Lompat ke isi utama
Nathan Johnston pengembang aplikasi Disability Club

Disability Club, Inovasi Media Sosial Inklusif dari Australia

Solider.id Meski zaman sudah serba canggih dengan berbasis teknologi, namun menghubungkan difabel dengan kebutuhan akan teknologi yang tersedia, masih menjadi problem. Problem tersebut terutama ketika pandemi Covid-19. Masalah kesadaran manusia dan keterbatasan anggaran untuk teknologi pendukung agar ada aksesibilitas sering kali menjadi alasan permisif yang membuat difabel semakin tertinggal.

Dikutip dari ABC South East, Nathan Johnston, laki-laki dengan difabel Cerebral Palsy dari New South Wales, Australia, sedang mengembangkan media sosial baru khusus bagi difabel untuk menemani masa isolasi selama pandemi. Media sosial tersebut ia beri nama Disability Club. Beberapa tampilan platform ini mirip Facebook, Twitter, dan Instagram, namun fitur yang disediakan tentu saja menyesuaikan dengan kebutuhan aksesibilitas ragam difabel.

Nathan mengakui ia tak sedang ingin bersaing dengan media sosial raksasa yang terlebih dulu ada karena target pasarnya berbeda. Ia ingin agar selama pandemi dimana banyak difabel termasuk dirinya yang merasa kesepian dan sendirian dapat mempunyai alternatif koneksi sosial yang aksesibel agar keadaan ketika pandemi tidak terasa buruk.

Sebelumnya, laki berumur 26 tahun ini juga pernah mengembangkan sebuah platform untuk membantu musikus difabel terhubung ke layanan streaming musik digital bernama DME3. Pada website DME3, media sosial Disability Club ini akan disematkan sebagai salah satu fiturnya.

Nathan bahkan mendapat dana hibah sebesar AUSD 10.000 dari NBN Company untuk pengembangan sentuhan akhir pada platform jejaring sosial yang ia rancang. Ia berharap Disability Club dapat memenuhi layanan yang belum terakomodasi di platform media sosial lain agar lebih aksesibel bagi difabel. Sama seperti DME3, Disability Club dibuat lebih inklusif sehingga siapa saja bisa bergabung dan terhubung satu sama lain. 

Disability Club akan segera menjalani masa uji beta agar mendapat feedback sebelum akhirnya dirilis ke publik. Platform ini juga akan memberi peluang organisasi difabel dan instansi bisnis lokal untuk beriklan melalui platform tersebut agar dapat saling bertukar informasi dari mulai tingkat lokal ke tingkat global.

 

Reporter: Alvi

Editor      : Ajiwan Arief  

 

The subscriber's email address.