Lompat ke isi utama
M. Anshari daat mengikuti ujian doktoral secara daring

Teliti Penerimaan Orangtua Difabel, M. Anshari Raih Gelar Doktor

Solider.id, Banjarmasin – Ujian desertasi terbuka pada Rabu (24/2) secara daring telah membawa M. Anshari lulus sebagai dan mendapatkan gelar doktoralnya. Dengan meneliti penerimaan orangtua dengan anak Difabel, pegiat Difabel ini menyelesaikan studi S3 Pendidikan Agama Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Dalam menyelesaikan program doktoralnya, dia mengambil judul desertasi “Internalisasi Nilai Ilaihi Imaniah pada Keluarga yang Memiliki Anak Penyandang Disabilitas Kongenital”.  Tema ini diambil karena dari pengalamannya sebagai Difabel kongenitas, pengasuhan orangtua menjadi penting dalam membentuk karakternya.

“Saya juga ingin melihat bagaimana dengan orangtua lain yang memiliki anak Difabel. Karena masih banyak orangtua yang masih mengalami penolakan, sehingga perlu upaya penyadaran bersama dalam memaknai nilai Ilaihi Imaniah sampai pada tahap akhir bisa menerima anaknya,” tambahnya.

Dalam penelitian itu diungkapkan bahwa ada tahapan-tahapan yang dialami orangtua yang memiliki anak Difabel kongenital, atau Difabel yang terjadi sejak sebelum lahir. Tahapan awal adalah penolakan (rejection) dan tahapan akhirnya adalah penerimaan (acceptance). Diharapkan ketika orangtua sudah berada dalam tahapan penerimaan. mereka bisa mendidik dan mencintai anaknya tersebut dengan penuh keimanan. Namun dalam setiap tahapan ada faktor kelemahan (weakness) yang menghambat penerimaan para orangtua.

Ro’fah Makin yang hadir sebagai Penguji Eksternal dalam ujian ini menyebutkan bahwa di beberapa negara muslim seperti Turki dan Pakistan, ada fenomena takut pada Allah. Pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyatakan bahwa rasa takut pada Sang Pencipta ini kemudian menjadi salah satu faktor penting yang mendukung penerimaan orangtua.

“Berbicara sebagai orangtua, saya yang kebetulan juga orangtua anak Difabel menyadari bahwa ada saat dimana penerimaan itu ada kalanya bisa naik turun juga,” tambah akademisi yang juga aktif sebagai pegiat Difabel ini.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.