Lompat ke isi utama
Cover kegiatan Ideaksi Membuat Proposal

Ideaksi: Bagaimana Menyusun Proposal Inovasi?

Solider.id,Yogyakarta- Selang satu hari setelah pelaksanaan lokakarya ketiga Ideaksi. Tepatnya Rabu (30/6) kemarin, para tim inovator lokal diwajibkan mengikuti rangkaian lokakarya Program Ideaksi yang terakhir oleh Yakkum Emergency Unit (YEU), mengambil tajuk Pengembangan Proposal Inovasi.

 

Mengawali acara, Debora Dian Utami, project manager Program Ideaksi, memaparkan materi mengenai pentingnya sebuah kemitraan. Hal ini penting menurut Amie, begitu sapaannya, karena pastinya kapasitas tim sangat terbatas. Ditambah lagi kompleksnya masalah yang dihadapi tentu membutuhkan tim dari multidisiplin dan kemitraan lintas sektor untuk menyelesaikannya.

 

Tak berhenti sampai disitu, Amie menyebut tim inovator lokal perlu memahami secara mendalam mengenai mitra yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan ide inovasi. Ia menyebut ada beberapa jenis kemitraan yang lazim digunakan mulai dari mitra pendanaan, mitra implementasi, mitra vendor, mitra co-creation, hingga mitra lintas sektor.

 

Selain itu, Amie turut menggarisbawahi pentingnya membangun tim yang solid. Idealnya terdapat 3 peran utama yang harus ada di dalam setiap tim. Pertama adalah si bajak laut, merujuk pada orang yang memiliki daya cipta kreatif dan berani dalam mengambil tantangan serta risiko. Kedua adalah si prajurit, yang berperan sebagai pemandu sesuai dengan tujuan, visi, dan misi organisasi. Terakhir adalah si perwira kecil, merujuk pada orang yang taat kepada aturan dan ulet dalam bekerja.

 

“Proses inovasi dapat berjalan baik berkat adanya kemitraan dan dukungan yang memadai. Oleh karena itu, pada workshop selama dua hari ini, tim inovator lokal tidak hanya fokus pada pengembangan ide inovasi penanggulangan bencana yang inklusif saja,” terang Amie.

 

Menurut Amie, lokakarya tersebut juga untuk merencanakan model bisnis dan membangun kemitraan yang memadai untuk memastikan arah keberlanjutan inovasi. Dari proses-proses tersebut, diharapkan nantinya dapat membantu tim inovator lokal dalam menyusun proposal pendanaan inovasi.

Lebih lanjut, Amie menerangkan bahwa ada sesi mentoring. 15 tim inovator lokal akan dibagi menjadi 3 kelompok yang kemudian akan dimasukan ke dalam breakout room zoom. Mereka di sana akan diberikan input berupa masukan dan rekomendasi oleh para ahli terkait inovasi yang dikembangkan. Tim inovator lokal dituntut untuk melihat kembali ide inovasi yang diajukan pada concept note lalu, serta menganalisis hal-hal yang perlu diadaptasi atau diakomodasi pada solusi yang ingin dikembangkan.

 

Menyambung paparan Amie, Winta Adhitia Guspara, Dosen Desain Produk di UKDW, menyampaikan pentingnya tim inovator lokal untuk merancang prototype. Dia menyoroti keberadaan prototype dapat meminimalisir proses penerawangan dari suatu inovasi. Artinya, semua pihak dapat mendapatkan gambaran konkret sehingga akan memudahkan dalam menjembatani keingintahuan konsumen serta memudahkan dalam menggandeng entitas lain untuk bekerjasama.

 

“Perlu diketahui disini, bahwa prototype tidak selalu berupa produk fisik. Skenario, aplikasi, bahkan skema juga termasuk dalam prototype. Nantinya prototype masing-masing tim inovator bisa jadi berbeda-beda, tergantung dengan inovasi yang digagas,” jabarnya.

 

Selanjutnya, Dhinar Risky, community organizer Program Ideaksi, menjelaskan secara singkat mengenai panduan penyusunan proposal. Ia menyebut jika pengumpulan proposal paling lambat tanggal 11 Juli nanti. Sedangkan pengumuman seleksinya yaitu 9 Agustus mendatang. Nantinya akan ada 10 dari 15 tim inovator lokal yang lolos tahap pendanaan sebesar Rp85.000.000,-. Dana tersebut dijadwalkan akan cair pada 25 Agustus mendatang.

 

“Proposal sendiri akan dinilai oleh tim Technical Reviewer, tim YEU dan ADRRN (Asian Disaster Reduction and Response Network). Rencananya disela-sela pengumpulan proposal dan pengumuman, tepatnya ditanggal 12 Juli hingga 8 Agustus akan dilangsungkan Demo-day untuk lebih mengenalkan inovasi tim inovator lokal kepada khalayak umum,” tuturnya.

 

Acara lalu diakhiri dengan penyusunan langkah-langkah tindak lanjut oleh masing-masing tim inovator lokal.[]

 

 

Reporter: Bima Indra

Editor: Robandi

The subscriber's email address.