Lompat ke isi utama
vaksinasi difabel di GOR UNY

Difabel Jangan Takut Vaksinasi Covid - 19

Solider.id, Yogyakarta -Masa pandemi yang penuh ketidakpastian dan membawa banyak perubahan, mengajarkan kepada kita pentingnya keluarga. Kembali beraktivitas di rumah, bekerja, belajar, sehingga membuat rumah kembali menjadi pusat kehidupan.

Karenanya, ketangguhan keluarga menjadi point penting untuk tetap sehat jiwa dan raga di masa pandemi ini. Melindungi keluarga dari situasi yang membuat stres dan buruk perlu sekali dilakukan. Menjauhkan dari berita bohong (hoaks), salah satunya. Sebab, berita hoaks terkait Covid-19 dan vaksin Covid-19 telah membanjiri berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali warga masyarakat difabel.

 

Sedangkan, pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit Covid-19, selain memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

 

Berusaha aksesibel

Selasa (16/6) Kepala Bidang kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY), Endang Pamungkas Siwi, S.Km., M.Kes., memberikan paparan. Menurut dia, selama ini Dinkes DIY telah mencoba mengedukasi seluruh masyarakat, tanpa kecuali. Meski diakuinya, mungkin ada beberapa pihak yang merasa belum mendapatkan informasi secara menyeluruh tekait penanggulangan Covid, khususnya untuk vaksinasi.

“Kami sedang berusaha agar semua mendapatkan akses informasi, baik masyarakat umum maupun difabel. Kalau ada yang merasa belum teredukasi bisa menghubungi kami, informasi apa yang dibutuhkan. Kami berupaya akan menyiapkan informasi yang bisa diakses oleh semua (aksesibel). Supaya teman-teman tidak ragu, tidak khawatir mengikuti program vaksinasi yang lakukan oleh pemerintah,” ujar Endang.

 

Diinforamasikan juga, bahwa berbagai informasi terkait Covid-19 dan vaksinasi, bisa diakses melalui website Dinas Kesehatan DIY dengan alamat link: http://www.dinkes.jogjaprov.go.id.,  dapat juga melalui sambungan telepon di nomor: 0274-563153, atau dapat juga datang langsung ke kantor Dinkes DIY, di Jalan Gondosuli no. 6 Kota Yogyakarta.

 

Untuk memfasilitasi difabel tuli, selama ini Dinkes DIY bergandengan tangan dengan para Juru Bahasa Isyarat (JBI). Hal itu juga dilakukan pada saat pelaksanaan vaksin massal yang digelar selama empat hari, di GOR. Harapannya difabel tuli mendapatkan informasi yang sama dengan masyarakat umum lainnya. Sedang bagi difabel di seluruh DIY yang kesulitan transportasi, Dinkes DIY memfasilitasi dengan layanan jemput dan antar pulang. Untuk itu, bekerja sama dengan Grab Indonesia dilakukan. Dijalin juga kerja sama dengan Difabel Tanggap Bencana (Difagana), Palang Merah Indonesia (PMI), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Pusat Rehabilitas Yakkum (PRY).

 

Baca Juga: Vaksinasi Massal bagi Difabel Digelar Dinkes DIY dan Grab

 

Jangan ragu!

Endang pun menuturkan bahwa tidak semua difabel mau divaksin. “Ada beberapa kelompok difabel yang belum merasa yakin mengikuti program vaksinasi. Dengan alasan ragu terhadap keamanan dan kehalalan vaksin,” ungkapnya. Lanjutnya, “Jangan ragu! Sebab pemerintah mengedepankan keamanan dan keselamatan dalam program vaksin ini. Untuk keamanan sudah dikeluarkan izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI  untuk vaksin-vaksin yang masuk ke Indonesia. Sedang dari sisi kehalalan, pemerintah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sudah dikeluarkan Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 terkait kehalalan vaksin Sinovac dan AstraZeneka.”

 

Memang kemudian beredar berita hoaks terkait kandungan vaksin, lanjut Endang. Jelasnya, vaksin yang beredar sudah melewati uji beberapa kali sebelum diberikan kepada sasaran vaksinasi. Kalapun ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), sifatnya ringan dan bisa ditanggulangi. Sekali lagi diserukan Endang, “Jangan ragu! segeralah mengikuti program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah.” himbaunya. Kendala pemerintah adalah dari sisi pendataan. Pendataan secara kolektif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok atau organisasi difabel akan sangat membantu.

 

Efektivitas vaksin

Vaksinasi Covid-19, akan efektif setelah pemberian vaksinasi kedua. Untuk jenis AstraZenika vaksin kedua akan diberikan setelah 12 minggu pelaksanaan vaksin pertama. Yaitu pada 8-9 September mendatang. Adapun tempat penyelenggaraan vaksin tetap di Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR-UNY), Jalan Colombo Yogyakarta.

Mengapa harus vaksin kedua? Tahap pertama vaksinasi, fungsinya mengenalkan vaksin pada tubuh. Sedang tahap kedua berfungsi membentuk kekebalan. Pada tahap pertama memang sudah ada kekebalan, tetapi belum optimal jika belum dilakukan vaksin kedua.

“Untuk itu jangan lewatkan vaksin kedua. Untuk mengingatkan, akan dikirimkan pemberitahuan melalui SMS pada dua atau tiga hari jelang pelaksanaan vaksin kedua,” pungkas Endang[].

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.