Lompat ke isi utama
peretemuan komunitas skizofrenia

Skizofrenia dan Faktor Risiko, serta Kegiatan yang Dilakukan Saat Pandemi COVID-19

Solider.id, Surakarta - Mengutip kontan.id, salah satu faktor peningkatan risiko komplikasi COVID-19 adalah usia lanjut, dan beberapa faktor lain yang berpengaruh pada kondisi tubuh saat terinveksi virus corona antara lain penyakit diabetes, jantung hingga obesitas. Salah satu faktor risiko yakni kondisi yang pelru diwaspasdai karena dapat memperparah COVID-19 seperti yang dilansir bgr.com adalah skizofrenia. Peneliti NYU School of Medicine, dari 26.540 data pasien yang dilihat dalam penelitian, 7.348 di antaranya positif COVID-19. Para peneliti membagi pasien berdasar gangguan psikis yang dialami oleh tiga kelompok yakni skizofrenia, gangguan kecemasan dan gangguan mood. Dan hasil penelitian menunjukkan gangguan perasaan dan kecemasan tidak berhubungan dengan risiko kematian akibat COVID-19.

 

Namun, skizofrenia jadi faktor yang dapat memperparah infeksi COVID-19. Risiko kematian Orang Dengan Skizofrenia (ODS) yang terkena COVID-19 naik menjadi 2,7 kali daripada seseorang yang tidak mengalami gangguan mental. Belum bisa dipastikan mengapa skizofrenia dapat meningkatkan bahaya COVID-19 salah satu kemungkinan yang dapat dipahami karena skizofrenia menyerang imun tubuh. Namun perlu penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.

 

Vaksinasi Bagi ODS

Solider.id menemui Hendra, ODS yang baru saja mengikuti program vaksin COVID-19 di sebuah rumah sakit swasta di Surakarta. Hendra tampak yakin dan tidak ada keraguan sedikit pun. Baginya yang masih rutin mengkonsumsi obat-obatan, vaksin adalah hal yang wajib dia butuhkan. Demikian komentarnya saat komunitas menawarinya untuk mengikuti vaksin. Hal senada juga dikatakan oleh Dea yang sehari-hari bekerja sebagai wirausaha UMKM. Dea mengakui bahwa dirinya yang penyintas bipolar memandang bahwa vaksin sangat penting. Program vaksinasi COVID-19 oleh dinas kesehatan menyasar kepada difabel dengan berbagai ragam difabilitasnya.

 

Saat pandemi COVID-19 di tahun kedua berjalan di pekan keempat bulan Mei, ada helatan pekan skizofrenia. Selain program vaksin bagi difabel mental psikososial termasuk bagi ODS yang kebetulan berbarengan, ada pula kegiatan yang dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya oleh KPSI Solo Raya, RSJD dr Arif Zainudin dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan melakukan berbagai workshop, bazaar dan pameran dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dengan kegiatan kolaboratif ini diharapkan mengurangi stigmatisasi ODS yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terkait skizofrenia, dan adanya anggapan bahwa ODS tidak bisa sembuh. Padahal dengan meminum secara rutin obat, serta meningkatkan kualitas hidup, mereka bisa pulih dengan dukungan keluarga dan masyarakat.

 

Sedang vaksinasi bagi pasien skizofrenia di RSJD dr. Arif Zainudin menurut keterangan salah seorang psikiater yang berdinas di sana, dilakukan pada 2 Juni 2021 sesuai jadwal yang diberikan oleh dinas kesehatan.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.