Lompat ke isi utama
vaksinasi Covid bagi difabel sumber foto : kabarmalang.com Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'Bar Barkit it MEJA VAKSINASI Jar aBi'

Vaksin COVID-19 Aman Bagi Difabel, Mengapa Tidak?

Solider.id, Surakarta - Masih sedikit media edukasi terkait vaksin COVID-19 dan difabilitas. Padahal difabel termasuk kelompok rentan yang berisiko tertular selain lansia. Untuk itu Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan talkshow bersama dr. Tirta via zoom meeting pada Sabtu (6/2) mengambil tema amankah vaksin bagi difabel. Ada beberapa catatan di antaranya adalah difabel cerebral palsy masih aman untuk mendapatkan vaksin Sinovac, meski peluangnya 50 : 50. Sedangkan bagi penderita diabetes mellitus, yang tipe 2 masih bisa. Penderita vertigo masih bisa mendapatkan vaksin ini. Bagi penderita glukoma, vaksin sinovac ini juga relatif aman, namun tidak aman bagi penderita kanker retina blastoma.

Menurut dr. Tirta, vaksin sinovac aman, karena berasal dari virus yang telah mati (efektivitasnya 60-70%) dan efek sampingnya hanya mengantuk saja. Penting untuk mengontrol tensi bagi pengidap tekanan darah tinggi, namun jika saat hendak divaksin sudah dalam taraf angka normal (130/90) maka boleh disuntikkan. Ia menganjurkan jika masih ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter puskesmas atau dokter pribadi.

Dokter Tirta memberikan apresiasi yang besar kepada Mitra Netra karena acara itu sebuah refleksi dari komunikasi publik. Media harus membuat edukasi sebab difabel termasuk yang berisiko, selain lansia. Menurutnya komunikasi publik antara satgas COVID-19 dan difabel.  Ia berharap teman-teman difabel jangan percaya hoax.

Aria Indrawati, dari Yayasan Mitra Netra menyampaikan kesannya, bahwa dr. Tirta sangat asertif, blak-blakan, bicara apa adanya, dan tidak canggung untuk berbagi ilmu kepada difabel. Ini membuat Aria merasa sudah tidak ketar-ketir lagi sebab ada beberapa kawan netra terinfeksi, staf Mitra Netra juga ada yang positif COVID-19, sehingga ia merasa banyak teman membutuhkan edukasi terkait vaksin COVID-19. Di ujung Zoom Meeting, Aria mengajak difabel untuk tidak ragu tentang vaksin, “Mari kita ikuti program pemerintah untuk vaksin. Untuk difabel nanti diberikan bulan April atau Mei. Jangan takut, mari kita ambil bagian dalam proses penanggulangan COVID-19 ini,”pungkas Aria.

Tidak banyak literasi yang bisa didapat oleh solider.id terkait vaksin covid dan difabilitas di laman google, kecuali sebuah berita berikut :  dikutip dari kabarmalang.com Agenda vaksinasi simbolis Kota Malang berjalan sukses, terhelat di Block Office Kota Malang, Kamis pagi (28/1).Dalam 12 nama tokoh publik yang suntik pertama kali di Kota Malang, terdapat satu perwakilan peyandang tuna netra. Wali Kota Malang, Sutiaji yang mengusulkan agar kaum difabel ikut terlibat. Mengingat mereka juga rentan terpapar covid-19, apalagi yang bekerja di bidang pelayanan jasa. Adalah Anjar Ramansyah, seorang tuna netra, yang mewakili penyandang disabilitas. Dia bekerja sebagai terapis pijat. Usai suntik vaksin covid-19 oleh vaksinator dari Puskesmas Polowijen. Dia lalu memberikan testimoni bisa terlibat dalam vaksinasi simbolis.Saya berharap ini merupakan awal dari penguatan imunitas bagi warga Kota Malang untuk mengatasi virus corona,” ujar Anjar kepada wartawan di Block Office, Kamis (28/1). Anjar membeberkan alasan ikut vaksinasi simbolis. Karena dia menerima mandat mewakili para penyandang dan bisa memberi contoh. Dia mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum suntik vaksin sinovac. https://kabarmalang.com/17849/terima-vaksin-perdana-ini-testimoni-perwakilan-difabel-kota-malang

Situasi di Amerika lain lagi. Di sana difabel mental intelektual yang tidak tinggal di panti sosial dan tidak mendapat pelayanan pendampingan hingga 13 Januari, belum masuk prioritas untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Seperti yang ditulis oleh Tempo.co berikut. https://difabel.tempo.co/read/1423045/difabel-mental-intelektual-belum-masuk-daftar-prioritas-penerima-vaksin-covid-19.

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.