Lompat ke isi utama
informasi webinar inklusi di sektor pekerjaan

Dunia kerja yang Inklusif

Solider.id – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menyelenggarakan webinar tentang inklusif di tempat kerja yang berhubungan dengan diffable, woman leadership, dan multiculture, Sabtu (23/1). Dalam permasalahan dunia kerja, difabilitas masih belum mendapatkan kesempatan untuk bersaing di dunia pekerjaan.

Terkait pekerjaan, dalam UU difabilitas sudah tercantum bahwa setiap instansi swasta harus merekrut 1% pegawai difabel, dan 2% untuk instansi pemerintahan, namun hal ini belum sepenuhnya terealisasikan.

Ada beberapa instansi yang mau berproses untuk inklusifitas di dunia pekerjaan, seperti Tri Warsono Sunu human capital director dari PT Sumber Alfaria Trijaya mengatakan mulai tahun 2016 telah merekrut karyawan difabilitas dimana setiap tahunnya prosentasenya mengalami kenaikan.

“Dalam hal ini kita juga berkolaborasi dengan kementerian tenaga kerja, dinas sosial, lembaga pendidikan, dan lembaga atau organisasi difabilitas,” ucapnya.

Hingga kini, ada 760 karyawan difabilitas yang bekerja di alfamart dan tersebar di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan, awal mula mengembangkan program difabilitas atau alfability ini hanya kuantitas untuk merekrut difabel saja, namun sekarang ia mencoba membuat milestone dalam pengembangan karir dan pemberdayaan difabel. Saat bekerja, difabel diberikan pin agar teman kerja atau konsumen mengetahui jenis difabilitasnya dan bisa menyesuaikan ketika berinteraksi.

“Ada pin atau tanda pengenal untuk difabel berdasarkan jenis difabilitasnya, ini bertujuan agar teman-teman sepekerjaannya atau konsumen bisa memahami,” jelasnya.

Manfaat program alfability untuk perusahaan bisa memberikan motivasi pada teman-teman non difabel karena karyawan difabel bekerja lebih fokus dan baik, dan citra perusahaan di masyarakat menjadi baik. Menurutnya, saat menjalankan program ini harus mempunyai keberpihakan pada difabilitas.

“Untuk memulai keberpihakan pada difabilitas, kita harus mengubah sudut pandang kita, bahwa teman-teman difabilitas mempunyai kemampuan, jadi fokusnya ke kemampuan bukan di hambatan,” ujarnya.

Anwar Sanusi selaku wakil ketua umum Kagama yang juga bekerja sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di kementerian ketenagakerjaan memaparkan ada beberapa sektor yang bisa diambil celahnya yakni berbasis digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dan untuk itu kementerian tenaga kerja melakukan pengawasan terhadap BUMN dan pihak swasta, dimana difabilitas teralokasikan 2% di pemerintahan dan 1% di  swasta.[]

 

Reporter: Oby Achmad

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.