya ketertarikan kepada sesama jenis, jangan pernah menghakimi apa yang menjadi perasaan anaknya itu.

 

Lalu bagaimana menyikapi anggapan bahwa difabel adalah aseksual atau memiliki perasaan/hawa nafsu pada lawan jenis? Adanya stereotip tersebut terjadi sebab difabel minim mendapatkan akses informasi tentang kespro. Karena anggapan masyarakat masih seperti itu, juga anggapan bahwa difabel tidak mampu bereproduksi/infertil sehingga tidak mendapat pendidikan yang layak dibanding anak yang lain/non difabel.

 

Tabu.id sendiri dalam acara-acaranya menyediakan JBI bagi Tuli dan berusaha akses pula untuk netra. Tabu.id juga berusaha menjangkau orangtua atau wali. Aisyah berharap ada teman-teman difabel yang hadir live untuk memberi masukan, sebenarnya informasi seperti apa yang harus mereka buat, atau jika ada pertanyaan yang belum dijawab secara langsung, mereka berharapa bisa menjawab di lain waktu.

 

Baca Juga: Minimnya Pengetahuan Difabel Mengenai Kesehatan Reproduksi

 

Tips Membersihkan Organ Intim Bagi Difabel

Bagaimana dengan difabel yang tidak mandiri, ini penting bagi relawan/pendamping yang juga harus tahu, bagaimana tips membersihkan organ intim? Hal ini menjawab juga tentang pertanyaan yang diajukan dari perempuan difabel “kok aku keputihan?” khusus keputihan, pastikan area vagina tidak lembab, dan jangan dibersihkan dengan bahan kimia atau bahan apa pun, kecuali dengan air. Pastikan pakaian celana dalam dari bahan yang menyerap keringat tidak terlalu ketat dan lembab. Kalau berbicara tentang keputihan dialami oleh banyak orangtua caranya adalah jangan memakai baju yang ketat. Apalagi bagi teman yang sehari-hari pakai kursi roda, cenderung lebih lembab, dari yang tidak pakai kursi roda. Pastikan bahan baju jangan ada bahannya yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Sebisa mungkin dipastikan kalau memakai pantyliner harus sering-sering diganti, misalnya bagi orang dengan badan gampang keringatan. Kalau banyak duduk, sehari itu minimal ganti celana, atau ganti rok dua kali, kalau lembab bikin keputihan.

 

Keputihan adalah kondisi normal bila tidak berlebihan. Sering minum air putih dan suka minum jamu, yang sudah terdaftar di BPOM tentu membuat percaya diri namun, konsumsinya harus mengikuti aturan pakainya juga. Kalau laki-laki beberapa masalah yang sering ditanyakan ke @Tabu.id terkait penggunaan parfum, jangan pakai di area kemaluan. Jika pertanyaannya tentang kelainan seks atau fantasi seks, silakan untuk bertanya kepada profesional yakni dokter yang bisa ditanyakan lewat berbagai aplikasi. “Jangan pernah ragu untuk mengenali kebutuhan pendidikan seksual, saat ini banyak selain @Tabu,id juga ada yang menyajikan informasi yang lengkap dan detail bagi teman difabel. Jangan mencari terkait ke medis, ke sumber yang tidak berlatar belakang medis, misalnya pertanyaan tentang kok saya nggak bisa ejakulasi? Yang sebabnya bisa macam-macam, baiknya langsung ke tenaga profesional, spesialis,”pungkas Aisyah.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.