Lompat ke isi utama
dukungan keluarga

Pentingnya Peran Keluarga Pengganti bagi Difabel

Solider.id – Apa yang akan terjadi bila suatu saat orang tua dari anak difabel meninggal dunia? Bagaimana dengan keberlangsungan anak, apakah akan terlantar? Pertanyaan  seperti ini sering terlontar dan terpikir di benak orang tua yang memiliki anak-anak difabel.

 

Keluarga dengan difabel berbeda dengan keluarga nondifabel. Secara umum keluarga difabel harus terus berani membangun untuk bisa bertumbuh di masyarakat, bahkan di lingkup keluarganya sendiri. Mereka harus berani menjadi role model untuk setiap keluarga, berani keluar dengan etika baik. Sebab, lingkungan justru akan sungkan dengan prilaku yang malah tidak baik.

“Maka beranilah berbuat baik dan bertumbuhlah di masyarakat, karena semua karya apapun bentuknya adalah punyai sifat membangun,” ungkap Elisabethitik Arianti, mengutip dari narasumber pada webinar dalam menyambut Hari Keluarga Nasional.

 

Setiap anak memiliki hak yang sama, termasuk mereka anak-anak dengan ragam kedifabelan. Hak mendapat perlindungan keluarga, hak untuk bermain, bergaul atau mengenali lingkungan tempat tinggalnya, hak mendapatkan jaminan dalam pendidikannya, hak dalam mengakses dunia kerja, dan hak dibidang  lain.

 

Anak yang diterima oleh keluarga dan lingkungan masyarakat akan mampu menghadapi dan menolak tindak kekerasan dari luar, baik verbal maupun fisik. Faktor penerimaan inilah yang akan membuat mereka tangguh, percaya diri, serta mau terbuka dengan apa yang dialaminya atau dirasakannya. Pendidikan pola asuh akan menjadi penentu tumbuh kembang anak dengan difabel. Bahkan setelah dewasa, mereka mampu bekerja secara mandiri atau sebagai karyawan perusahaan, atau sebaliknya.

 

Keluarga pengganti atau Family Support untuk anak difabel.

Tujuan dari dukungan keluarga ini adalah untuk penguatan kapasitas keluarga, meningkatkan keberfungsiannya baik pada individu difabel maupun keluarga. Caranya dapat melalui pendampingan, edukasi, penguatan, serta dukungan keluarga pengganti. Program kemitraan family support juga sudah dirancang oleh Kementerian Sosial RI, yang berfokus pada peningkatan dalam kemampuan fungsi sosialnya.

“Konsep keluarga pengganti. Dan ini yang belum kita temui, bila anak difabel ditinggal orang tua karena meninggal. Lalu bagaimana?” kata Nurul Saadah, Direktur Sapda Yogyakarta.

 

Sejauh ini, kegiatan rehabilitasi bagi difabel termasuk mereka yang masih usia anak menjadi alternatif solusi tercepat. Umumnya mereka yang tinggal di tempat rehabilitasi tersebut untuk mengenyam pendidikan formal atau mengikuti pendidikan vokasi dengan masa waktu yang ditentukan. Artinya, setelah selesai mereka akan dikembalikan kepada keluarganya, dengan harapan mereka dapat setara berada di dalam lingkungan yang kondusif.

 

Dukungan keluarga pengganti yang diharapkan oleh orang tua dari keluarga difabel yang anaknya ditinggal meninggal dunia, adalah memberikan tempat tinggal yang permanen dalam sebuah keluarga, dikarenakan mereka sudah tidak mempunyai lagi keluarga inti. Terlebih bagi mereka yang belum mampu untuk hidup secara mandiri, masih membutuhkan bantuan orang lain, atau pendampingan.

 

Merujuk kepada lingkup keluarga besar dari pihak kedua orang tua yang dimiliki oleh anak difabel tersebut, Apakah penerimaan pihak keluarga atau keluarga saudara dapat berperan sebagai keluarga penggantinya?

 

Kemungkinan ini akan menjadi baik, selama pihak keluarga saudara tersebut betul-betul dapat memahami kondisi dari anak difabel yang ditinggalkan kedua orang tuanya karena meninggal dunia tadi. Sehingga, anak difabel masih tetap dapat merasakan dan mendapatkan hak yang serupa dengan yang didapatkan dari keluarga intinya.

 

Namun, bagaiman dengan keluarga besar yang justru masih merasa kesulitan dengan penerimaan keluarga inti yang memiliki anak difabel? Tidak jarang, keluarga yang memiliki anak difabel menjadi renggang, bahkan jauh dari keluarga besarnya hanya karena sulitnya penerimaan keberadaan mereka.

 

Keluarga pengganti atau Family Support untuk anak difabel, masih menjadi rangkaian Pekerjaan Rumah bagi banyak pihak yang butuh solusi penanganan. Termasuk pihak pemerintah. Perlu adanya jaminan keberlangsungan tumbuh kembang hingga jaminan kesejahteraan sosial bagi anak-anak difabel dengan kondisi serta situasi demikian. Sehingga para orang tua yang memiliki anak difabel tidak terus dihantui dengan pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang muncul sebagai buah dari rasa kecemasan atau kekhawatiran mereka.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.