Lompat ke isi utama
vaksinasi covid - 19 bagi difabel

Difabel Mental Perlu jadi Prioritas dalam Program Vaksinasi

Solider.id - Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) menyelenggarakan diskusi mengenai mengapa difabel mental perlu menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk menerima vaksinasi Covid-19. Pada diskusi yang diselenggarakan tanggal 23 Februari 2021, Yeni Rosa Damayanti, seorang aktivis difabel mental mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa kelompok difabel mental perlu diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19.

Lonjakan kasus covid-19 di panti sosial difabel mental adalah salah satu alasannya. Dalam kurun waktu sebulan saja, terjadi lonjakan sejumlah 780 kasus. “ini pun hanya data dari media, karena tidak ada data valid dari pemerintah.” Ungkap Yeni 23/02/2021.

Hal ini disinyalir karena tidak diterapkannya physical distancing di panti sosial yang dihuni kelompok difabel mental. Menurut keterangan Yeni, satu ruangan dapat diisi oleh banyak orang. Kebersihan pun tidak terjaga.

Yeni melanjutkan, International Disability Alliance, organisasi yang menaungi seluruh organisasi difabel di duniapun telah merekomendasikan kelompok difabel sebagai kelompok yang harus diprioritaskan untuk menerima vaksinasi Covid-19. Sebabnya, difabel adalah kelompok yang rentan terpapar Covid-19, karena sulitnya menerapkan physical distancing dan beberapa difabel harus bergantung dengan pendampingnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Asik Surya, kepala Sub Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa untuk saat ini memang yang menjadi prioritas penerima Covid-19 adalah tenaga kesehatan. Namun begitu, dimungkinkan juga kelompok masyarakat lain untuk berkirim surat ke Kementerian Kesehatan untuk mengajukan usulan prioritas vaksinasi Covid-19. “sebetulnya pemerintah inginnya memberi vaksinasi ke semua orang, namun kan ketersediaan vaksin saat ini terbatas.” Ungkap Asik Surya.

Sunarman Sukamto, tenaga ahli madya Kantor Staf Kepresidenan mengatakan bahwa pihaknya siap membantu kelancaran vaksinasi bagi difabel. “itu kan tadi Pak Asik sudah mengatakan bahwa kita dimungkinkan untuk berkirim surat ke Kementerian Kesehatan.” Tutup Sunarman.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.