Lompat ke isi utama

Kerentanan dan Peluang Tenaga Kerja Difabel di Masa Pandemi

Solider.id - Para pekerja difabel adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap pemutusan hubungan kerja di masa pandemi Covid-19. Sebabnya, kebanyakan dari kelompok difabel bekerja di sektor informal. Hal ini diungkapkan oleh Hani Fauzia Ramadhani, Project Manager DNetwork dalam diskusi melalui Instagram dengan platform Beritabaik.id.

“mayoritas dari mereka bekerja sebagai Blue color worker.” Ungkap Hani 25/02/2021.

Banyaknya difabel yang bekerja di sektor informal ini disebabkan karena mereka tidak dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di era digital. Permasalahan ini membuat pihak DNetwork menginisiasi beberapa pelatihan kerja yang berkaitan dengan kebutuhan kerja di era digital. Pelatihan kerja yang dimaksud Hani meliputi coding, copywriting, dan digital marketing.

“mereka bukan tidak mau bekerja disektor formal, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya.” Ungkap alumnus Universitas Padjadjaran ini.

DNetwork sendiri telah membuktikan hal tersebut. “salah satu contohnya adalah admin sosial media DNetwork adalah disabilitas netra, dia bisa mengoperasikan komputernya secara mandiri, dan bahkan menginstal software pembaca layar yang ia butuhkan.” Lanjut Hani.

Hani melanjutkan bahwa pandemi Covid-19 sesungguhnya juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi difabel. hal itu karena pekerjaan saat ini dapat dilakukan secara online. “biasanya kan para perusahaan menolak difabel karena harus menyediakan aksesibilitas dikantornya, nah sekarang kan kerjanya secara online, masa ya mau menolak lagi, kan hambatannya sudah tidak ada lagi.” Tegas Hani kemudian.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.