Lompat ke isi utama
Greta Thunberg (sumber foto : theguardian)

Mengenal Sindrom Asperger

Solider.id, Surakarta - Sindrom asperger berasal dari hasil studi dokter anak asal Austria, Hans Asperger. Studi ini dilakukan pada tahun 1944 silam. Lalu, pengembangan dan penelitianpun dilakukan, sampai akhirnya sindrom asperger dikenalkan ke dunia oleh psikiater Inggris, Lorna Wing, pada tahun 1980-an. Orang-orang yang memiliki sindrom asperger memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Mereka tidak memiliki ketidakmampuan belajar seperti yang dimiliki oleh orang dengan autisme, tetapi mereka memiliki kesulitan untuk belajar hal spesifik dan berinteraksi secara sosial, tutur laman The National Autistic Society.

Pada faktanya, sindrom asperger adalah subkelompok dalam spektrum autisme di mana anak-anak menunjukkan keterlambatan keterampilan motorik yang signifikan, namun memiliki lebih sedikit masalah dalam keterlambatan bicara. Sementara, autisme berlaku untuk anak-anak dengan IQ 70 atau lebih dan memiliki gejala seperti keterlambatan bahasa dan masalah kognitif, ungkap laman Angel Sense.

Sementara, perbedaan lainnya adalah orang dengan autisme umumnya memiliki masalah dalam berkomunikasi. Selain itu, mereka cenderung mengisolasi diri sendiri dan lebih menyukai berada di dunianya sendiri. Sementara, orang dengan sindrom asperger umumnya memiliki masalah dengan kecemasan (anxiety) serta memiliki kendala dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain, namun tidak menunjukkan masalah dalam hal intelegensi, jelas laman The National Autistic Society.

Sindrom asperger lebih banyak dialami oleh laki-laki dibanding perempuan. Diperkirakan, rasio laki-laki dan perempuan adalah 4 : 1. Sindrom asperger lebih sulit terdeteksi dan teridentifikasi karena gejala-gejalanya tidak semencolok autism.

Orang dengan sindrom asperger sering mengalami kesulitan dalam membaca orang lain. Tak hanya itu, mereka juga sulit mengenali dan memahami perasaan orang serta susah mengekspresikan emosi mereka sendiri, terang laman The National Autistic Society.

Ciri-ciri lainnya adalah mereka kurang memiliki kepekaan, lebih sering menyendiri dan tidak nyaman dengan keberadaan orang lain, mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan pertemanan dan berbagai masalah dalam berinteraksi sosial lainnya.

Vladimir Putin, Bill Gates, Mozart, Andy Warhol dan Abraham Lincoln, keempat tokoh kelas dunia itu dipersatukan oleh satu sindrom yang sama, yakni sindrom asperger.

Dikutip dari liputan6.com, Orang dengan sindrom asperger memang cenderung memiliki kelebihan atau fokus yang spesifik terhadap satu hal, misalnya sepert Ananda Sukarlan dengan musiknya."Jadi orang dengan sindrom asperger itu penyebaran sel otaknya berbeda dengan orang tanpa asperger," jelasnya. "Makanya kita ada yang jadi fokus atau jago banget pada satu hal, tapi ada hal lain yang kita enggak bisa sama sekali, padahal buat orang lain itu bukan masalah." Piawai mendentingkan tuts-tuts piano, pria berusia 49 tahun ini mengaku sama sekalli tidak bisa menyetir. "Tiap belajar nyetir saya pasti nabrak. Itu karena otak saya enggak bisa koordinasinya."

Selain tidak bisa menyetir mobil, Ananda juga bilang dia memiliki kesulitan menggambar suatu benda tiga dimensi jadi dua dimensi saja.Tapi ketika berbicara tentang musik, Ananda bisa jadi seorang jenius. Dia memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang nada-nada dan suara, serta konsep musik, jauh melebihi orang-orang lainnya.

Dunia mengenal aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg (16`) yang diberitakan oleh media internasional karena keberaniannya di hadapan pemimpin dunia saat forum PBB, September 2019 lalu. Greta memiiki sindrom asperger.

"Aku punya sindrom Asperger dan itu artinya terkadang aku sedikit berbeda dari norma/aturan di masyarkat). juga mengingat keadaan tepat, menjadi berbeda adalah suatu kekuatan," cuitnya pada 1 September 2019 seperti dikutip pada suara.com.

Solider.id pernah menulis kisah Rama yang memiliki asperger,https://www.solider.id/2014/07/18/rama-dani-syafriyar-autis-asperger-ya…

Setiap tanggal 18 Februari diperingati sebagai Hari `Asperger Sedunia, dengan mengambil tangga kelahiran Hans Asperger.[]

 

Penulis ; Puji Astuti

Editor  : Ajiwan Arief

 

Sumber bacaan :

https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/fakta-asperger/7

https://www.antaranews.com/berita/820048/mengenali-asperger-sahabat-dekat-autisme-pada-anak

https://www.liputan6.com/health/read/3166216/memahami-sindrom-asperger-dari-mata-ananda-sukarlan

 

The subscriber's email address.