Lompat ke isi utama
ilustrasi musisi difabel netra oleh Arif Prasetyo

Pandemi Tak Kunjung Rampung, Musisi Difabel mulai Kangen Manggung

Solider.id - Tak Perlu diragukan Pandemi covid-19 juga berefek pada dunia seni dan hiburan. Para difabel yang berkecimpung di dunia musik pun merasakan dampaknya.

 

Dari yang setiap bulan mendapatkan jadwal undangan tampil rutin, kemudian menjadi nyaris tak ada sama sekali. “sebelum pandemi, paling tidak sebulan pasti ada beberapa kali undangan untuk tampil bersama band.” Kalimat ini diungkapkan oleh Tris Munandzar, seorang difabel netra yang selama ini aktif bermusik, saat ditemui jurnalis solider pada 10/03/2021.

 

Tak dimungkinkannya pengumpulan masa dalam sebuah kegiatan saat pandemic adalah sebabnya. “bagaimana caranya pertunjukan music tanpa kerumunan?.” Tegas laki-laki yang akrap disapa Nandzar ini.

 

Saat pandemi, Nandzar dan bandnya baru sekali mendapatkan undangan untuk melakukan pertunjukan musik, dengan penonton yang terbatas. Undangan itu dating dari kegiatan sebuah kementerian di Yogyakarta.

 

Belakangan, ia dan bandnya baru mendapatkan proyek untuk melakukan pertunjukan musik secara virtual. Namun, itu pun jumlahnya tak sebanyak undangan pertunjukan musik secara langsung seperti sebelum terjadi pandemi.

 

Upaya lain yang coba dilakukan oleh Nandzar dan bandnya adalah membuat karya musik secara online. “kemarin akhirnya sempat coba untuk membuat cover-cover lagu di Youtube.” Terang Nandzar.

 

Sementara itu, Arif Prasetya, seorang musisi difabel netra yang tergabung dalam beberapa grup musik, juga mengutarakan hal yang senada seperti yang dikatakan Nandzar. Undangan untuk tampil dalam sebuah pentas sangat menurun selama pandemi.

 

Tercatat Arif baru sekali mendapat undangan pentas musik bersama grup musik fakultasnya, tentunya dengan penonton yang terbatas. Grup musiknya bersama teman-teman difabel netra yang lain justru mengalami nasib yang lebih parah, karena tak ada satu pun undangan untuk tampil selama bermusik.

 

Arif mengakui, belakangan memang beberapa kali ia mendapatkan undangan untuk melakukan pertunjukan musik secara virtual, namun tetap saja itu tak sebanyak undangan pertunjukan musik secara langsung sebagaimana ia lakukan sebelum pandemi. Arif juga menjelaskan bahwa, dalam pertunjukan musik yang digelar secara virtual, pendapatannya tak sebesar pertunjukan musik secara langsung, tanpa menyebutkan nominal pastinya.

 

Arif menambahkan, hal seperti ini terjadi karena sebelum pandemi undangan pertunjukan musik biasanya datang dari kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak masa, yang mana hal itu tak mungkin dilakukan saat pandemi. Selain itu, cafe-cafe yang biasanya mengundangnya tak mungkin menggelar pertunjukan life musik.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor       ; Ajiwan Arfief

The subscriber's email address.