Lompat ke isi utama
siaran edukasi kustra oleh NLR

Edukasi Kusta ke Publik, Berikan Pekerjaan Layak bagi Mereka

Solider.id, Surakarta- Saat ini Indonesia menempati urutan ketiga dunia orang dengan kusta. Setiap tahun di Indonesia ada 15.000-17.000 pasien kusta baru. Sebenarnya Indonesia pernah eliminasi di tahun 2000, namun penyakit tropis ini kemudian terabaikan dan banyak tantangannya. Penyakit kusta sendiri secara umum adalah penyakit kulit namun jika terlambat menanganinya menyebabkan disabilitas dan bisa jadi diformitas, yakni perubahan bentuk pada kaki/tangan atau suatu kondisi kelainan bentuk secara anatomi di mana struktur tulang berubah dari bentuk yang seharusnya. Demikian penjelasan dari Angga Yanuar, manajer proyek inklusi disabilitas NLR Indonesia pada siaran radio Berita KBR  bersama penyiar Rizal Wijaya.

 

Pada tahun 2000-2002 ada sekitar 20.000 pasien kusta dan saat ini penyebaran kusta terjadi di sembilan provinsi yang belum dinyatakan eliminasi di antaranya Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

 

Terkait penularannya, Angga Yanuar menyatakan susah, karena harus ada kontak erat cukup lama dahulu terhadap penderita kusta. Awalnya adalah timbul bercak kemudian ada penebalan syaraf. Beberapa hal yang bisa dikurangi adalah menghilangkan stigma atau internalisasi.

Zakirah Ilmiana, pemilik PT. Anugerah Frozen Food yang mempekerjakan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) menyatakan bahwa stigma mengandung perilaku diskriminasi. Pihaknya lalu berupaya mengajak OYPMK untuk turut bergabung dengan  bekerja. PT. Anugerah Frozen Food menggunakan bahasa yang harus diubah, dari kata penderita cacat, tidak normal kemudian menjadi bahasa yang lebih afirmatif.  Pada akhirnya teman-teman mereka merespon baik dan memandang sama. Menurut Zakirah, secara skill teman disabilitas ini jauh lebih baik.

 

Seperti halnya yang disampaikan oleh Muhammad Arfah, OYPMK dari Organisasi Permata Gowa. Ia pernah merasakan stigma saat sekolah 3 SMP. Kala itu banyak stigma berkembang bahwa ia berkulit hitam gelap dan belang. Ia selalu diejek seperti monster dan gosong. “Saya sedih serta jarang ke sekolah,”ungkapnya.

 

Arfan merasakan kulitnya sudah baik dan ia berani bertestimoni bahwa orang yang pernah mengalami kusta seperti dirinya bisa sembuh dan jangan takut berobat. Ia menyatakan bahwa masing-masing orang memiliki kelebihan termasuk OYPMK. Saat ini Arfan bekerja sebagai Satpol PP di Pemkot Makassar.

 

Angga Yanuar memberikan dua hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat awam dalam menghadapi OYPMK yakni memberi motivasi dan mengembangkan kemampuan khusus yang mengubur dalam perspektif yang buruk. Lalu berikan reasonable acomodation bagi pencari kerja difabel yang sesuai dengan di perusahaan mana dia akan bekerja. Pekerjaan yang biasanya mereka lakukan adalah menjadi juru parkir dan berjualan makanan. Saat ini NLR Indonesia sedang mencoba mempersiapkan dengan membekali mereka dengan meningkatkan komunikasi dan kegiatan magang untuk bulan Juli dan Agustus.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.