Lompat ke isi utama
motor roda tiga beretalase milik Daliyo

Motor Roda Tiga Beretalase Ide Solutif Pasarkan Produk Difabel

Difabel Produksi Motor Roda Tiga untuk Usaha - Info Publik |Solider.id, Purworejo -Mampu berkarya produktif, tetapi kesulitan menjual hasil produksinya dialami oleh sebagian besar difabel. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Makmur Bakery Bagelen salah satunya. Yakni kelompok usaha pembuatan roti dampingan Pusat Rehabitasi Yakkum yang berada di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.

 

Sebelum pandemi, KUBE Makmur Bakery  tak pernah sepi pembeli. Kelompok usaha yang beranggotakan difaebel fisik ini, kerap kali melayani pembelian maupun pesanan roti dalam jumlah besar. Memenuhi order pesanan roti dari warga sekitar yang sedang hajatan, hampir setiap hari dilakukan. Tiga hari sekali, roti fresh dari panggangan akan dipajang dan mengisi outlet Makmur Bakery.

 

Pandemi telah melahirkan tatanan baru yang berdampak pada perubahan berbagai kegiatan. Hajatan dengan menghadirkan banyak orang dilarang, adalah salah satu perubahan itu. Berikutnya, kebijakan bekerja dari rumah (work from home) berakibat minimnya orang keluar rumah untuk berbelanja. Berbagai perubahan berdampak pada produksi roti Makmur Bakery. Produsen roti ini bahkan sempat tidak berproduksi pada masa pandemi.  Bakery sepi pembeli, sepi pesanan. Pembatalan order pun berkali-kali terjadi.

 

Membuat terobosan

Pandemi, adalah sebuah kondisi yang harus disikapi dengan jeli dan kreatif. Terobosan diciptakan, agar terus dapat berproduksi. Sehingga hasil produksi tetap bisa sampai dan diterima konsumen. Jika sebelum pandemi, konsumen yang datang untuk membeli. Saat pandemi disiasati dengan produksi roti yang mendatangi pembeli atau konsumen.

 

Berjualan keliling, adalah ide yang muncul dari anggota DPO Dadi Mandiri, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Kesulitan menjual produk yang makin dirasakan semasa pandemi, menjadi keresahan dan lahirkan kebutuhan. Model atau alat inovatif dibutuhkan, agar bisa membuat berbagai hasil produksi. Selanjutnya  produk dikenalkan dan ditawarkan kepada masyarakat luas. Keterjangkauan produk sampai pada masyarakat luas ini sekaligus menjadi sebuah campain membongkar paradigma. Baik paradigma masyarakat tentang difabel, maupun paradigma difabel itu sendiri terhadap dirinya.

 

Pusat Rehabilitasi Yakkum bekerja sama dengan Fakultas Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW)  mengembangkan desain etalase motor roda tiga untuk DPO Dadi Makmur. Prototipe motor roda tiga beretalase, dengan pemegang prototype Daliyo, difabel Cerebral Palsy, yang sebelumnya sudah berdagang keliling menggunakan sepeda roda tiganya. Dengan sepeda, Daliyo hanya bisa mencapai tempat-tempat terdekat dengan tempat tinggalnya. Sedang dengan modifikasi motor roda tiga, diakuinya jangkauan pasar menjadi lebih luas.

 

Iklim saling bantu

Dengan prototype ini, produsen tidak lagi hanya menunggu order datang. Melainkan hasil produksi bisa menjangkau masyarakat luas. Semakin dekat dan dikenal khalayak, aksesibel market terbangun dengan baik. Masyarakat lebih mudah memperoleh produk, dan pengusaha bisa kontinyu menghasilkan produk.

Sebagai pemegang prototype, Daliyo mengatakan bahwa dengan modifikasi motor beretalase tersebut, iklim saling membantu tercipta. “Saya terbantu dengan adanya tambahan produk yang bisa saya jual. Sedang produk teman-teman bisa saya kenalkan secara langsung kepada masyarakat,” tutur bapak satu anak itu.

 

Dengan modifikasi itu dirinya merasa dengan mudah bisa memasarkan hasil usaha teman-temannya sesama difabel. Sebelumnya, teman-temannya bisa berkarya, bisa berproduksi, tetapi kesulitan memasarkan. Produk tidak bisa menjangkau masyarakat luas. Terkadang hanya dibeli oleh teman-teman difabel sendiri.

 

Membongkar paradigma

Lebih dari itu, prototype motor beretalase juga menjadi ajang kampanye bagi Daliyo. Merubah cara pandang masyarakat terhadap difabel, adalah sisi positif lain dari lahirnya prototype tersebut. “Difabel tidak dipandang sebelah mata, tidak dibedakan sehingga bisa membaur. Ini juga advokasi, agar teman difabel yang belum bergabung dalam wadah organisasi jadi mau gabung,” ujarnya. Dengan motor modifikasi tersebut, Daliyo sudah berkeliling ke berbagai desa di Kecamatan Purwodadi. Dia juga mengenalkan produk kawan-kawannya pada para aparat desa dan kecamatan di wilayah Purwodadi. Dengan tujuan, pemerintah desa maupun kecamatan bisa melihat sendiri produk yang dihasilkan warganya. Harapannya teman-temannya juga tumbuh semangat dan giat berusaha. Dengan kemampuannya diakomodir dan mendapatkan dukungan positif.

 

Jangkauan lebih luas dalam pemasaran setelah memegang prototype motor roda tiga beretalase. Sebelumnya dia hanya berjualan keliling menggunakan sepeda roda tiganya. Kemudian Daliyo akan berhenti dan mangkal di sebuah Sekolah Dasar. Lebih bersemangat karena lebih dimudahkan dengan motor modifikasi tersebut. Yang lebih membahagiakan Daliyo ialah, dia bisa melakukan advokasi. Dengan advokasi itu, dirinya yakin inklusi social akan tumbuh dan terbangun di wilayahnya.

 

“Motor ini sangat bermanfaat, bisa membantu semua pihak. Saya menjual roti kacang, roti produk makmur bakery, juga berbagai makanan ringan hasil olahan teman-teman Biar inklusi terbangun, kami tidak dibedakan. Karya difabel dapat dikenal dan dibeli masyarakat luas,’ terang Daliyo.

Baginya, Semakin banyak motor modifikasi semakin besar produk difabel yang menjangkau pasar.

Pada kesempatan terpisah Winta Adhitia Guspara, Dosen Fakultas Arsitektur UKDW menyampaikan catatan. Desain atau prototype tersebut sudah ideal. Dengan pertimbangan mobilitas  yang ditempuh, serta seberapa banyak barang atau dagangan yang bisa dibawa.

 

Dirinya juga mengapresiasi penyandang disabilitas di DPO Dadi Mandiri. Dari hasil workshop, para anggota DPO mampu memahami permasalahan yang dihadapi. Kemudian paham kebutuhan dan solusinya. “Mereka secara partsipatif bisa memikirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Sangat bagus,” ujar dosen muda itu.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.