Lompat ke isi utama
ilustrasi vaksin Covid - 10 bagi ODDP

Difabel Psikososial Berhak atas Vaksinasi Covid - 19

Solider.id -   Orang dengan Difabel Psikososial (ODDP) berhak peroleh vaksin Covid – 19. Hal ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur atau SOP, tentang alur pendataan sasaran vaksinasi covid-19 untuk orang dengan difabel psikososial (ODDP) yang dikeluarkan oleh Kementerian kesehatan atas turunan dari keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.02/4/423/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19.

 

Sejumlah pendataan telah dilakukan terkait dengan  pengumpulan data dan pencatatan orang dengan difabel psikososial berat yang sedang dalam penanganan. Mereka akan menerima vaksinasi berdasarkan acuan dalam melaksanakan pendataan.

 

Menurut DR, Ir. Dewi Sartika, M.Si, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, klaster masyarakat rentan dan difabel yang berhak mendapatkan layanan vaksin covid-19 salah satunya termasuk mereka para orang dengan difabel psikososial (ODDP). Baik mereka yang sedang melakukan pengobatan atau dalam penanganan pihak rumah sakit dan pihak keluarga maupun mereka yang masih terlantar dan berada di jalanan.

 

Dari data yang di kantongi, di Jawa Barat tercatat ada sekitar lima ribu individu yang terhimpun sebagai orang dengan difabel psikososial (ODDP) yang umumnya mereka masih diurus oleh pihak keluarga bahkan sedang menjalani perawatan medis. Sedangkan enam ribu jiwa lainnya adalah mereka yang tidak diketahui keluarganya, masih terlantar dan belum terurus baik oleh lembaga sosial milik pemerintah maupun swasta.

 

Kendala pelayanan vaksinasi ODDP berat yang masih terlantar ini adalah terkait prosedur pendataan, dan sulitnya mengakses keterangan yang dibutuhkan dari calon penerima vaksinasi. 

“Walaupun mereka masih terlantar, masih berada di jalanan tetap harus kami layani, dan kami tentu perlu persiapan-persiapan yang lebih detil lagi,” paparnya.

 

Pelayanan vaksinasi untuk ODDP di Jawa Barat sudah dimulai pada 6 April 2021 dan diprioritaskan mereka yang sedang melakukan perawatan di rumah sakit jiwa atau dirawat oleh keluarganya. Mereka lebih mudah secara pendataan dibanding mereka yang masih berada diluaran.

 

Baca Juga:  Percepatan Vaksinasi Covid – 19 mulai Sasar Kelompok Difabel

 

Prosedur layanan vaksinasi covid-19 untuk Orang dengan Difabel Psikososial (ODDP)

Layanan vaksinasi covid-19 untuk ODDP, pendataan dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan mekanisme bottom-up yang bersumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa (SR/SRJ), Dinas Sosial, Balai ODDP Kemensos dan Lembaga Kesejahteraan Sosial. Data yang dikumpulkan meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, tanggal lahir, nomor kontak keluarga, dan alamat tempat tinggal sasaran.

 

Selanjunya, pelaksaan vaksinasi dilaksanakan pada tahap ketiga yaitu dimulai di bulan Mei dan Juni 2021 untuk dua kali dosis vaksinasi, dengan selang waktu 28 hari dari pemberian dosis vaksin pertama.

 

Untuk pelayanannya dapat dilakukan di Rumah Sakit Jiwa, baik yang sedang rawat inap maupun rawat jalan. Rumah Sakit Umum dengan layanan jiwa, baik yang sedang rawat inap maupun rawat jalan. Puskesmas. Panti sosial, baik milik pemerintah, swasta maupun perorangan. Di rumah pasien melalui kunjungan rumah, mobile atau jemput bola oleh petugas Puskesmas.

 

Penyuntikan vaksin covid-19 untuk ODDP berat sama dengan masyarakat pada umumnya. Tindakan penyuntikan yang stabil dan sudah dilakukan screening vaksinasi covid-19 sehingga mereka dinyatakan dapat diberikan vaksin.

 

Program pelayanan vaksinasi covid-19 untuk orang dengan difabel psikososial (ODDP) berat dilaksanakan paling lama dua bulan. Pencatatan dan pelaporan proses pelayanan vaksinasi dilakukan oleh tenaga pelaksana baik di Puskesmas, Rumah Sakit dan Rumah Sakit Jiwa, sesuai dengan petunjuk teknis SOP yang berlaku.

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.