Lompat ke isi utama
publikasi poster IG Live Perdik

Perdik Gelar IG Live Streaming Dampak Pola Asuh Terkait Kesehatan Mental Anak

Solider.id, Surakarta - Zaldy Zulkifli dari Save The Children menyatakan bahwa terkait pengasuhan anak selalu ada kaitannya dengan kesehatan mental. Pengasuhan dengan kekerasan dan tidak bermartabat akan mempengaruhi kesehatan mental anak. Di masa pandemi ini, tingkat stress anak-anak tinggi, jadi ketika pola pengasuhan tidak tepat maka akan berakibat buruk. Demikian dikatakan Zaldy saat siaran IG Live berlabel Cendekia atau cengkrama difabel tentang kesehatan jiwa yang dihelat oleh Perdik lewat akun @perdikofficial, Sabtu (12/6).

 

Di acara yang dipandu oleh Chaerizanisazi dan difasilitasi dengan Juru Bahasa Isyarat (JBI), Zaldy menyatakan bahwa akibat yang ditimbulkan dari pola asuh dengan kekerasan, maka anak-anak tidak memiliki rasa percaya diri dan tidak mampu mengekspresikan perasaan mereka secara positif. Mereka cenderung lebih agresif, mudah menyerang dan saat menghadapi masalah tidak bisa mengekspresikan. Disinilah erat kaitannya bagaimana pengasuhan yang positif maupun negatif, selalu berhubungan dengan perkembangan mental anak.

 

Menjawab pertanyaan bahwa beberapa kasus anak, ketika mereka tidak berani bersikap terbuka kepada orangtua mereka, maka ia akan mencari pelarian dan lebih terbuka kepada orang-orang yang salah, misalnya pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) dan itu bisa jadi tidak baik. Hendaknya orangtua memiliki pemahaman yang baik akan perkembangan anak dan memberikan respon yang baik.

 

Orangtua yang paham perkembangan anak justru didukung agar anak bisa melakukan tugas dengan baik. Namun fenomenanya masing-masing anak memiliki perbedaan pola asuh. Dan menurut sudut pandang Zaldy, ada yang membuat anak tertekan, dan ini makin membuat pola asuh menjadi rusak. Ia menambahkan bahwa tekanan stress pada orangtua saat pandemi ini pun tinggi dan stress adalah hal normal. Hanya saja bagaimana stress dan marah dikelola dengan baik sehingga tidak menyakiti anak.

 

Banyak faktor dari menggali pengetahuan, ibarat semakin tinggi orangtua belajar terkait parenting maka kesadaran itu lebih kuat.

 

Terkait pengasuhan anak, solider.id mengutip kompas.com, ada empat gaya pengasuhan anak yang berbeda karakteristik dan dampaknya pada anak-anak : 1. Pola asuh permisif yakni pola asuh toleran atau penuh kesabaran dengan ciri-ciri pengasuhan memiliki beberapa aturan atau standar perilaku,aturan bisa tidak konsisten, jangan berharap kepada anak namun terus mengasuh dan mencintai mereka. Efek pengasuhan ini anak-anak kekurangan disiplin diri, akan sangat menuntut dan merasa tidak aman. 2. Pola asuh otoritatif atau demoktratis yakni orangtua dan anak selalu bicara bersama untuk mendapatkan solusi bersama. 3. Pola asuh orotiter, gaya pengasuhan yang ditandai aturan orangtua yang kaku dan memiliki harapan tinggi yang harus diikuti oleh anak tanpa syarat. 4. Pola asuh yang tidak terlibat, atau pola asuh yang tidak diperhatikan. Gaya pengasuhan ini yang paling berbahaya karena orangtua abai dan tidak memenuhi kebutuhan anak-anak mereka baik fisik maupun psikis. Orangtua berharap anak-anak bisa membesarkan diri mereka sendiri. Orangtua dengan pola asuh ini hanya sedikit atau sama sekali tidak mengetahui apa yang dilakukan dan diinginkan anak-anak mereka.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.