Lompat ke isi utama
proses penyuntikan vaksinasi bagi difabel psikososial Yogyakarta

Giliran 32 Difabel Psikososial Yogyakarta Dapat Vaksin Covid-19

Solider.id, Yogyakarta -Pemberian vaksin dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit tertentu, Covid-19 salah satunya. Dan vaksin Covid-19 dinyatakan dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan demikian, risiko terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil. Namun demikian, kalaupun seseorang sudah divaksin tertular Covd-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi.

 

Karenanya, satu demi satu kelompok masyarakat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19,  demi menurunkan risiko terinfeksi Covid-19. Diawali dari Presiden dan sejumlah jajarannya pertengahan Januari lalu, kemudian bergerak ke tenaga kesehatan, pelaku seni, tenaga pendidik, jurnalis, pelaku usaha, kini tiba giliran bagi para difabel.

 

Selasa (15/6), di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY),  sebanyak 32 orang orang dengan difabel psikososial (ODDP) dari Yayasan IndoCharis mendapat giliran. Delapan orang tampak melakukan pendampingan terhadap difabel psikososial yang rata-rata berusia produktif itu. Kelompok difabel psikososial dan difabel pada umumnya, masuk dalam sasaran vaksinasi nasional. Sebab, difabel termasuk dalam kelompok masyarakat yang rentan atau fatal tertular virus Corona, akibat penyakit bawaan yang menyertai.

 

Pada kesempatan itu Sekertaris Yayasan IndoCharis, Silvia Manusiwa mengaku berterima kasih atas penyelengaaraan vaksinasi Covid-19 yang memprioritaskan difabel psikososial.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah dan teman-teman komunitas Grab, yang peduli sesama, khususnya ODGJ (difabel psikososial. Jadi mereka pun layak menikmati program dari pemerintah, wajib vaksin,” tuturnya pada Solider, Selasa (15/6).

 

Baca Juga: Difabel Psikososial Berhak atas Vaksinasi Covid - 19

 

Kelompok prioritas

35 difabel psikososial ikuti vaksinasi Covid - 19

Mengacu WHO SAGE Roadmap For Prioritizing Uses Of COVID-19 Vaccines In The Context Of Limited Supply, kelompok difabel memang menjadi salah satu kelompok prioritas untuk mendapatkan produk vaksin di tengah persedian yang terbatas. Difabel disebutkan menjadi kelompok yang ada di prioritas tahap II, jika suatu negara tinggal memiliki ketersediaan vaksin yang terbatas (11-20 persen) dari populasi nasional. Difabel dinilai menjadi kelompok masyarakat dengan risiko penyakit parah atau kematian yang secara signifikan lebih tinggi.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.