Lompat ke isi utama

Potensi Difabel di Era Digital

Solider.id - Menurut International Labour Organization (ILO), difabel  dapat berkontribusi terhadap 3% hingga 4% untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB) suatu negara. Hal ini disampaikan oleh Anggiasari Puji Aryatie, staf ahli wakil ketua MPR RI dalam webinar “Indonesia Digital Ramah Disabilitas.”

Menurut Anggi, ini merupakan potensi yang sangat besar. Hal itu karena, 70% difabel berprofesi sebagai pengusaha di sektor informal.

“jenis usahanya bermacam-macam, mulai dari catering dan lainnya.” Ungkap politisi difabel ini.

Namun sayangnya potensi yang cukup besar ini terkadang masih dihadapkan pada tantangan klasik. Misalnya saja, akses terhadap layanan keuangan yang inklusif, terutama disektor perbankan. Penolakan terhadap difabel yang hendak membuka atau memperbarui buku rekening sampai hari ini masih kerap terjadi. Situasi ini sering dialami oleh difabel netra.

Padahal, dengan keberadaan layanan keuangan digital yang saat ini sangat berkembang pesat, itu dapat membantu difabel, bukan malah menghambat. Sebagai contoh munculnya mobile Banking akan memudahkan difabel untuk bertransaksi tanpa harus bermobilitas keluar rumah.

Sementara itu, Teguh dari BRI yang juga hadir dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo ini,  memberikan paparan mengenai upaya dari pihaknya untuk memperluas akses difabel terhadap dunia digital. Salah satu upaya yang dimaksud adalah platform yang bernama Link UMKM. Melalui Link UMKM, difabel yang bergerak di dunia UMKM dapat membuat komunitas secara online untuk membantu aktivitasnya di dunia digital. Selain itu, Teguh mengatakan bahwa pihaknya juga telah meluncurkan platform yang bernama Indonesia Mall, sebuah platform untuk memasarkan produk dari UMKM, yang mana dapat diakses oleh difabel.

Muhammad Farhan, anggota Komisi I DPR RI memberikan catatan penting dalam rangka membangun Indonesia Digital yang ramah difabel. Ia mengatakan, teknologi yang diciptakan harus mampu menjangkau semua ragam difabel. sebagai contoh, user interface dari sebuah produk teknologi harus memiliki sisi visual yang kuat untuk memudahkan difabel Tuli, namun disisi lain juga harus memiliki sisi audio yang mudah diakses oleh difabel netra. “teknologi yang dibuat harus dapat diterima oleh difabel, dan itu harus dimulai dari sekarang, karena kita tidak punya waktu lagi.” Pungkas Farhan.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.