Lompat ke isi utama
tangkapan layar diskusi peersiapan peparnas jawa barat

Kontingen Jawa Barat Terus Bersiap Menuju Peparnas Papua

Solider.id  - Pekan Paralimpik Nasional atau Peparnas XVI akan berlangsung di Papua awal November 2021 mendatang. Pada ajang olahraga untuk difabel tingkat nasional ini, ada sekitar 601 nomor pertandingan yang akan memperebutkan 2.582 keping medali dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu: Angkat berat, Atletik, Boccia, Bulutangkis, Catur, Judo, Menembak, Panahan, Renang, Sepak Bola CP, Tenis Lapangan Kursi Roda, dan Tenis Meja.

 

Tantangan terbesar dalam ajang Peparnas tahun ini untuk para kontingen se-Indonesia adalah selain mendulang prestasi terbaiknya, mereka juga dihadapkan pada kondisi pandemi yang masih belum berakhir. Menghadapi kondisi tersebut National Paralympik Committe Indonesia (NPCI) Jawa Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat mengadakan webinar yang difasilitasi oleh salah satu media ternama di Kota Bandung pada Rabu pagi (9/6)

 

Mengusung tema, ‘Kontingen Sehat. Sehati mencapai tujuan ciptakan prestasi Peparnas juara,’ mengulas tentang persiapan kontingen Jawa Barat serta alternatif solusi menghadapi tantangan pandemi kepada semua tim yang akan diterbangkan menuju Papua.

 

Baca Juga: Persiapan Peparnas 2021, 80% Hotel sudah Aksesibel

 

Persiapan kontingen Jawa Barat

Agung Fajar Bayu Ajie, S.Pd.l Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat menuturkan, selama dalam masa karantina atau Training Center (TC) 260 atlet dan tim lainnya yang sudah terbentuk diwajibkan mengikuti vaksinasi, membatasi ruang gerak selama TC berlangsung sebagai cara pencegahan terpapar covid-19, menyediakan ruang isolasi sebagai antipasi, menyediakan tenaga Satgas Covid-19, serta perlengkapan standar protokol kesehatan.

“Kontingen Jawa Barat termasuk yang pertama melakukan vaksinasi untuk atlet Peparnas dari seluruh kontingen se-Indonesia. Ada lima atlet yang menyusul kemarin dan itu disebabkan saat vaksinasi digelar, mereka ada keluhan dengan tekanan darah atau tensi yang sedang tinggi. Kami juga menyediakan ruang isolasi ditiap tempat inap atlet dan semoga ruangan tersebut tidak terpakai,” tuturnya.

 

Terkait progres peraihan medali di ajang Peparnas Papua mendatang, kontingen Jawa Barat menurunkan target perolehannya dari Peparnas 2016 silam. Dijelaskan Agung, target medali yang diharapkan menjadi 160 keping ini kolerasi dengan nomor pertandingan yang diikuti. Tidak semua nomor yang di pertandingkan kontingen Jawa Barat menurunkan atletnya. Kondisi ini disebabkan berdekatan dengan ajang Asian Para Games dan beberapa atlet nasional Jawa Barat tidak diturunkan di Peparnas.  

“Untuk progres medali, 70% atlet sudah kami gembleng sejak TC tahun lalu yang sempat dihentikan. Dan 30% sisanya, akan kami gembleng disisa waktu yang ada. Semoga target perolehan mendali masih bisa ter-cover oleh atlet yang menjadi kebanggan di level daerah ini, karena atlet nasional sebagian besar harus berjuang untuk membawa nama Indonesia di ajang Asian Para Games,” tambahnya.

 

Ditegaskan Agung, pada Peparnas 2016 silam Jawa Barat sukses dalam prestasi sebagai juara umum, sukses dalam hal pelaporan penyelenggaraan, dan sukses sebagai tuan rumah. Hal ini dapat dijadikan modal kepercayaan diri untuk tim kontingen Jawa Barat agar tetap mampu meraih prestasi terbaik di Papua. Dukungan pun mulai banyak, selain dari pihak pemerintah, pihak swasta pun ada, termasuk doa dari masyarakat Jawa Barat.

“Kita berangkat kesana sehat, bertanding meraih juara dan kembali juga dengan sehat dan prestasi yang terbaik. Melalui ajang olahraga, masyarakat difabel sudah berani muncul dan memberi manfaat baik untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, daerah bahkan negara. Tim Peparnas kita masih terus semangat dan berjalan ditengah pandemi dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.

 

Dukungan Dispora dan lapisan masyarakat lainnya

Sandi Arisma C.P.I, S.Si.,M.Pd, Kepala Seksi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat juga menyampaikan, persiapan sudah dimulai tahun lalu, dan ini merupakan Pelatda Peparnas terpanjang hampir dua tahun persiapnya.

Bentuk dukungan dari pemerintah, selain dalam hal dana yang sudah diberikan kepada NPCI Jawa Barat, Dispora juga terus memonitoring terkait protokol kesehatan. Mulai dari tempat penginapan, akses mobilitas transportasi antar jemput atlet ke tempat latihan, hingga tempat isolasi cadangan bila diperlukan diluar penginapan.

“Dalam segi dana, tahun lalu NPCI Jawa Barat mengembalikan sebagian dana yang belum terpakai saat penghentian sementara kegiatan TC sebab adanya pandemi covid-19. Tahun 2021 ini kembali sudah digelontorkan, keberhasilan NPCI Jawa Barat juga menjadi keberhasilan kami. Dari Dispora sendiri kondisi Pelatda Peparnas Papua ini terbilang unik sekali. Tantangannya berlipat untuk atlet yang mau bertanding. Tahapan Peparnas, Para Game, dan pandemi. Atlet Jawa Barat nasioanl yang lolos di APG tidak bisa ke Peparnas. Menurut akademisi olahraga ini memang pola yang sesuai, bahkan untuk menjaring regenerasi kepada atlet lain maupun atlet baru,” Papar Sandi.

Pihaknya juga menuturkan, cadangan atlet lain baik juga untuk kondisi sekarang, atlet yang sudah di tingkat dunia tidak boleh lagi main di tingkat nasional. pun demikian kebawahnya. Pola seperti ini harusnya digunakan untuk regenerasi. Kuota pun dilihat dari pesaing, karena mempertahankan lebih sulit daripada merebut gelar juara. Namun, yakin ada stategi atau pola yang bisa dimaksimalkan dan itu tidak mustahil untuk mempersembahkan predikat juara umum kembali di Papua.

 

Minimalisir risiko terpapar covid-19 saat Peparnas berlangsung

NPCI Jawa Barat maupun Dispora Jawa Barat, menyadari betul risiko terpapar covid-19 saat di Papua nanti. Skema TC yang digunakan akan diterapkan juga di Papua terhadap kontingen Jawa Barat. Sisi positifnya atlet akan terkonsentrasi. Sisi negatifnya atlet akan merasa monoton dan akan disediakan tim dari psikolog, religi dan motivator.

“Di Papua seminimal mungkin tidak banyak keluar, hanya dari tempat inap ke lokasi tanding danseterusnya. Kami juga siapkan satgas atau SDM tenaga pendukung sebagai tambahan untuk mengawal atlet yang grahita, mereka butuh asisten untuk membatu menerapkan protokol kesehatan. Dan diharapkan di Papua tidak dicampur dengan kontingen lain dalam satu kendaraan, untuk semua kontingen bila ada yang terpapar langsung diisolasi dan langgung dinyatakan gugur dipertandingannya,” Agung menambahkan.

 

Menurut rencana, kontingen Jawa Barat akan diberangkatkan pada 29 Oktober, dan jika diperlukan akan tetap difasilitasi tes sweb antigen pada satu atau dua hari sebelumnya. Namun, mekanisme tersebut masih menunggu kebijakan hasil rapat kerja nasional di Surakarta pada 15 Juni besok.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.