Lompat ke isi utama
poster sosialisasi vaksin Covid - 19

Sosialisasi Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Difabel Jawa Barat

Solider.id - Masyarakat difabel yang berhak mendapatkan layanan vaksinasi adalah mereka yang dinyatakan lolos screening dari petugas tenaga kesehatan, bukan berdasarkan jenis kedifabelannya. Syarat tersebut berlaku sama seperti masyarakat umum lain yang hendak melakukan vaksinasi covid-19.

 

Keterangan tersebut disampaikan dalam sosialisasi vaksin covid-19 untuk warga difabel pada Jum’at (11/6) pukul 20:00 hingga selesai, yang diikuti oleh 28 kota/kabupaten di Jawa Barat.

“Jenis vaksin yang digunakan untuk warga difabel Jawa Barat sama seperti yang lain yaitu sinovac yang juga mendapat jaminan dari pemerintah terkait penggunaannya. Semua ragam difabel yang lolos screening kesehatan berhak mendapatkan vaksinasi. Karena pemberian vaksin bukan terkait fisik, melainkan kondisi imun tubuh secara keseluruhan. Jadi, tidak ada pembatasan terhadap kedifabelan yang dimiliki. Vaksin bukan obat, ini merupakan salah satu upaya bersama untuk mendapatkan kekebalan, dan benteng utama terhindar dari paparan covid-19 tetap 5M sebagai kuncinya,” papar Dr.drg. Marion Siagian, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas kesehatan Jawa Barat merangkap Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas covid-19 Jawa Barat.

 

Ia menerangkan, kekebalan tubuh di masa pandemi dapat diperoleh dari dua hal antibodi, yaitu dengan vaksinasi dan atau terpapar dengan covid itu sendiri. Pemerintah menginginkan warganya mendapat kekebalan itu melalui vaksin untuk semua orang secara bertahap dan prioritas, termasuk masyarakat difabel. Tujuan vaksin ini guna terbentuknya kekebalan kelompok, pengurangan dan pencegahan dari terpapar, juga agar bersosialisasi yang dibatasi bisa lebih leluasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Adanya kasus terpapar setelah divaksin, itu tergantung kondisi tubuhnya.u

 

Baca Juga:

Difabel Psikososial Berhak atas Vaksinasi Covid - 19

 

Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya juga menyampaikan teknis pelaksanaa vaksinasi untuk difabel yang sulit mengakses tempat pemberian vaksinasi, ada kemungkinan layanan mobile jemput bola atau dikunjungi ke rumah. Alternatif ini masih diolah berdasarkan data yang ada, baik melalui Dinkes maupun Dinsos. Pun demikian dengan fasilitas Juru Bahasa Isyarat (JBI) di lokasi vaksinasi, masih dibahas dalam rapat persiapan. Namun, Dinkes sangat membuka luas bagi para relawan bahkan dari difabel sendiri yang paham bahasa isyarat untuk membantu kelancaran vaksinasi klaster difabel ini.

 

Sementara untuk difabel yang berada di balai rehabilitasi atau panti, termasuk difabel psikososial, ada dua alternatif yaitu mereka dapat mendatangi lokasi vaksinasi atau proses pelayanan vaksinnya yang bisa dilakukan di tempat mereka. Untuk difabel psikososial yang masih terlantar tetap akan mendapatkan layanan dari mobile vaksinasi.

“Vaksin untuk difabel dimulai minggu ketiga atau keempat Juni secara serentak di Jawa Barat dan kegiatan lanjutannya bertahap. Pendaftaran melalui Dinsos kota/kabupaten masing-masing. Sosialisasi pun mesti dilakukan secara kontinyu agar warga difabel mendapatkan informasi yang tepat terkait tujuan vaksinasi ini,” pungkasnya.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.